Larutan dan Kelarutan: Pengertian, Sifat, Jenis dan Faktornya

larutan adalah
Ilustrasi oleh dribbble.com

Larutan adalah campuran homogen yang terdiri dari dua atau lebih zat, sedangkan kelarutan merupakan jumlah maksimum suatu senyawa atau zat yang dapat larut dalam sejumlah pelarut.

Bermacam larutan banyak kita temui dalam kehidupan sehari-hari diantaranya adalah segelas sirup manis. Dalam segelas sirup terdapat beberapa komponen yaitu air, sirup, dan gula.

Jika komponen tersebut dicampur menjadi satu hingga tidak tampak lagi komponen penyusunnya, maka jadilah sebuah larutan.

Membahas mengenai larutan, berikut ulasan lanjut meliputi pengertian, sifat, jenis dan faktor dari larutan.

Pengertian Larutan dan Kelarutan

larutan adalah

Larutan

Larutan adalah campuran homogen yang terdiri dari dua atau lebih zat. Disebut larutan karena komponen penyusun larutan.

Dalam sebuah larutan terdapat zat pelarut dan zat terlarut. Zat terlarut (solut) adalah zat penyusun larutan yang mempunyai jumlah lebih sedikit dalam sebuah larutan. Sedangkan zat pelarut (solven) adalah zat yang jumlahnya lebih banyak dibandingkan dengan zat terlarut.

Komposisi zat terlaut dalam larutan dinyatakan dengan konsentrasi larutan. Sedangkan proses pencampuran zat terlarut dan pelarut membentuk larutan disebut sebagai pelarutan atau solvasi.

Untuk lebih memahami mengenai larutan, perhatikan gambar ilustrasi berikut.

larutan adalah

Terdapat sebuah solute dan solven. Ketika kedua bahan tersebut dicampur dan menyatu dalam wadah maka jadilah namanya larutan.

Kelarutan (s)

Pengertian dari kelarutan adalah jumlah maksimum suatu senyawa atau zat yang dapat larut dalam sejumlah pelarut.

Kelarutan di disimbolkan dengan s (solibility) dengan satuan mol/L atau biasa menggunakan satuan molaritas M. Berikut rumusan kelarutan atau molaritas.

M = n/ V

dengan M adalah molaritas (mol/L), n adalah jumlah mol zat (mol), dan V adalah volume larutan atau pelarut (L).

Kelarutan juga didefinisikan sebagai konsentrasi zat yang masih bisa larut dalam sejumlah pelarut.

Tetapan Hasil Kali Kelarutan (Ksp)

Suatu zat terlarut yang dilarutkan dalam pelarut akan membentuk reaksi kesetimbangan. Terjadinya kesetimbangan dipengaruhi oleh zat terlarut yang tidak larut dan ion-ion zat terlarut.

Baca juga:  Cermin Cembung : Pengertian, Sifat-Sifat, Bentuk Bayangan, Rumus dan Contoh Soalnya

Berikut contoh tetapan kesetimbangan suatu reaksi.

Sesuai dengan kaidah penulisan rumus kesetimbangan, hanya zat dalam bentuk larutan (aq) dan gas (s) yang ditulis ke dalam rumus. Sehingga diperoleh:

Tetapan kesetimbangan larutan yang sukar larut tersebut dinamakan sebagai tetapan hasil kali kelarutan (Ksp).

Sifat Larutan

The Chemistry of Honey | Bee Culture

Sifat fisik yang tampak pada larutan dibagi menjadi tiga, yaitu:

1. Sifat Koligatif Larutan

Merupakan sifat larutan yang tergantung pada jumlah partikel zat terlarut dalam suatu larutan dan tidak bergantung pada jenis partikel zat pelarut.

Sifat koligatif setara dengan konsentrasi berbagai zat nonelektrolit dalam larutan tanpa memperhatikan jenis atau sifat kimiawi dari konstituen.

Dalam menetapkan sifat koligatif larutan zat padat dalam cairan, zat padat dianggap tidak menguap dan tekanan uap diatas larutan seluruhnya berasal dari pelarut.

Beberapa yang termasuk dalam sifat koligatif larutan adalah tekanan osmosis, penurunan tekanan uap, kenaikan titik didih dan penurunan titik beku.

2. Sifat Aditif

Dalam larutan, sifat aditif merupakan sifat larutan yang bergantung pada atom total dalam molekul atau pada jumlah sifat konstituen larutan.

