Pola Lantai Tari: Pengertian, Fungsi, Macam-Macam, dan Contohnya

pola lantai tari adalah
ilustrasi oleh dribbble.com

Pola lantai tari adalah teknik dalam gerakan tari dan senam untuk mempermudah gerakan tari yang biasanya dibawakan secara kelompok.

Pola lantai menjadi tolak ukur atau patokan dan sering digunakan pada beberapa tarian terutama tari kelompok karena akan memberikan tarian yang lebih indah, memukau dan menarik untuk disaksikan.

Pengertian Pola Lantai Tari

31+ Gambar Animasi Kartun Tari Saman di 2020 | Kartun, Gambar, Animasi

Pola lantai merupakan sebuah garis-garis atau formasi yang terdapat pada permukaan tempat yang akan di lakukan oleh penari dengan gerakan dari satu tempat dan akan berpindah ke tempat lainnya. Yang  mana dapat dilakukan secara individu, berpasangan ataupun secara berkelompok.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pola merupakan sistem, cara kerja, bentuk ataupun sebuah struktur.

Sedangkan lantai dalam KBBI merupakan bagian bawah berupa alas ataupun dasar dari suatu ruangan maupun bangunan.

Dalam hal ini bisa disimpulkan menurut KBBI bahwa pola lantai merupakan suatu sistem, bentuk ataupun struktur di atas alas atau dasar suatu ruangan.

Fungsi Pola Lantai Tari

Tari Pendet Bali (ASAL, PROPERTI, POLA LANTAI, KOSTUM, MAKNA)

Fungsi dari pola lantai tari yaitu untuk menata gerakan tarian, membentuk komposisi dalam pertunjukan tarian serta menciptakan kekompakan antar anggota penari.

Dengan adanya pola lantai, tarian yang ditampilkan akan lebih indah dan menarik untuk ditonton.

Selain itu, tujuan mengetahui pola lantai yaitu agar penari lebih mudah melakukan perpindahan gerak. Sehingga sang penari akan mengetahui posisi mana yang menjadi posisi miliknya tanpa harus khawatir mengganggu atau bertabrakan dengan posisi penari yang lain.

Baca juga:  Resiko: Pengertian berbagai Ahli, Jenis dan Cara Manegement Resiko

Macam-Macam Pola Lantai Tari

Berikut beberapa pola lantai yang dapat memudahkan ketika tampil tari.

pola lantai tari

1. Pola Lantai Lurus Vertikal.

Ciri khas pola lantai lurus vertikal yaitu penari membentuk garis vertikal garis lurus ke depan dan ke belakang atau sebaliknya hal ini banyak digunakan dalam tarian klasik sebagai pola lurus dengan memberi kesan yang sederhana.

Beberapa tarian daerah yang menggunakan pola lantai ini adalah tari serimpi dari tarian Jawa Tengah, tari yospan dari Papua, tari pasambahan dari Sumatera Barat dan tari baris cengkedan dari Bali.

2. Pola Lantai Horizontal.

Pola lantai horizontal hampir sama seperti pola lurus vertikal dimana pola lantai berbentuk garis lurus. Hanya saja pada pola lantai horizontal, bentuk barisan dari kiri ke kanan maupun dari kanan ke kiri.

Beberapa tarian yang menggunakan pola lantai horizontal yaitu tari indang dari Sumatera Barat dan tari saman dari Aceh yang melambangkan antara ikatan manusia satu dengan manusia yang lain.

3. Pola Lantai Diagonal.

Pola lantai ini membentuk garis menyudut ke kanan atau ke kiri, yang mana pola ini memberikan kesan yang dinamis tetapi tetap kokoh untuk para penonton atau penikmatnya.

Tarian daerah yang menggunakan pola lantai ini adalah tari sekapur sirih dari Jambi, tari gending Sriwijaya dari Sumatera Selatan dan tari pendet dari Bali.

4. Pola Garis Melengkung.

Pola garis melengkung terdiri dari tiga macam yaitu garis lingkaran, angka delapan, huruf U dan lengkung ular serta memberikan kesan yang lembut tetapi lemah.

Tarian rakyat dan tarian tradisional banyak yang menggunakan pola jenis ini. Misalnya tari ma’badong Toraja dari Sulawesi Utara, tari piring dari Sumatera Barat dan tari randai dari Sumatera Barat.

Baca juga:  1001+ Kata-kata Mutiara Islam, Cinta, Kehidupan, dan Motivasi (LENGKAP)

Contoh Tarian Yang Menggunakan Pola

contoh pola lantai tari

Tari Bedhaya Semang.

Tarian Bedhaya Semang berasal dari Yogyakarta yang termasuk ke dalam jenis tari klasik.

Tari ini memiliki pola lantai dan makna tertentu. Pola lantai yang digunakan yaitu gawang jejer wayang, gawang perang, gawang tiga-tiga dan gawang kalajengking.

Salah satu pola lantai pada Tari Bedhaya yang paling dikenal yaitu rakit lajur. Pola lantai ini menggambarkan lima unsur yang ada pada diri manusia. Unsur tersebut adalah rasa, cahaya, sukma, nafsu dan perilaku.

Tari Jaran Kepang.

Tari Jaran Kepang juga berasal dari Yogyakarta.

Berdasarkan koreografi, tarian ini termasuk ke dalam jenis tari rakyat dengan memiliki pola lantai gabungan antara unsur lengkung dan lurus.

Pola yang digunakan pada tarian yaitu pola melingkar, garis lurus ke depan dan garis horizontal.

Tari Pendet.

Tari Pendet merupakan tarian populer yang berasal dari Bali yang ketika ada ritual sakral Odalan di pura dengan cara memendet.

Setelah pendeta Hindu mengumandangkan mantra maka mereka akan memendet.

Pola lantai yang digunakan pada tarian ini berupa pola huruf V, pola lantai lurus dan menghadap ke samping kanan dan kiri. Pola tersebut pola sederhana dibanding dengan tarian pendet lainnya.

Demikian penjelasan terkait pola lantai tari, fungsi beserta macam-macamnya. Semoga bermanfaat.

Sumber:

  • perpustakaan.id
Tertarik dunia sains dan kepenulisan.

Be the first to comment

Leave a Reply