Materi Zakat : Pengertian, Syarat, Perhitungan, Dalil tentang Zakat, dan Manfaatnya [LENGKAP]

materi zakat
ilustrasi oleh dribbble.com

Materi zakat adalah jumlah harta yang wajib dikeluarkan oleh orang beragama Islam apabila telah mencapai syarat yang telah ditentukan.

Berikut adalah ulasan mengenai materi zakat meliputi pengertian, syarat, perhitungan, dalil, serta manfaat zakat.

Pengertian Zakat

Pengertian zakat adalah jumlah harta yang wajib dikeluarkan oleh orang beragama Islam apabila telah mencapai syarat yang telah ditentukan. Zakat dikeluarkan untuk diberikan kepada golongan yang berhak menerima sesuai dengan syariat, diantaranya adalah kaum fakir dan miskin.

Secara garis besar, zakat terdapat dua macam. Yaitu zakat fitrah dan zakat maal. Zakat fitrah merupakan zakat yang wajib dikeluarkan oleh seorang muslim ketika menjelang hari raya Idul Fitri. Sedangkan zakat maal yaitu zakat yang dikeluarkan ketika hasil harta seorang telah memenuhi ketentuan perhitungan harta (nisab).

Syarat Wajib Zakat

Syariat Islam telah mengatur semua syarat perihal zakat. Diantara syarat zakat adalah sebagai berikut.

Diwajibkan untuk melakukan zakat bagi seseorang yang telah memenuhi syarat wajib zakat sebagai berikut.

1. Islam

Seseorang yang tidak beragama Islam tidak wajib menunaikan zakat. Oleh sebab itu, orang yang kafir sejak lahir tidak wajib zakat. Sedangkan orang murtad, status harganya ditangguhkan hingga ia kembali masuk Islam. Artinya, seorang murtad yang kembali Islam mempunyai kewajiban membayar zakat selama masa murtadnya.

2. Merdeka

Dengan demikian, zakat tidak berlaku bagi budak. Orang yang telah memiliki status merdeka, maka ia telah mampu mencukupi dan memenuhi syarat wajib zakat.

3. Sempurna Milik

Artinya, harta yang dikenai wajib zakat, merupakan sempurna milik seseorang yang menunaikan zakat. Hal ini tidak berlaku bagi seorang budak mukattab, yaitu budak yang mencicil hartanya kepada majikan agar bebas dari status budak, karena status kepemilikan budak lemah.

4. Hasil Usaha yang Baik

Berkaitan dengan sumber-sumber harta wajib zakat. Beberapa diantaranya dianjurkan dalam bentuk hasil usaha yang baik dan halal. Harta yang wajib zakat diantaranya seperti emas, perak, pertanian dan peternakan, tambang, profesi, tabungan, barang temuan, dan jenis usaha lainnya.

5. Cukup Nisab

Nisab merupakan batas minimum perhitungan harta yang wajib zakat. Beberapa jenis harta memiliki perhitungan nisabnya masing-masing.

6. Cukup Haul

Dengan demikian, harta yang wajib zakat harus telah melalui satu tahun. Yaitu selama 345 hari menurut perhitungan kalender Hijriah maupun 365 menurut perhitungan kalender Masehi.

Perhitungan Zakat

Terdapat beberapa jenis harta yang memenuhi wajib zakat. Tiap jenis harta memiliki perhitungannya masing-masing. Diantaranya adalah sebagai berikut.

1. Zakat Fitrah

Zakat Fitrah wajib dilakukan setiap umat muslim menjelang hari raya Idul Fitri. Besaran materi zakat yang harus dibayar per orang yaitu 3,5 liter makanan pokok. Di Indonesia sendiri, makanan pokoknya adalah beras. Maka, jumlah materi zakat yang ahrus dibayar adalah sekitar 3,5 liter beras = 2,5 kg beras.

2. Zakat Maal

Dalam menunaikan zakat maal, terdapat beberapa jenis sumber harta, diantaranya adalah sebagai berikut.

Baca juga:  Doa Nabi Musa : Bacaan Arab, Latin, Terjemahan dan Manfaatnya

Emas, Perak, dan Harta Perniagaan

Ketiga harta ini dikeluarkan sebagai zakat apabila telah mencapai haulnya, yaitu satu tahun kamariah. Besar yang dikeluarkan pun berbeda-beda. Nisab emas adalah 85 gram emas murni atau 20 dinar. Nisab perak yaitu 200 dirham atau setara dengan 595 gram perak. Dan apabila sudah mencapai jumlah tersebut, maka kamu wajib mengeluarkan zakat sebesar 2,5%. Harta perniagaan juga dihitung sesuai zakat emas.

Binatang Ternak

Nisab untuk unta adalah 5 ekor. Sedangkan, nisab untuk sapi, kuda, dan kerbau masing-masing adalah 30 ekor. Sementara itu, nisab untuk kambing atau domba adalah 40 ekor.

