Hukum Ohm – Bunyi, Rumus, dan Contoh Soal Hukum Ohm

hukum ohm

Hukum Ohm adalah formula yang menyatakan hubungan antara tegangan, arus listrik dan hambatan dalam suatu rangkaian listrik.

Hukum ohm berbunyi “ Kuat arus listrik dalam rangkaian berbanding lurus dengan tegangan pada ujung-ujung rangkaian dan berbanding terbalik dengan hambatan”.

Sesuai dengan namanya, hukum ini ditemukan oleh Georg Simon Ohm (1787-1854) seorang fisikawan berasal dari Jerman yang mempublikasi karya nya pada tahun 1827 berjudul “The Galvanic Circuit Investigated Mathematically”.

Aplikasi hukum ini dalam kehidupan sehari-hari sangatlah luas terutama berkaitan dengan perangkat yang terdapat rangkaian elektroniknya seperti TV, Kipas Angin, Kulkas dan masih banyak lagi.  

Hukum ini menjadi dasar pada semua rangkaian listrik, Oleh karena itu pembahasan mengenai rangkaian listik tidak bisa lepas dari Hukum Ohm.

Rumus Hukum Ohm

Ada tiga relasi variabel yang tergandung dalam hukum Ohm yaitu Tegangan, Kuat Arus dan Hambatan.

Masing-masing memiliki simbol, V untuk tegangan listrik yang diukur satuannya Volt (V) , R untuk Hambatan rangkaian yang memiliki satuan Ohm (Ω)dan I adalah Kuat arus yang memiliki satuan Ampere (A).

Secara matematis, hukum ohm dinyatakan sebagai berikut.

V= I x R

  • Untuk menghitung kuat arus listrik

I = V/R

  • Untuk menghitung hambatan rangkaian

R = V/I

Untuk memudahkan memahami dan mengingat rumus hukum tersebut, digunakan ilustrasi dengan rumus bangun segitiga sebagai berikut.

hukum ohm

Anda dapat mengingat rumus hukum ohm dengan mudah, dengan cara menutup salah satu variable yang ingin Anda cari.

Misalnya, apabila ingin mencari tegangan listrik, tutup huruf V pada segitiga diatas, maka akan di peroleh tegangan listrik = IR.

Cara yang sama juga dilakukan untuk mencari nilai I dan R.

Contoh Soal

1. Diketahui nilai tegangan sebuah rangkaian sebesar 20 V dan nilai arus listriknya sebesar 2 A. Berapakah nilai hambatan rangkaian tersebut?

Baca juga:  Ragam Bahasa Indonesia: Pengertian, Fungsi, Ciri dan Contohnya

Diketahui :

V= 20 V

I = 2 A

Ditanya: R = ?

Jawab:

R= V/I = 20/2 = 10 Ohm

Jadi, nilai hambatan rangkaian tersebut adalah 10 Ohm.

2. Sebuah rangkaian listrik memiliki tegangan dan hambatan seperti pada gambar berikut.

hukum ohm

Berapakah nilai arus listrik pada rangkaian tersebut?

Diketahui :

V= 12 Volt

R= 6 Ohm

Ditanya: I = ?

Jawab:

I = V/R

= 12/6

= 2 A

Jadi, nilai arus rangkaian tersebut adalah 2 Ampere.

3. Sebuah rangkaian listrik memiliki arus listrik dan hambatan seperti pada gambar berikut.

Berapakah nilai tegangan rangkaian tersebut?

Diketahui :

I= 5 Volt

R= 8 Ohm

Ditanya: I = ?

Jawab:

V = I R

= 5. 8

= 40 V Jadi, nilai tegangan rangkaian tersebut adalah 40 V.

Lulusan Departemen Fisika Universitas Diponegoro. Senang belajar dan meneliti.

Be the first to comment

Leave a Reply