Daftar Komoditas-Komoditas Impor Indonesia dan Asal Negaranya

komoditas impor indonesia
ilustrasi oleh dribbble.com

Komoditas impor indonesia yang merupakan bahan baku penolong antara lain Aluminum, gandum, beras, buah-buahan, dan selengkapnya dalam artikel ini.

Meskipun dikenal sebagai negara agraris yang kaya akan hasil alamnya, Indonesia belum bisa lepas dari ketergantungan komoditas-komoditas impor dari negara-negara lain.

Komoditas impor Indonesia mayoritas merupakan bahan pangan dan menjadi bahan baku penolong untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat Indonesia. Komoditas impor ini berasal dari negara lain seperti Vietnam, Thailand, Filipina bahkan sampai Madagaskar. Tidak hanya mengimpor bahan pangan saja Indonesia juga mengimpor kebutuhan lain seperti alumunium, tembaga, tembakau, minyak bumi dan masih banyak lagi

Pemerintah melakukan impor karena permintaan domestic tidak sebanding dengan produksinya, nah untuk mencegah terjadinya kelangkaan bahan pangan di pasaran perlu dilakukan impor.

Apa saja komoditas-komoditas impor Indonesia? Untuk lebih jelasnya simak penjelasan artikel berikut.

Berikut adalah daftar komoditas-komoditas impor Indonesia lengkap beserta negara asalnya.

  •  Aluminium

Nilai impor  : US$ 881,2 juta

Volume impor  : 311,11 juta kg

Negara asal : China

  • Buah-Buahan

Nilai impor  : US$ 741,3 juta

Volume impor  : 397,7  juta kg

Negara asal : China

  • Sayuran

Nilai impor  : US$ 526,8 juta

Volume impor  : 603,8  juta kg

Negara asal : China

  • Pupuk

Nilai impor  : US$ 523,8 juta

Volume impor  : 2,3 juta ton

Negara asal : China

  • Minyak Bumi

Nilai impor  : US$ 286,7 juta

Volume impor  : 436,2 juta ton

Negara asal : Vietnam, Thailand, Pakistan, India, Myanmar, dan lainnya.

  • Bahan bakar mineral, Minyak Mineral , Zat Bitumen

Nilai impor  : US$ 364,6 juta

Negara asal : Iran

Nilai impor  : US$ 22 juta

Negara asal : Iran

  • Beras

Nilai impor  : US$ 124,36 juta

Volume impor  : 239,31 juta kg

Negara asal : Vietnam, Thailand, Pakistan, India, Myanmar, dan lainnya.

  •  Jagung

Nilai impor  : US$ 393,18 juta

Volume impor  : 1,29 miliar kg

Negara asal : India, Argentina, Brazil, Paraguay, Amerika Serikat dan lainnya.

  • Kedelai

Nilai impor  : US$ 509,47 juta

Volume impor  : 826,33 juta kg

Negara asal : Amerika Serikat, Malaysia, Argentina, Ethiopia, Ukraina dan lainnya.

  • Biji Gandum dan Meslin

Nilai impor  : US$ 1,22 miliar

Volume impor  : 3,24 miliar kg

Negara asal : Australia, Kanada, India, Amerika Serikat, Singapura, dan lainnya.

  • Tepung Terigu

Nilai impor  : US$ 36,8 juta

volume impor  : 82,5 juta kg

Negara asal : Srilanka, India, Ukraina, Turki, Jepang, dan lainnya.

  • Gula Pasir

Nilai impor  : US$ 20,06 juta

Volume impor  : 32,64 juta kg

Negara asal :  Thailand, Malaysia, Australia, Korea Selatan, Selandia Baru, dan lainnya.

  • Gula Tebu

Nilai impor  : US$ 980,46 juta

Volume impor  : 1,85 miliar kg

Negara asal :  Thailand, Brazil, Australia, El Salvador, Guatemala dan lainnya.

  • Daging Sejenis Lembu

Nilai impor  : US$ 87,25  juta

Volume impor  : 17,86 juta kg

Negara asal : Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat, Singapura, Korea Selatan dan lainnya.