Hasil Pertanian

Nisab untuk hasil pertanian adalah lima wasaq atau setara dengan 652 kg. Sebagaimana dalam hadis berikut ini, “Dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda, “Tidak ada zakat (pada harta) yang tidak mencapai lima wasaq; juga pada harta yang tidak mencapai lima ekor unta; serta yang tidak mencapai lima auqiyah.” (Muttafaqun ‘alaihi)

Harta Karun

Tak hanya harta milik sendiri, harta temuan atau harta karun wajib untuk dizakatkan. Tanpa syarat nisab dan haul, zakat yang wajib dikeluarkan dari harta karun adalah diambil 20%.

Harta Profesi atau Simpanan

Apabila telah mencapai nisab emas atau perak maka kamu wajib mengeluarkan zakat sebesar 2,5% dari jumlah harta yang tersimpan.

Dalil tentang Zakat

Mengenai perintah ibadah zakat, terdapat dalil berupa Al-Qur’an dan Hadist.

Dalil Al-Qur’an tentang Zakat

Di Al-Qur’an sendiri terdapat banyak ayat yang menjelaskan mengenai perintah zakat. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut.

  • Al Baqarah ayat 43

وَاَقِيۡمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَ وَارۡكَعُوۡا مَعَ الرّٰكِعِيۡنَ

…dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku'”. (QS : Al-Baqarah 2:43)

  • At-Taubah ayat 103

خُـذْ مِـنْ امْـوَا لِـهِـم صَدَ قَـة ًتُـطَـهّـرْ هـُم وَتُـزَكـِّهـِم بـهَـا وَصَلـِّى عَـليْهـِم اِنَّ صَـلاَ تَكَ سَكـَنٌ لـَهُـمْ وَللهُ سـَمِـيـعٌ عَـليْـمٌْ

Ambillah zakat dari sebagian harta  mereka, dengan zakat itu, engkau membersihkan dan mensucikan mereka  dan doakanlah mereka, sesungguhnya doamu menentramkan jiwa mereka. Dan Allah maha mendengar lagi maha mengetahui. (Q.S. At-Taubah: 103)

  • Al-Ma’idah ayat 55

اِنَّمَا وَلِيُّكُمُ اللّٰهُ وَرَسُوۡلُهٗ وَالَّذِيۡنَ اٰمَنُوا الَّذِيۡنَ يُقِيۡمُوۡنَ الصَّلٰوةَ وَيُؤۡتُوۡنَ الزَّكٰوةَ وَهُمۡ رَاكِعُوۡنَ

Sesungguhnya penolongmu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman, yang melaksanakan shalat dan menunaikan zakat, seraya tunduk (kepada Allah). (QS: Al-Maidah ayat 55)

  • An Naml ayat 3

ٱلَّذِينَ يُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤْتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ وَهُم بِٱلْءَاخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ

….(yaitu) orang-orang yang mendirikan sembahyang dan menunaikan zakat dan mereka yakin akan adanya negeri akhirat (QS : An-Naml ayat 3)

Dalil Hadist tentang Zakat

Sama halnya dengan Al-Qur’an, terdapat beberapa riwayat hadist yang menjelaskan mengenai perintah zakat. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut.

  • Hadist 1

اُمِـرْتُ اَنْ اُقـَتِـلَ الـنَّـسَ حَـتَّـى يَـشْـهـَـدُوْ اَنْ لاَاِلـَهَ اِلاَّاللهُ وَاَنَّ مـُحَـمَّـدًا رَسُـاللَهِ وَيُـقِـيْمُـوْالـصَّـلاَةَ وَيُـئْوتُـوْاالـزَ كلاَةَ. فـَااِذَا فَـعَـلـُوْ ذَللِـكَ عَـصَـمُـوْا مِـنِّـى دِمَـاءَهـُمْ وَاَمـْوَلـُهُـمْ اِلاَّبِـحَـقِّ الاِسْـلاَمِ وَحِـسَـابُـهُـمْ عـَلى اللهِ

Saya diperintahkan memerangi manusia sampai mereka bersaksi bahwa Tiada Tuhan yang harus dieembah selain Allah, dan bahwa Muhammad adalah Rasulullah dan mendirikan shalat, serta mengeluarkan zakat. Apabila mereka melaksanakan semuanya itu, maka mereka telah memelihara darah dan hartanya dari padaku, kecuali dengan hak Islam, maka perhitungan mereka terserah kepada Allah (HR. Bukhari dan Muslim)

  • Hadist 2

كـُنَّـا نـُـخـْرِجُ زَكـَاةَ الـْفِـطْـرِ صـَاعـًا مـِنْ طـَعـَامٍ اَصَـاعـًا مِـنْ تـَمـرٍ اَوْ صـَاعـًا مـِنْ شـَعـِيـْرٍ اَوْ صـَاعـًامـِنْ زَبـِيـْبٍ اَوْ صـَاعـًا مـِنْ اَقـِطٍ

Baca juga:  Allahumma yassir wala tu'assir - Arti dan Makna nya yang Sangat Dalam

