Kerjasama : Pengertian, Manfaat, Bentuk, dan Contohnya

kerjasama adalah
ilustrasi adalah

Kerjasama adalah suatu pekerjaan yang dikerjakan/dilakukan oleh sekelompok individu yang melibatkan interaksi dan saling bekerjasama hingga tujuannya tercapai.

Manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri untuk mencukupi kebutuhan hidup. Dalam lingkungan sehari-hari kita mengenal istilah kerjasama.

Lalu, apa maksud dari kerjasama? Bagaimana suatu lingkup sosial melakukan kerjasama?

Berikut ulasan lanjut mengenai kerjasama yang meliputi pengertian, manfaat, bentuk dan contohnya.

Pengertian Kerjasama

Kerja sama, atau kooperasi adalah suatu usaha bersama antara orang perorangan atau kelompok untuk mencapai tujuan bersama.

Kerja sama dilakukan sejak manusia berinteraksi dengan sesamanya. Kebiasaan dan sikap mau bekerja sama dimulai sejak kanak-kanak, mulai dalam kehidupan keluarga lalu meningkat dalam kelompok sosial yang lebih luas. Kerja sama berawal dari kesamaan orientasi.

Sementara pengertian kerjasama di dalam dunia bisnis adalah kegiatan mengatur kemitraan yang saling menguntungkan dan dikerjakan secara sukarela oleh bidang-bidang yang berkaitan dengan dunia usaha.

Bisnis tidak melulu berbicara tentang mencari uang dan keuntungan saja, kebanyakan pengusaha menjalin relasi atau hubungan dengan pengusaha lain termasuk kompetitornya yang bertujuan untuk mencari keuntungan bagi kedua belah pihak.

Hal tersebut dikarenakan beberapa pengusaha berfikir bahwa persaingan hanya akan memberikan dampak negatif.

Pengertian Kerjasama Menurut Ahli

Selain pengertian kerjasama pada umumnya, terdapat pengertian kerjasama menurut beberapa ahli sebagai berikut.

1. Pamudji

Menurut Pamudji, pengertian kerjasama adalah suatu pekerjaan yang dikerjakan/dilakukan oleh sekelompok individu yang melibatkan interaksi dan saling bekerjasama hingga tujuannya tercapai.

2. Charles H. Cooley

Sedangkan menurut Cooley kerjasama adalah suatu kegiatan yang muncul ketika seseorang sadar bahwa mereka mempunyai tujuan dan keinginan yang sama dan juga mempunyai ilmu pengetahuan yang cukup guna mencapai tujuan tersebut.

3. Thomson dan Perry

Menurut mereka kerjasama adalah suatu kegiatan yang punya tingkat-tingkat berbeda dari mulai tahan koordinasi hingga terbentuknya kolaborasi di suatu kegiatan bersama.

4. Tangkilisan

Adapun menurut Tangkilisan kerjasama adalah sumber kemampuan dan kekuatan yang hadir di dalam suatu organisasi sehingga dapat memberikan pengaruh keputusan dan juga tindakan kelompok/organisasi.

5. Moh. Jafar Hafsah

Menyebut kerjasama ini dengan istilah kemitraan, yang artinya adalah suatu strategi bisnis yang dilakukan oleh dua pihak atau lebih dalam jangka waktu tertentu untuk meraih keuntungan bersama dengan prisip salingmembutuhkan dan saling membesarkan.

6. H. Kusnadi

Mengartikan kerjasama sebagai dua orang atau lebih untuk melakukanaktivitas bersama yang dilakukan secara terpadu yang diarahkan kepada suatu targetatau tujuan tertentu.

7. Zainudin

Memandang kerjasama sebagai kepedulian satu orang atau satu pihak dengan orang atau pihak lain yang tercermin dalam suatu kegiatan yangmenguntungkan semua pihak dengan prinsip saling percaya, menghargai, dan adanyanorma yang mengatur

Makna kerjasama dalam hal ini adalah kerjasama dalam konteksorganisasi, yaitu kerja antar anggota organisasi untuk mencapai tujuan organisasi(seluruh anggota).

8. Bowo dan Andy

Menjelaskan bahwa dalam pelaksanaan kerjasama harus tercapai keuntungan bersama (2007:50-51), Pelaksanaan kerjasama hanya dapat tercapai apabila diperoleh manfaat bersama bagi semua pihak yang terlibat di dalamnya(win-win).