  • Jenis Lembu

Nilai impor  : US$ 123,84 juta

Volume impor  : 44,28 juta kg

Negara asal : Australia

  • Daging Ayam

Nilai impor  : US$ 509,47 juta

Volume impor  : 826,33 juta kg

Negara asal : Malaysia

  • Garam

Nilai impor  : US$ 43,12 juta

Volume impor  : 923,57 juta kg

Negara asal : Australia, India, Jerman, Selandia Baru, Singapura dan lainnya.

  • Mentega

Nilai impor  : US$ 43,85 juta

Volume impor  : 10,18 juta kg

Negara asal : Selandia Baru, Belgia, Australia, Perancis, Belanda dan lainnya.

  •  Minyak Goreng

Nilai impor  : US$ 33,07 juta

Volume impor  : 34,88 juta kg

Negara asal : India, Malaysia, Vietnam, Thailand, Singapura dan lainnya.

  • Susu

Nilai impor  : US$ 379,3 juta

Volume impor  : 103,47 juta kg

Negara asal : Selandia Baru, Amerika Serikat, Australia, Belgia, Jerman dan lainnya.

  • Bawang Merah

Nilai impor  : US$ 28,57 juta

Volume impor  : 63,17 juta kg

Negara asal : India, Thailand, Vietnam, Filipina, China dan lainnya.

  •  Bawang Putih

Nilai impor  : US$ 144,43 juta

Volume impor  : 187,86 juta kg

Negara asal : China, India dan Vietnam

  • Kelapa

Nilai impor  : US$ 441.191

Volume impor  : 445.585 kg

Negara asal : Thailand, Singapura, Vietnam dan Filipina

  • Kelapa Sawit

Nilai impor  : US$ 1,74 juta

Volume impor  : 3,24 juta kg

Negara asal : Malaysia, Papua Nugini dan Kepulauan Virginia

  •  Lada

Nilai impor  : US$ 2,003 juta

Volume impor  : 136.277 kg

Negara asal : Vietnam, Malaysia, Belanda, India dan lainnya.

  • Teh

Nilai impor  : US$ 15,66 juta

Volume impor  : 11,41 juta kg

Negara asal : Vietnam, India, Kenya, Iran, Srilanka dan lainnya.

  • Kopi

Nilai impor  : US$ 31,52 juta

Volume impor  : 13,48 juta kg

Negara asal : Vietnam, Brazil, Amerika Serikat, Italia, dan lainnya.

  • Cengkeh

Nilai impor  : US$ 1,87 juta

Volume impor  : 182.861 kg

Negara asal : Madagaskar, Mauritis, Singapura

  • Kakao

Nilai impor  : US$ 36,02 juta

Volume impor  : 14,37 juta kg

Negara asal : Ghana, Pantai Gading, Papua Nugini, Kamerun, Ekuador dan lainnya.

  •  Cabe (kering tumbuk)

Nilai impor  : US$ 11,25 juta

Volume impor  : 8,79 juta kg

Negara asal : India, China, Malaysia, Jerman, Thailand, dan lainnya.

  •  Cabe (awet sementara)

Nilai impor  : US$ 1,09 juta

Volume impor  : 1,11 juta kg

Negara asal : Thailand, China dan Malaysia

  •  Tembakau

Nilai impor  : US$ 274,7 juta

Volume impor  : 54,59 juta kg

Negara asal : China, Turki, Brasil, Filipina, Amerika Serikat dan lainnya.

  • Ubi Kayu

Nilai impor  : US$ 38.380

Volume impor  : 100.798 kg

Negara asal : Thailand

  • Kentang

Nilai impor  : US$ 14,33 juta

Volume impor  : 21,65 juta kg

Negara asal : Australia, Kanada, China dan Inggris.

Demikian penjelasan mengenai daftar komoditas impor Indonesia. Pemerintah melakukan impor untuk memenuhi kebutuhan komoditas domestic, selain itu Indonesia juga bisa menjalin kerja sama baik dengan berbagai negara. Semoga Bermanfaat!

About Muhammad Mirza 141 Articles
Lulusan Departemen Fisika Universitas Diponegoro. Senang belajar dan meneliti.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*