Kami selalu mengeluarkan zakat fitrah di zaman Rasulullah saw satu gantang bahan makanan, atau satu gantang kurma, atau satu gantang syair, atau satu gantang kismis, atau satu gantang susu bubu (HR. Bukhari dan Muslim)

  • Hadist 3

فـِيْـمَـاسَـقَـتِ اْلاَنْـهـَارُ وَالـْغـَيـْمُ عـَشـْرٌ وَفـِيـْمـَا سـُقـِيَ بـاِلـسـَّانِـيَـةِ نِـصـْفُاالـعُـشـْرِ

Pada tanaman yang diairi dengan irigasi, dan air hujan, sepuluh persen zakatnya, dan pada tanaman yang diairi dengan kincir, setengah usyur (lima persen) zakatnya. (HR. Ahmad dan Muslim)

  • Hadist 4

اِذَاكَـنَـتْ لَكَ مِـائـَتـادِرْهَـمٍ وَحَـلَ عَـلَيْـهـَاالـْحَـوْلُ فـَفِـهـَا خَـمـْسُ دَرَاهـِـمَ. وَلـَيْسَ عَـلَيْكَ شَـيْئٌ- يَـعْـنىِ فِى الذَ هـَبِ-حَـتَّى يَكُوْنَ لكَ عِشـْرُنَ دِيْـنَارًا وَحَـلَ عَـليْهـَا الْحَـوْلُ فـَفِيْـهـَانِسْفُ دِيْنَا رٍ وَمَـازَادَ فَـبِـحِـسَـابِـهِ.

Apabilaa engkau memiliki 200 dirham dan telah sampai setahun. Maka zakatnya lima dirham. Dan tiada wajib zakat atasmu pada emas hingga hingga engkau memiliki 20 dinar dan telah cukup setahun lamanya, maka zakatnya setegah dinar. Sedang lebihnya diperhitungkan seperti itu juga. (HR. Abu Daud)

Manfaat Zakat

Berikut adalah manfaat zakat dari segi agama, akhlak, dan sosial.

1. Faedah Diniyah (Manfaat dari Segi Agama)

Manfaat utama zakat dari segi agama yaitu menjalankan kewajiban salah satu Rukun Islam. Zakat mengajarkan kepada seorang muslim untuk mendekatkan diri kepada Allah dan kembali mengingat bahwa tiada yang dipunya oleh manusia karena segala sesuatu itu adalah milik-Nya.

Tidak hanya dalam rangka mendekatkan diri kepada-Nya, Allah menjanjikan melipatgandakan rezeki bagi siapa saja yang mau bersedekah.

Allah berfirman.

يَمۡحَقُ اللّٰهُ الرِّبٰوا وَيُرۡبِى الصَّدَقٰتِ‌ؕ وَاللّٰهُ لَا يُحِبُّ كُلَّ كَفَّارٍ اَثِيۡمٍ

“Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah” (QS Al Baqarah ayat 276)

2. Faedah Khuluqiyah (Segi Akhlak)

Melalui amalan ibadah zakat, Allah mengajarkan kepada umat manusia untuk memupuk akhlak mulia saling peduli dengan sesama. Hal ini merupakan salah satu bentuk keadilan Allah bahwa manusia harus saling mengasihi sesama.

Dengan kata lain, Allah mengajarkan kepada kaum muslimin. Bahwa di setiap harta seorang muslim terdapat hak-hak kaum yang membutuhkan. Oleh karena itulah, merupakan suatu kewajiban untuk melaksanakan zakat ketika telah mencapai nisab.

3. Faedah Ijtimaiyyah (Segi Sosial)

Berdasakn segi sosial, materi zakat merupakan sarana dalam membantu kaum yang membutuhkan. Dengan ini, maka kehidupan umat akan semakin kuat lantaran hubungan yang harmonis antara penerima dan pemberi zakat. Dengan zakat, maka terjadi peredaran harta benda dan uang yang lebih luas. Hal ini sangat baik untuk pertumbuhan ekonomi di suatu daerah.

Hikmah Zakat

Zakat merupakan salah satu rukun Islam yang wajib di lakukan oleh setiap orang muslim. Sebagai orang muslim, menunaikan zakat memberikan hikmah kepada pelaku sebagai berikut.

  1. Membantu membersihkan diri dari sfat kikir
  2. Membiasakan diri bersedekah
  3. Mendekatkan diri kepada Allah
  4. Mensyukuri nikmat Allah
  5. Mencegah hati dari cinta dunia
  6. Mengembangkan kekayaan rohani
  7. Membersihkan harta dari bercampurnya dengan orang lain
  8. Harta lebih berkah
  9. Nikmat akan ditambah Allah
  10. Berbagi dengan sesama karena sejatinya semua adalah milik-Nya
  11. Mengajarkan untuk dermawan

Terima kasih telah membaca artikel tentang materi zakat, semoga bermanfaat.

Referensi: gurupendidikan.co

Mahasiswi Departemen Fisika Universitas Diponegoro dengan bidang ilmu Fisika Material