A password will be e-mailed to you.

    Pertanyaan oleh Hanson Prihantoro Putro

    Seringnya lautan memang tampak berwarna biru, namun air laut bisa menjadi berwarna apapun tergantung pada partikel-partikel yang terlarut, kedalaman air, dan jumlah sinar yang diterima.

    Panjang gelombang cahaya yang dapat melewati suatu bahan bergantung pada komposisi bahan tersebut.

    Gelombang cahaya biru diteruskan lebih dalam di air laut, sedangkan cahaya merah dapat dengan cepat diserap oleh air laut.

    Sebenarnya bukan hanya warna biru yang dipantulkan oleh air laut, tapi warna birulah yang lebih banyak dipantulkan dan juga kuat untuk menembus jauh lebih dalam, sementara warna lain yang energinya lebih rendah seperti warna hijau, kuning dan merah lebih mudah diserap oleh air.

    Jika airnya hanya sedikit, efek warna ini kurang bisa teramati. Pantulan dan serapan tetap terjadi, tapi porsinya sedikit, sehingga airnya terlihat sebagaimana adanya, bening. Ini yang terjadi pada air dalam gelas.

    Semakin dalam air, warna birunya semakin pekat.

    Ini berkaitan dengan warna biru yang punya energi tertinggi dibanding warna lain, sehingga dia bisa menembus masuk lebih dalam pada air (lihat di gambar), sementara warna lain sudah habis terserap.

    Terkadang laut tampak hijau, ini karena laut menampung banyak tanaman atau alga dan bahan sedimen dari sungai yang mengalir ke laut. Cahaya biru diserap lebih besar dan pigmen warna kuning dari tumbuhan bercampur dengan cahaya biru membuat air laut tampak berwarna hijau.

    Beberapa kali lautan akan tampak berwarna seperti gelap atau coklat susu setelah ada badai. Ini terjadi sebab angin dan arus laut yang akibat badai dapat mengkacaukan pasir dan sedimen dari sungai yang mengalir ke laut, pula akibat dari cahaya awan yang gelap.

    Baca juga:  Jika Semut Dapat Tumbuh Sebesar Manusia, Akankah Dia Memiliki Kekuatan Super?

    Dijawab oleh Ferry Fj Ginting, Fajrul Falah, Peny Cahaya Azwari, Indra Abdurrouf, Adexon, Saza Homeschooling.

    No more articles