Baca juga:  Seminar: Pengertian, Tujuan, Fungsi dan Jenisnya [Lengkap]

Apabila satu pihak dirugikan dalam proses kerjasama, maka kerjasama tidak lagi terpenuhi. Dalam upaya mencapai keuntungan atau manfaat bersama dari kerjasama, perlu komunikasi yang baik antara semua pihak dan pemahaman sama terhadap tujuan bersama.

9. Rosen

Menurut Rosen, pengertian kerjasama adalah sumber yang dianggap sangat efisien untuk kualitas pelayanan terutama dalam konteks kerjasama bidang ekonomi khususnya jual beli.

Manfaat Kerjasama

Salah satu aspek dari kerjasama adalah target atau tujuan yang akan di capai. Melihat hal ini, maka sudah jelas bahwa dengan adanya kerjasama diharapkan diperoleh manfaat dari pihak-pihak yang bekerjasama tersebut.

Manfaat kerjasama dilihat dari target tersebut adalah baik bersifat finansial maupun nonfinansial. Kerjasama mempunyai beberapa manfaat, yaitu sebagai berikut:

  1. Mendorong persaingan di dalam pencapaian tujuan dan peningkatan produktivitas.
  2. Individu berupaya agar dapat bekerja lebih produktif, efektif, dan efisien.
  3. Terciptanya sinergi sehingga biaya operasionalisasi akan menjadi semakin rendah yang menyebabkan kemampuan bersaing meningkat.
  4. Terwujudnya hubungan yang harmonis antarpihak terkait serta meningkatkan rasa kesetiakawanan.
  5. Menciptakan praktek yang sehat serta meningkatkan semangat kelompok.
  6. Mendorong ikut serta memiliki situasi dan keadaan yang terjadi dilingkungannya, sehingga secara otomatis akan ikut menjaga dan melestarikan situasi dan kondisi yang telah baik.

Bentuk Kerjasama

kerjasama adalah

Bentuk dari kerjasama sangat beragam. Secara umum bentuk kerja sama ada 5 yaitu sebagai berikut.

1. Kerukunan

Bentuk kerja sama ini berbentuk gotong royong dan tolong menolong antar individu.

2. Bargaining

Bentuk kerja sama ini merupakan perjanjian pertukaran barang atau jasa antara dua organisasi atau lebih.

3. Kooptasi

Bentuk kerja sama ini merupakan proses penerimaan hal-hal baru dalam kepemimpinan dan pelaksanaan politik dalam suatu organisasi agar menjadi lebih seimbang.

4. Koalisis

Bentuk kerja sama ini merupakan perpaduan antara dua organisasi atau lebih yan mempunyai tujuan yang sama.

5. Joint Venture

Bentuk kerja sama ini terjadi dalam proyek-proyek besar untuk menyukseskan suatu tujuan yang membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak dengan latar belakang yang berbeda.

Bentuk Kerjasama dalam Bisnis

Sedangkan di dalam dunia bisnis, setiap anggota yang tergabung dalam sebuah kerjasama harus berkontribusi baik ini dalam bentuk ide, dana, properti atau gabungannya. Karena ini digotong oleh beberapa bidang usaha tentu saja terdapat berbagai macam bentuk kerjasama diantaranya sebagai berikut.

1. Bagi Hasil

Bagi hasil adalah bentuk kerjasama bisnis yang paling sederhana. Dalam dunia kemitraan, sistem bagi hasil dan biasanya dilakukan oleh pelaku bisnis kecil.

Contohnya yaitu kita mengajak teman, saudara atau sanak keluarga untuk menjadi pemodal. Pembagian hasil ini nantinya akan diatur bersama sesuai kesepakatan.

2. Membuat Peluang Usaha

Sistem ini biasa dikenal dengan Business Oportunity yang menawarkan keuntungan pada orang lain atau badan usaha yang menjalankannya.

Misalnya seorang penulis yang menerbitkan buku, lalu dia mengajak kerjasama seseorang untuk membantu menjualkannya. Kemudian keuntungannya akan dibagi oleh penulis buku dan pemasar. Cara ini hampir mirip dengan sistem waralaba.

3. Build, Operate and Transfer (BOT)

Jenis kerjasama ini umumnya dipakai di bisnis properti. Sistem BOT ini mengandalkan kemampuan seseorang dalam hal melobi pemilik tanah untuk diajak kerjasama. Dalam kondisi ini biasanya dioperasikan untuk membangun usaha dalam jangka waktu tertentu.

Di tahap selanjutnya, seseorang mengembalikan tanah tersebut kepada pemilik dan memberikan keuntungan sesuai dengan kesepakatan yang disetujui.

