Resesi : Pengertian, Penyebab dan Dampaknya [LENGKAP]

ilustrasi oleh unsplash.com

Resesi adalah periode penurunan ekonomi sementara dengan berkurangnya perdagangan dan aktivitas industri.

Seringkali kita mendengar tentang istilah resesi akhir-akhir ini setelah wabah corona melanda dunia. Namun, mungkin sebagian dari kita tidak mengetahui apa yang dimaksud dengan resesi. Oleh karena itu, kita akan membahas mengenai resesi mulai dari pengertian, penyebab serta dampak dari resesi.

Pengertian Resesi Adalah…

Resesi adalah periode penurunan ekonomi sementara dengan berkurangnya perdagangan dan aktivitas industri.

Resesi juga memiliki makna sebagai pelambatan atau kontraksi besar dalam kegiatan ekonomi. Hal ini berarti, sebuah negara dapat mengalami resesi ketika perekonomiannya mengalami penurunan secara drastis dalam beberapa periode.

Pada umumnya, resesi ditandai dengan menurunnya PDB dalam dua kuartal berturut-turut.

Selain itu, beberapa indikator lainnya juga menandakan terjadinya resesi. Indikator-indikator tersebut adalah PDB riil, pekerjaan, pendapatan, penjualan ritel, serta manufaktur.

Apabila kelima indikator tersebut mengalami penurunan kegiatan, maka dapat disimpulkan bahwa resesi sedang terjadi di negara tersebut.

Penyebab Resesi

resesi adalah

Pastinya, sebuah negara tidak akan dengan sendirinya mengalami masa resesi tanpa alasan yang jelas. Terdapat beberapa penyebab sebuah negara mengalami resesi. Penyebabnya dapat berupa :

1. Guncangan Ekonomi

Sebuah peristiwa besar yang melanda sebuah negara terkadang berdampak kepada perekonomian negara tersebut.

Apabila pemerintahan tidak dapat menstabilkan perekonomian negaranya, maka cepat atau lambat resesi dapat terjadi.

2. Kehilangan Kepercayaan Konsumen

Apabila dilihat dari PDB atau Produk Domestik Bruto, konsumen memegang peranan penting dalam peningkatan PDB.

Hampir 70% dari PDB bergantung pada tingkat belanja oleh para konsumen. Oleh karenanya, PDB akan turun secara drastis ketika konsumen enggan melakukan kegiatan jual beli.

3. Suku bunga tinggi

Dengan suku bunga yang tinggi, harga-harga pembelian besar lainnya juga akan meningkat dengan drastis.

Hal ini membuat pengeluaran dan rencana pertumbuhan oleh perusahaan menurun karena pembiayaan yang terlalu tinggi.

4. Deflasi

Deflasi merupakan kebalikan dari inflasi dimana harga produk dan aset menurun karena tingkat permintaan atau order menurun dengan drastis.

Menurut hukum jual beli, apabila permintaan dari sebuah barang turun maka nilai dari tersebut juga akan mengalami penurunan.

Dampak Resesi

Dengan menurunnya perekonomian akibat resesi, sebuah negara akan terkena dampak besar.

Pada umumnya, dampaknya bersifat destruktif karena dapat menimbulkan pengurangan tenaga kerja secara masif. Disamping itu, resesi juga memiliki berbagai dampak sebagai berikut :

  • Meningkatnya pengangguran yang disebabkan oleh penurunan lapangan pekerjaan yang tersedia serta pengurangan pekerja dalam skala besar.
  • Perubahan kebiasaan belanja karena perubahan pola pikir konsumen yang mengkhawatirkan kondisi ekonominya.
  • Melambatnya tingkat penjualan yang merupakan akibat dari perubahan pola pikir konsumen.
  • Peluang ekonomi berkurang karena tingkat penjualan yang menurun.

Demikian artikel mengenai resesi, semoga dapat bermanfaat bagi kalian semua.

Artikel Terkait