Platyhelminthes: Pengertian, Ciri-Ciri, Klasifikasi, dan Manfaatnya [+ GAMBAR ]

platyhelminthes
Ilustrasi oleh dribbble.com

Platyhelminthes atau cacing pipih adalah filum dalam kingdom Animalia (hewan) yang memiliki bentuk pipih dosoventral dan tidak bersegmen.

Pada umumnya, cacing pipih hidup di daerah sungai, danau, laut atau sebagai parasit dalam organisme lain. Selain itu, cacing pipih tergolog hewan yang sensitif terhadap cahaya matahari.

Pengertian Platyhelminthes

platyhelminthes
pelajaran.co.id

Platyhelminthes berasal dari kata platy yang artinya pipih dan helminthes artinya cacing. Cacing pipih adalah filum ketiga dari kingdom Animalia (hewan) yang memiliki tiga lapisan sel (triploblastik) dan memiliki bentuk tubuh pipih.

3 lapisan sel ini penyusun tubuh cacing pipih yaitu ektodermis (lapisan luar), mesodermis (lapisan tengah) dan endodermis (lapisan dalam). Selain itu, memiliki pencernaan berupa rongga gastrovaskuler, sistem saraf tangga tali dan bereproduksi secara generatif dan vegetatif.

Ciri-Ciri Platyhelminthes

Platyhelminthes memiliki ciri-ciri umum sebagai berikut:

  • Memiliki bentuk tubuh pipih, tidak bersegmen dan simetris.
  • Ukuran tubuhnya mikroskopi, namun ada yang panjangnya 20 cm yaitu cacing pita.
  • Memliki satu lubang dimulut dan tidak punyak dubur.
  • Regenerasi yang cenderung tinggi dan bersifat hermafrodit (dua kelamin).
  • Cacing pipih tidak memiliki sistem pernapasan dan menggunakan pori-pori sebagai tempat masuknya oksigen. Oksigen masuk ke pori-pori dengan cara difusi.
  • Cacing pipih tidak memiliki rongga sejati, akan tetapi memiliki bentuk simetris bilateral.
  • Tidak memiliki sistem pencernaan lengkap. Pencernaan platyhelminthes bekerja melalui rongga gastrovaskular.
  • Mempunyai sistem saraf tangga tali dan memiliki mata.
  • Tidak memiliki pembuluh darah sehingga rongga gastrovaskular berfungsi untuk mendistribusikan nutrisi ke seluruh tubuh.
  • Cacing pipih bersifat triploblastik (memiliki tiga lapisan sel) yaitu epidermis (lapisan luar), mesodermis (lapisan tengah), dan endodermis (lapisan dalam).
  • Hidup secara parasit dan ada yang hidup bebas.
  • Tinggal di habitat air tawar, air laut, tempat yang lembab dan hidup di dalam organisme lain.
  • Bereproduksi secara generatif  dengan perkawinan silang dan bereproduksi secara vegetatif yaitu membelah diri.
  • Cacing pipih sangat sensitif terhadap cahaya.
Baca juga:  Pasal 29 Ayat 1 dan 2 UUD 1945 Amandemen (Penjelasan Lengkap)

Klasifikasi Platyhelminthes

1. Kelas Turbellaria

Turbellaria adalah jenis platyhelminthes yang bergerak dengan cara menggertakan bulu getarnya. Cacing pipih ini hidup secara bebas bukan sebagai parasite dan tidak mempunyai alat hisap.

tubellaria
pinterest.com

Selain itu, habitat tinggal hewan ini yaitu di air atau tempat lembab yang tidak terkena cahaya matahari langsung.

Salah satu jenis tubellaria adalah Planaria. Tubuh planaria memiliki panjang sekitar 1-2 cm dan hidup dengan cara memangsa Protista atau hewan kecil menggunakan farignya. Setelah ditangkap, makanan akan dipecah dan di dorong masuk ke lambung oleh faring.

Planaria melakukan reproduksi secara seksual. Secara karakteristik, tubuhnya gelap dan terdapat bintik mata di kepala untuk membedakan gelap dan terang.

Pada bagian mulut terdapat struktur seperti taring yang disebut proboscis. Probosis berperan untuk menangkap mangsa. Turbellaria beregenerasi dengan cara memotong tubuh dan kemampuan regenerasinya sangat baik.

2. Kelas Trematoda (cacing hisap)

Tremotoda adalah jenis Platyhelminthes yang mempunyai alat hisap dan alat kait untuk menumpang pada inangnya atau hidup secara parasit. Hewan ini tidak memiliki silia pada permukaan luar tubuh.

trematoda
medlab.id

Tubuh bagian luarnya ditutupi oleh kutikula yang berfungsi agar tubuhnya tidak tercerna oleh sel tubuh inangnya.

Termatoda memakan cairan atau jaringan tubuh dari sel inangnya. Selain itu, ciri-ciri hewan ini pada dinding tubuhnya memiliki otot dan saraf. Contoh nya yaitu cacing hati.

3. Kelas Cestoda (cacing pita)

Crestoda adalah jenis platyhelminthes yang berbentuk seperti pita dan hidup parasit pada organisme lain. Pada bagian kepala terdapat kait yang berperan untuk mengaitkan tubuhnya pada usus inang.

castoda
medlab.id

Kepala cacing pita disebut skoleks dan pada bagian bawah kepala disebut strobilus. Strobilus berperan untuk membentuk progtolid yang nantinya akan menjadi individu baru. Progtolid tersebut semakin besar dan akan semakin matang.

Baca juga:  Jenis-Jenis Usaha Rumah dan Properti Menguntungkan [TERUPDATE]

Pada siklus hidupnya, castoda bisa menempati lebih dari satu inang. Cacing pita ini dapat menular ke manusia melalui daging babi atau sapi yang terinfeksi apabila tidak dimasak secara matang.

Manfaat Platyhelminthes

Pada umumnya cacing pipih sangat merugikan bagi manusia dan hewan karena sifat parasitnya. Akan tetapi, ada jenis Platyhelminthes yang tidak merugikan yaitu Planaria yang dapat dimanfaatkan sebagai makanan ikan.

Selain itu, cacing pipih lebih banyak memberikan kerugian bagi manusia/hewan karena saat mengonsumsi makanan yang terinfeksi cacing pita, akan bisa berdampak pada kesehatan manusia.

Demikian penjelasan mengenai cacing pipih, lengkap beserta ciri-ciri dan klasifikasi. Semoga bermanfaat!

Referensi:

  • dosenpendidikan.co.id
  • gurupendidikan.co.id
  • kelaspintar.id
Lulusan Departemen Fisika Universitas Diponegoro. Senang belajar dan meneliti.

Be the first to comment

Leave a Reply