Baca juga:  7+ Manfaat Cuka Apel Bagi Kesehatan +Kandungan dan Efek Sampingnya

4. Joint Venture

Joint Venture adalah sistem patungan yang dilakukan oleh beberapa orang. Yang menguntungkan dari sistem ini adalah pembagian resiko. Selain itu, sistem joint venture ini juga termasuk dalam kegiatan pemodal asing dan ini juga sudah diatur oleh pemerinah. Tentu saja kerjasama ini sangat menguntungkan, antara lain:

  • Mendapatkan modal dari Asing
  • Mendapatkan lebih banyak pengalaman karena kita juga bisa mempelajari menejemen mereka
  • Bisa menembus pasar luar negeri
  • Akses pihak asing menembus sumber lokal jadi lebih mudah
  • Dengan menggunakan mitra lokal, pihak asing lebih mudah menjangkau pasar domestik

5. Merger

Secara sederhana, merger diartikan sebagai penggabungan dengan melibatkan dua perseroan atau lebih yang nanti melahirkan perseroan baru. Merger juga bisa disebut dengan akuisisi sebuah perusahaan untuk dikembangkan. Dalam hal ini, salah satu perusahaan akan tetap berdiri dan sisanya akan dilebur kedalam perusahaan tersebut.

Kebaikan sistem merger ini bisa melebur kompetitor dan menciptakan perusahaan yang baru namun lebih kuat dalam menghadapi persaingan pasar. Selain itu,tujuan utama merger adalah memperbesar modal dan mengembangkan jalur produksi.

6. Konsolidasi

Perbedaan antara merger dan konsolidasi adalah merger salah satu perusahaan masih berdiri dan melebur yang lain, sementara konsolidasi melebur dua atau lebih perusahaan dan melahirkan nama baru. Karena semua perusahaan sudah melebur, maka status hukumnya sudah hilang.

Nah, keuntungan konsolidasi ini adalah penyelamatan sebuah produksi yang nyaris bangkrut dan mengurangi pesaing. Disamping itu, jalur distribusi lebih aman dan perseroan jadi lebih besar.

7. Waralaba atau Franchising

Waralaba ini adalah pemanfaatan kekayaan intelektual sebuah bidang usaha/ merk yang telah disetujui oleh kedua belah pihak. Sistem ini juga bisa dikatakan sebagai jalur pendistribusian terkahir kepada konsumen, namun pihak frenchisor memberikan hak pada pelaku bisnis untuk memakai nama, merk dan prosedur khasnya.

Jenis usaha yang paling sering menggunakan sistem ini adalah kedai minuman, jajanan dan kuliner lainnya. Uniknya, waralaba luar negeri lebih banyak peminatnya karena sudah tumbuh besar. Namun demikian, bukan berarti waralaba lokal tidak bagus karena banyak sekali waralaba lokal yang bertumbuh pesat.

Contoh Kerjasama

Setelah memahami pengertian kerjasama, manfaat dan tujuan, berikut dibawah ini adalah contoh dari kerjasama.

1. Lingkungan Rumah

Lingkungan rumah merupakan lingkup terkecil dalam melakukan sebuah kerjasama, seperti menjaga kebersihan rumah. Di dalam keluarga biasanya sudah ditetapkan tugas-tugas anggota keluarganya dalam merawat kebersihan rumah seperti menyapu lantai, mencuci pakaian serta memotong rumput.

2. Lingkungan Sekolah

Dalam lingkungan sekolah juga terdapat suatu kerjasama, sebut saja kegiatan piket harian. Para siswa yang mendapat giliran piket saling bahu membahu dalam membersihkan ruang kelasnya, hal ini tentu memperingan siswa dalam membersihkan kelas.

3. Lingkungan Masyarakat

Bentuk kerjasama di lingkungan masyarakat paling sering di lakukan. Misalnya melakukan gotong-royong, para warga saling membaur dan bersatu padu membersihkan lingkungan tempat tinggalnya agar menjadi bersih dan terhindar dari berbagai jenis penyakit.

4. Regional

Kerjasama tidak hanya berlaku bagi individu atau kelompok, hubungan kerjasama antar negara-negara juga dapat terjadi guna mencapai suatu tujuan tertentu. Dalam memfasilitasi hal ini, maka dibentuklan suatu organisasi dunia bernama Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).


Demikian ulasan mengenai pengertian, manfaat, bentuk dan contoh kerjasama. Semoga bermanfaat ya.

Mahasiswi Departemen Fisika Universitas Diponegoro dengan bidang ilmu Fisika Material