Contoh dari sifat aditif larutan adalah berat molekul, yaitu jumlah massa atom.

Massa komponen dari suatu larutan termasuk dalam sifat aditif, massa total dari larutan adalah jumlah masing-masing komponen larutan yaitu zat terlarut dan zat pelarut.

3. Sifat Konstitutif

Yaitu termasuk sifat larutan yang tergantung pada atom penyusun molekul (pada jenis atom dan jumlah atom). Sifat konstitutif menunjukkan aturan senyawa tunggal dan kelompok molekul dalam sistem.

Terdapat beberapa sifat fisik yang sebagian aditif dan konstitutif. Diantaranya adalah pembiasan cahaya, sifat listrik, sifat permukaan dan antar permukaan yang termasuk ke dalam sebagian konstitutif dan sebagian lainnya aditif.

Jenis Larutan

Addition of Solubility Information to Online Chemical Sourcing ...

1. Larutan Tak Jenuh

Pengertian dari larutan tak jenuh adalah larutan yang mengandung zat terlarut kurang dari yang diperlukan untuk membuat larutan jenuh. Larutan tak jenuh mengandung partikel yang tidak tepat habis bereaksi dengan pereaki dengan kata lain masih bisa melarutkan zat.

Larutan dikatakan tak jenuh ketika nilai konsentrasi ion < Ksp. Pada larutan tidak jenuh tidak terjadi adanya pengendapan zat terlarut.

Baca juga:  7+ Contoh Teks Hikayat: Pengertian, Ciri, dan strukturnya [LENGKAP]

2. Larutan Jenuh

Suatu larutan termasuk ke dalam larutan jenuh ketika terjadi kesetimbangan antara zat terlarut dan zat pelarut. Pada larutan jenuh partikel-partikelnya tepat bereaksi dengan pereaksi atau mengalami konsentrasi maksimal.

Larutan dikatakan jenuh apabila hasil konsentrasi ion sama dengan nilai Ksp. Dalam kondisi kesetimbangan ini kecepatan zat terlarut dalam zat pelarut sama dengan kecepatan mengendap. Artinya, konsentrasi zat dalam larutan bernilai sama.

3. Larutan Sangat Jenuh

Yaitu suatu larutan yang mengandung lebih banyak zat terlarut dibandingkan dengan zat pelarut. Hal ini menyebabkan nilai hasil kali konsentrasi ion > Ksp sehingga larutan lewat jenuh dan mengendap.

Faktor Kelarutan

larutan adalah

Kelarutan suatu zat cair berbeda-beda. Hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor kelarutan. Berikut beberapa faktor dari kelarutan.

1. Suhu

Tingkat suhu larutan mempengaruhi proses pelarutan zat terlarut. Pada suhu yang lebih tinggi, zat terlarut akan mudah melarut dalam pelarut.

Hal tersebut terjadi karena partikel-partikel zat padat pada suhu yang lebih tinggi akan bergerak lebih cepat, sehingga memungkinkan terjadinya tumbukan yang lebih sering dan efektif.

2.  Ukuran zat terlarut

Semakin kecil butiran zat terlarut, maka semakin mudah larut dalam pelarut. Kecilnya butiran zat terlarut menyebabkan luas permukaan zat tersebut semakin luas dan tersebar dalam suatu larutan.

Semakin luas permukaan zat, maka semakin banyak partikel yang saling bertumbukan satu sama lain. Hal inilah yang menyebabkan proses pelarutan berlangsung semakin cepat.

3.  Volume pelarut

Besarnya jumlah volume pelarut mempengaruhi proses pelarutan zat. Hal ini karena semakin banyak partikel zat pelarut yang bereaksi dengan zat terlarut.

Semakin banyak volume pelarut yang digunakan, maka akan semkain cepat pula proses pelarutan zat terlarut.

4.  Kecepatan pengadukan

Proses pelarutan akan semakin cepat jika ditambahkan dengan faktor pengadukan.

Dengan mengaduk, maka partikel zat terlarut semakin bercampur dengan pelarut sehingga reaksi pelarutan semakin cepat dibandingkan dengan pelarutan tanpa pengadukan.


Demikian penjelasan mengenai larutan dan kelarutan beserta pengertian, sifat, jenis, beserta faktornya. Semoga bermanfaat.

Mahasiswi Departemen Fisika Universitas Diponegoro dengan bidang ilmu Fisika Material

1 Comment

Comments are closed.