Loading Likes...

Planet Merkurius tidak sepopuler planet-planet tata surya yang lain, karena kenampakannya di langit yang susah diamati. Sejauh ini hanya ada tiga wahana antariksa yang pernah megunjungi planet ini, yaitu Mariner 10, Messenger, dan BepiColombo.

Tapi yakin kamu beneran ga pengen liat Merkurius?

Nama “Merkurius” dalam mitologi Yunani yang artinya Dewa Hermes, seorang dewa yang biasa bergerak cepat dan ditandai dengan kakinya yang memiliki sayap.

Dinamakan demikian karena gerak Planet Merkurius di langit memang tampak cepat, karena posisinya yang merupakan planet terdekat dengan Matahari, sehingga kecepatan revolusinya paling cepat di antara semua planet tata surya yang lain.

Merkurius menyelesaikan satu kali revolusinya selama 88 hari saja.

Perpindahan posisi Merkurius di langit Bumi terhadap bintang-bintang latar belakang kira-kira 1,5° setiap hari. Ga paham?

Jadi misalnya hari ini kamu ada di suatu tempat yang di horizon barat terdapat pohon besar, pada pukul 18.00 kamu melihat Merkurius di langit, letaknya sejajak terhadap ranting A di pohon besar itu. Di hari berikutnya, pada pukul 18.00 kamu bakal lihat Merkurius di langit, tapi letaknya udah berubah, kini ia sejajar terhadap ranting B di pohon besar itu.

 

Pergerakan Aneh Planet Merkurius

Dalam geraknya mengelilingi Matahari, lintasan gerak Planet Merkurius adalah lonjong, seperti planet tata surya lainnya.

Bentuk lintasan orbit Planet Merkurius adalah yang paling lonjong dibanding dengan orbit semua planet di Tata Surya kita. Dengan tingkat kelonjongan 0,21.

Saat perihelion–posisi terdekatnya dengan Matahari-, Merkurius berjarak 46 juta kilometer dari Matahari. Sedangkan saat aphelion –posisi terjauhnya dari Matahari-, Merkurius dapat berjarak hingga 70 juta kilometer dari Matahari. Perbedaan jarak yang cukup jauh dalam skala tata surya.

Pada awal abad ke-18, Astronom-astronom menemukan keanehan pada gerak presesi Merkurius. Pada saat perihelion, orbit Planet Merkurius tampak bergerak relatif terhadap Matahari dengan laju 547 detik busur per abad. Seperti pada gambar berikut.

Hipotesisnya para astronom menjelaskan kalau gerak aneh orbit Merkurius ini pastilah terjadi karena hasil interaksi gravitasi dengan planet lain yang berada lebih dekat dengan Matahari. Planet hipotesis ini diberi nama Planet Vulcan.

Bertahun-tahun pencarian planet ini dilakukan, keberadaan Planet Vulcan tak kunjung ditemukan oleh astronom.

Hingga di awal abad ke-20, asal muasal pergerakan aneh orbit Merkurius akhirnya menemui titik terang.

Teori Relativitas Umum Einstein ternyata dapat menjelaskan perihal ini. Saat Merkurius bergerak ke arah perihelion, kecepatannya bertambah dan akibatnya massa relativistiknya bertambah juga. Pertambahan massa ini menyebabkan percepatan sehingga menimbulkan efek perubahan posisi perihelionnya.

Dengan perhitungan dan analisis data kecocokan gerak nyata Merkurius dengan hasil prediksi gerak Teori Relativitas Umum, ditemukan kalau teori ini memang valid dan benar.

 

Peristiwa Elongasi Timur Merkurius Pekan Ini

Pada tanggal 12 Juli 2018 ini, Planet Merkurius akan mengalami elongasi timur maksimum teramati dari langit Bumi. Peristiwa ini memberi kita kesempatan bagus. Tapi, apa itu elongasi?

Ada 3 posisi yang biasa kita amati dari Bumi terkait posisi planet Merkurius terhadap Matahari.

 

1) Konjungsi Luar

Konjungsi luar terjadi saat posisi Planet Merkurius, Matahari, dan Bumi berada pada satu garis lurus di tata surya. Kejadian ini mengakibatkan kita tidak dapat mengamati planet Merkurius karena terhalang oleh Matahari, sebab dari perspektif kita, planet Merkurius berada di belakang Matahari.

2) Konjungsi Dalam

Konjungsi dalam terjadi ketika posisi Matahari, Planet Merkurius, dan Bumi berada pada satu garis lurus. Letak Planet Merkurius di apit oleh Matahari dan Bumi. Konfigurasi ini mengakibatkan adanya peristiwa transit Merkurius. Yaitu melintasnya Merkurius di piringan Matahari.

Namun peristiwa transit tidak selalu terjadi saat konjungsi dalam, karena adanya kemiringan bidang orbit planet Merkurius dengan ekliptika.

3) Elongasi

Ini nih. Elongasi terjadi saat sudut konfigurasi Bumi – Merkurius – Matahari membentuk sudut terjauhnya. Di langit Bumi, kita melihat planet Merkurius akan tampak berada pada posisi terjauhnya dari Matahari.

Ada dua tipe elongasi, yaitu elongasi barat, saat Merkurius tampak di sebelah barat Matahari, kita melihatnya saat fajar. Elongasi timur, yaitu saat Merkurius tampak di sebelah timur Matahari, kita akan melihatnya saat senja.

Elongasi timur maksimum Merkurius ini memberikan kita kesempatan untuk dapat melihat Merkurius dengan waktu yang lebih lama dari biasanya. Besar sudut elongasi kali ini adalah 26°.

Karena posisi Merkurius yang dekat dengan Matahari dan ukurannya yang kecil, keberadaan Merkurius cenderung susah di amati karena kalah terang dengan sinar Matahari. Berbeda dengan planet-planet lain yang mudah diamati kapan saja.

Di peristiwa elongasi timur maksimum ini, Merkurius akan dapat teramati selama hampir satu jam, yaitu mulai sesaat setelah tenggelamnya Matahari hingga Merkurius tenggelam. Merkurius akan teramati dibawah Venus petang ini.

Jika kamu punya teleskop yang memadai, cobalah arahkan teleskopmu ke Merkurius. Merkurius akan tampak seperti fase bulan setengah.

Terlebih lagi didukung dengan cuaca cerah dengan langit bersih di musim kemarau ini, Planet Merkurius semakin mudah diamati.

Jadi jangan lewatkan kesempatan ini ya!

 


Tulisan ini adalah kiriman dari penulis. Kamu juga bisa membuat tulisanmu sendiri di Saintif dengan bergabung di Saintif Community


 

Referensi:

Buku Eksplorasi Tata Surya. A. Gunawan Admiranto. Mizan. 2017