Kilogram punya cerita baru, kini ia berbeda dengan yang dulu

Siapa yang tak tahu kilogram? Kilogram adalah satuan untuk mengukur massa.

Sekitar 130 tahun lalu nilai massa standar kilogram disepakati sebagai massa silinder logam yang terbuat dari 90% platina dan 10% iridium. Massa standar ini disimpan dalam kondisi yang dikontrol secara ketat di International Bureau of Weight and Measure di kota Sevres, Prancis.

Namun, sekarang ceritanya sudah berbeda.

Tahun 2019 mendatang massa standar akan diubah.

Perubahan ini diawali pada kesepakatan tanggal 16 November lalu, dalam konvensi pengukuran panjang dan berat, para ilmuwan menyepakati cara baru untuk mengukur nilai masaa satu kilogram.

 Replika massa standar yang terbuat dari platina iridium

 

Mengapa massa standar perlu diubah?

Massa standar yang disimpan di International Bureau of Weight and Measure ternyata mengalami perubahan. Meski sudah dikontrol dengan ketat, perubahan tersebut tak bisa dihindari.

Perubahan ini bisa saja terjadi karena efek permukaan yang terkontaminasi sesuatu atau mengalami keausan yang terjadi selama satu abad lebih ini.

Tepatnya pada tahun 1992, diketahui bahwa logam massa standar mengalami perubahan sebesar 50 mikrogram, setara dengan butir pasir ukuran 0,4 milimeter.

Perubahan ukuran massa standar inilah yang menarik para ilmuwan untuk menyepakati cara baru mengukur massa satu kilogram.

 

Kilogram yang baru

Nilai massa standar akan didefinisikan dengan konstanta planck. Kontanta planck dilambangkan dengan “h”, yang merupakan ukuran paket energi terkecil atau quanta.

Kibble, Alat pengukuran yang menggunakan energi mekanik atau elektromagnetik, sebagai alat yang dipakai untuk mengukur nilai massa kilogram standar

Konstanta planck memiliki nilai 6,6261 x 10^-34 J s (kg m2/s). Konstanta planck ini akan menunjukkan satuan massa satu kilogram yang berkaitan dengan panjang dan waktu.

Pengukuran kilogram dengan konstanta planck dilakukan menggunakan alat bernama kibble. Kibble merupakan alat pengukuran menggunakan energi mekanik atau elektromagnetik.

Baca juga:  Apa itu api sebenarnya? Apa wujudnya? (Pahami di sini)

Mengukur nilai standar massa dengan tidak memakai objek fisik berarti standar tidak bisa berubah, rusak, atau hilang.

 

Apa dampaknya bagi kita?

Jika nantinya nilai massa standar diubah, apakah kita harus mengganti timbangan yang kita punya? Tentu saja tidak.

Para Ilmuwan mengatakan bahwa untuk kesehariannya, pengukuran yang telah berlaku selama ini tidak akan berubah.

Perubahan ini akan memberi dampak signifikan pada pengukuran yang membutuhkan akurasi yang luar biasa.

Sehingga, bagi kebanyakan orang, kehidupan sehari-hari akan berjalan seperti biasa meski terdapat perubahan massa standar. Massa satu kantong beras tetap akan mengandung sebanyak yang telah ada.

 

Referensi

About Muhammad Iir 24 Articles
Mahasiswa Fisika Universitas Diponegoro. Tertarik dengan segala hal baru di dunia ilmu pengetahuan.