7+ Manfaat Bunga dan Biji Teratai beserta Efek Sampingnya [Lengkap]

manfaat bunga teratai
ilustrasi oleh dribbble.com

Manfaat bunga teratai adalah (1) Mengatasi masalah haid, (2) sebagai obat diare, (3) Mencegah dan mengatasi jerawat dan banyak lagi

Bunga teratai terkenal akan keindahannya. Siapa yang tak senang memandang bunga yang menyembul anggun di atas permukaan ain ini? Selain cantik, bunga ini rupanya menyimpan banyak manfaat.

Bunga teratai adalah bunga yang melambangkan cinta, kemurnian dan pencerahan dalam beberapa budaya. Selain karena transformasinya yang indah dan penuh symbol, bunga teratai juga memberikan banyak khasial untuk kesehatan.

manfaat bunga teratai

Di Asia Tenggara dan Asia Timur, teratai telah digunakan selama berabad-abad untuk obat tradisional maupun bumbu masakan. Sementara mafaat bunga teratai sebagai salah satu alternative untuk kesehatan baru saja diteliti belum lama ini.

Manfaat bunga teratai ini didapatkan berkat biji, akar, serta daunnya.

Manfaat Bunga dan Biji Teratai

1. Mengatasi masalah haid

Teratai telah lama dipercaya dapat membantu dalam melancarkan haid serta menghentikan darah menstruasi yang berlebih.

Sayangnya, belum ada penelitian medis yang mendukugn klaim tersebut hingga saat ini. Memang tidak ada salahnya jika kamu penasaran dan ingin mencoba,tapi selalu konsultasikan dulu dengan dokter.

Kamu dapt membeli ekstrak daun teratai untuk membantu masalah pendarahan saat haid. Bila kamu sering anemia setelah haid, akar terati juga bisa dijadikan sebagai jus dan diminum untuk mengatasi kurang darah ini.

2. Mengatasi infeksi gusi

Daun teratai mengandung kuersetin. Senyawa ini dinilai mampu menghambar pertumbuhan bakteri.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kuersetin yang diambil dari daun teratai berpotensi mencegah pereiodontitis atau infeksi gusi.

3. Obat Diare

Teratai sering dijadikan ramuan untuk mengatasi diare dalam pengobatan tradisional Tiongkok. Membuat obat diare dari teratai cukup mudah. Rendam biji teratai dalam air hangat selama beberapa jam, lalu tambahkan gula batu agar rasanya tidak terlalu pahit.

Baca juga:  10 Contoh Desain Rumah Minimalis 2 Lantai beserta Gambarnya

Bagian daun teratai juga bisa dimanfaatkann sebagai obat diare. Oalh daun teratai menjadi jus.

Agar manfaat bunga teratai untuk menangani diare lebih optimal, jangan lupa minum banyak cairan untuk menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang bersama fesees yang cair. Bila bosan dengan air putih, kamu bisa minum oralit.

4. Mencegah Obesitas

Teratai dapat menangani obesitas. Sebuah studi pada tikur menunjukkan bahwa tanaman ini memiliki ativitas anti obesitas di dalamnya.

Para peneliti melakukan uji coba menggunakan daun teratai pada tikus yang mengalami obesitas.

Hasilnya ekstrak daun ini dapat mencegah pengingkatann berat badan pada tikus tersebut.

5. Mencegah dan Mengatasi Jerawat

Tanaman teratai juga bisa membantu dalam mengatasi masalah jerawat yang menganggu.

Kadar sebum yang terlalu tinggi berperan dalam munculnya jerawat.

Mengaplikasikan ekstrak teratai pada wajah dinilai dapat membantu dalam mengurangi jumlah sebut tersebut.

6. Mengatasi Peradangan

Manfaat bunga teratai untuk peradangan bisa diperoleh dari bagian bijinya.  

7. Meredakan Batuk

Biji teratai yang telah diolah menjadi bubuk bisa dicampur dengan madu untuk memetik manfaat bunga teratai dalam meredakan bantuk.

8. Menghambat Penyebaran Kanker

Embrio biji teratai yang disebut neferine diketahui memiliki potensi untuk menghambat penyebaran sel kanker paru-paru.

Manfaat ini dihasilkan oleh riset tertentu pada tahun 2014.

9. Penurun demam

Teratai mengandung antipretik yang berguna sebagai zat penurun demam.

Diketahui bahwa ekstrak dari bunga ini dapat bekerja menurunkan demam 3-6 jam setelah pemberian, tergantung dari dosis yang digunakan.

Bahkan ekstrak teratai dianggap sama efektifnya dengan penggunaan parasetamol.

Efek Samping yang Mungkin Terjadi Ketika Mengonsumsi Teratai

Alergi

Belum ada cukup penelitian untuk mengetahui apakah teratai aman jika dikonsumsi sebagai obat. Pada beberapa orang, penggunaan tanaman ini dapat menyebabkan alergi, seperti gatal-gatal.

Baca juga:  15+ Manfaat dan Kandungan Minyak Zaitun untuk Wajah

Ibu hamil dan menyusui

Penggunaan teratai pada ibu hamil dan menyusui perlu dipertimbangkan dengan seksama.

Pasalnya, belum ada studi yang bisa membuktikan keamanannya. Untuk berjaga-jaga, sebaiknya tidak mengonsumsi sama sekali atau bertanya ke dokter terlebih dahulu.

Kadar gula darah

Untuk orang dengan hipoglikemia (kadar gula darah terlalu rendah), konsumsi teratai juga perlu diwaspadai. Ekstrak teratai bisia makin menurunkan kadar gula darah.

Sementara bagi kamu yang hendak operasi, konsumsi teratai juga harus diperhatikan. Prosedur operasi dan pemberian anestesi dapat memengaruhi kadar gula darah seseorang.

Oleh karena itu, hentkan konsumsi suplemen teratai setidaknya 2 minggu sebelum jadwal operasi

Waspadai Interaksi Obat dengan Teratai

Bagi kamu yang ingin mendapatkan manfaat bunga teratai, namun sedang rutin minum obat-obatan tertentu, pelu hati-hati.

Ada beberapa obat yang dapat bereaksi dengan teratai diantaranya:

1. Obat-obatan untuk diabetes

Teratai menurunkan kadar gula darah pada beberapaorang. Jika konsumsi bersamaan dengan obat diabetes, ditakutkan akan membuat kadar gula darah terlalu rendah. 

2. Pentobarbital

Pentobarbital digunakan jangka pendek untuk mengatasi insomnia. Obat ini juga berfungsi sebagai penanganan darurat untuk kejang.

Penggunaan pentobarbrital bersamaan dengan teratai dikhawatirkan dapat memicu rasa kantuk berlebihan. Kondisi ini tentu menganggu aktivitas hingg aberpotensi bahata, misalnya mengantuk saat menyetir.


Sekian dulu pembahasan tentang teratai. Meskipun teratai telah lama dimanfaatkan sebagai obat tradisional mulai dari mengatasimhaid hingga jerawat.

Namun, harap diingat bahwa belum ada penelitian ilmiah yang cukup untuk membuktikan manfaat bunga teratai tersebut.

Karena itu, pastika kamu konsultasi dengan dokter sebelum menggunakan teratai sebagai obat alami. Apalagi mengingat tanaman ini bisa berinteraksi dengan beberapa jenis obat.

Sumber:

  • sehatq.com