A password will be e-mailed to you.

     

    Belakangan ini dunia maya kita diramaikan berita tentang berita-berita langit. baik itu tentang gerhana ataupun pendaratan NASA di bulan. Karena sudah banyak artikel saintif yang bahas, jadi artikel ini tidak akan membahas hal itu, hehe (silakan kesal).

    Kalau kamu pernah menonton Spongebob, pasti kenal yah dengan tokoh Flying Dutchman? Flying Dutchman digambarkan sebagai hantu pelaut lengkap dengan kapal hantunya. Yap, mungkin sudah banyak pembaca yang tahu kalau Flying Dutchman di Spongebob sebenarnya diangkat dari legenda yang populer di kalangan orang Eropa.

    Meskipun cuma mitos, tapi kita sepertinya perlu mencari tahu asal muasal munculnya mitos ini. “Every legend has a beginning” kata orang; Pasti ada hal yang melatar belakangi legenda kapal-kapal berhantu seperti The Flying Dutchman.

    Jika kita membuka wikipedia, kita sepertinya bisa menarik sebuah kesimpulan bahwa ternyata legenda-legenda kapal berhantu  terispirasi dari kisah-kisah nyata. Setidaknya ada 25 kasus kapal berhantu yang valid dalam sejarah. Salah satu contoh yang paling terkenal adalah kapal Mary Celeste yang berkeliaran bebas di lautan tanpa seorang pun di atasnya. Selengkapnya bisa Anda baca di (sini).

    Tunggu-tunggu, jadi kapal berhantu itu benar-benar nyata?! Apakah kapal-kapal itu benar-benar dikendalikan hantu?

     

    Yuk, mari bermain-main dengan fisika!

    Yah, sebenarnya fenomena kapal berhantu hanyalah kejadian biasa-biasa saja jika kita memahami dua pembahasan dalam fisika: Prinsip Archimedes dan dinamika fluida. Mungkin pembaca sudah paham bahwa prinsip Archimedes digunakan dalam perancangan kapal supaya kapalnya mengapung. Yap, penjelasan ilmiah tentang mengapa kapal yang sangat-sangat berat itu bisa mengapung tentu saja harus berdasarkan prinsip tersebut.

    Berdasarkan prinsip Archimedes, benda yang dimasukkan ke dalam suatu zat cair akan didorong oleh gaya seberat zat cair yang digantikan oleh bagian benda tersebut yang tercelup. (Aduh, njelimet ya bahasanya, kita lihat saja ilustrasinya).

    https://www.britannica.com/science/buoyancy

    Nah, sesuai ilustrasi di atas, benda yang awalnya memiliki berat 5 kg setelah dimasukkan ke dalam air beratnya menjadi 3 kg, karena air yang digantikan beratnya 2 kg. (Sebenarnya kg bukan satuan berat sih, tapi ini untuk mempermudah saja kok. Benda bermassa 1 kg memiliki berat sekitar 9,8 N.)
    Mari kita lihat contoh yang lebih aplikatif:

    ilustrasi kapal

    https://www.sparaft.com/archimedes-principle/

    Jadi, bagian bawah kapal yang berisi udara dan tercelup itu sudah menggantikan air seberat keseluruhan badan kapal, sehingga terjadilah keseimbangan antara gaya berat kapal dengan gaya Archimedes.

    Baca juga:  Lubang Hitam, Kini Aku Mengenalimu!

     

    Lalu, apa kaitannya dengan kapal berhantu?

    Berdasarkan investigasi yang dilakukan terhadap kapal Mary Celeste, insiden yang terjadi pada kapal tersebut kurang lebih sbb:

    • Terjadi kebocoran pada kapal Mary Celeste, air memasuki bagian bawah kapal.
      Makin lama kapal makin turun, seolah akan tenggelam. (Dan normalnya, kapal bocor memang akan tenggelam.)
    • Awak kapal menyelamatkan diri menggunakan perahu-perahu kecil yang tersedia di kapal.
    • Terjadi fenomena dinamika fluida yang tidak diperhitungkan oleh para penumpang, air berhenti mengalir saat ketinggian air dalam kapal sudah sama tinggi dengan lubang dan terjadi kesetimbangan. Air yang memasuki kapal tidak cukup untuk menenggelamkan kapal.
    • Kapal selamat, namun tidak dengan para penumpang.

    Kira-kira hal seperti itu pula lah yang terjadi pada kapal-kapal “berhantu” lainnya. Adapun dengan kejadian kapal-kapal tanpa awak tersebut berbelok-belok dengan sendirinya, maka itu disebabkan oleh arus air laut. (Fyi: Jejak-jejak kapal berhantu kemudian digunakan untuk mengetahui arus laut.)

    arus laut

    Yap, sampai di sini saja artikel kali ini. Pesannya, saat kita memberikan penjelasan tentang sebuah fenomena, jangan lupa ya untuk mengedepankan pemikiran rasional berdasarkan ilmu pengetahuan. Ini bisa kita terapkan dalam menelaah fenomena-fenomena lainnya, contohnya sudah disebutkan di awal artikel: gerhana dan moon landing.

    Terinspirasi dari video ted ed:

     


    Tulisan ini adalah kiriman penulis. Kamu juga bisa membuat tulisanmu sendiri di Saintif dengan bergabung di Saintif Community

     

    No more articles