Doa Awal Tahun dan Akhir Tahun [LENGKAP TERSAHIH]

doa awal tahun

Doa awal tahun berbunyi: Allâhumma mâ ‘amiltu min ‘amalin fî hâdzihis sanati mâ nahaitanî ‘anhu, wa lam atub minhu, wa hamalta fîhâ ‘alayya bi fadhlika ba‘da qudratika ‘alâ ‘uqûbatî…. selengkapnya dalam artikel ini.

Apabila kita menengok pada hadits Nabi, memang benar bahwa tidak ada doa khusus yang dibaca Rasulullah S.A.W. ketika menjelang akhir dan awal tahun baru Hijriah, apalagi dengan tahun baru Masehi yang biasa dikaitkan dengan tahun baru “agama lain”.

Namun, sebenarnya doa awal tahun dan akhir tahun tidaklah berkaitan dengan agama lain. Allah senantiasa memberikan nikmat setiap waktu dari tahun ke tahun kepada semua hambanya. Oleh karenanya, hendaknya kita bersyukur akan nikmat yang telah diberikan serta berdoa agar kelak menjadi lebih baik daripada tahun sebelumnya.

Setiap waktu sudah pasti Allah SWT memberikan nikmat kepada hamba-hambanya. Sebagai hambanya kita wajib mensyukuri akan nikmat yang telah diberikan, baik nikmat kecil serta nikmat yang luar biasa besar. Untuk itulah beberapa umat muslim berdoa di kala menjelang akhir tahun serta awal tahun sebagai bentuk rasa syukur dan muhasabah.

Doa Akhir Tahun

Adapun doa yang dipanjatkan ketika menjelang akhir tahun atau menjelang maghrib pada hari terakhir bulan Dzulhijjah.

اَللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هَذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْه وَحَلُمْتَ فِيْها عَلَيَّ بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوبَتِي وَدَعَوْتَنِي إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَتِي عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي اسْتَغْفَرْتُكَ فَاغْفِرْلِي وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَّنِي عَلَيْهِ الثّوَابَ فَأَسْئَلُكَ أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنِّي وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ

"Allâhumma mâ ‘amiltu min ‘amalin fî hâdzihis sanati mâ nahaitanî ‘anhu, wa lam atub minhu, wa hamalta fîhâ ‘alayya bi fadhlika ba‘da qudratika ‘alâ ‘uqûbatî, wa da‘autanî ilat taubati min ba‘di jarâ’atî ‘alâ ma‘shiyatik. Fa innî astaghfiruka, faghfirlî wa mâ ‘amiltu fîhâ mimmâ tardhâ, wa wa‘attanî ‘alaihits tsawâba, fa’as’aluka an tataqabbala minnî wa lâ taqtha‘ rajâ’î minka yâ karîm."

Artinya :

“Tuhanku, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Kau larang-sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu-sementara Kau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Kau perintahkan untuk tobat-sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakai-Mu. Tuhanku, aku berharap Kau menerima perbuatanku yang Kau ridhai di tahun ini dan perbuatanku yang terjanjikan pahala-Mu. Janganlah kau membuatku putus asa. Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah.”

Doa Awal Tahun

doa awal tahun

Setelah akhir tahun pasti ada awal tahun yang akan menyambut kita. Sudah pasti kita berharap agar tahun mendatang kita diberikan kehidupan yang lebih baik, nikmat yang lebih baik daripada tahun sebelumnya.

Baca juga:  Sejarah dan Mukjizat Nabi Musa AS [TERLENGKAP]

الّلهُمَّ أَنْتَ الإِلهُ الْقَدِيْمُ، وَهذِهِ سُنَّةٌ جَدِيْدَةٌ، فَأَسْأَلُكَ فِيْهَا الْعِصْمَةَ مِنَ الشَّيْطَانِ، وَالْقُوَّةِ عَلى هذِهِ النَّفْسِ الْأَمَّارَةِ بِالسُّوْءِ، وَالِإشْتِغَالَ بِمَا يُقَرِّبُني إِلَيْكَ يَا كَرِيْمُ، يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَام

"Allohumma antal ilahul qodim, wa hadzihi sanatun jadidah. Fa as’aluka fihal ‘ishmata minas syaithon, wal quwwata ‘ala hadzihin nafsil ammaroti bis su’i, wal isytighola bi ma yuqorribuni ilaika ya karim, ya dzal jalali wal ikrom"

Artinya :

"Ya Allah, Engkaulah Tuhan Yang Maha Terdahulu (Sebelum Ada Apapun). Hari ini adalah tahun yang baru. Maka aku memohon kepada-Mu perlindungan dari setan,  kekuatan mengendalikan hawa nafsu dari amarah yang buruk, dan disibukkan dengan sesuatu yang mendekatkanku kepada Engkau, Yang Maha Mulia. Yang Memiliki Keagungan dan Kemuliaan. "

يَا عِمَادُ مَنْ لَا عِمَادَ لَه، يَا ذَخِيْرَةُ مَنْ لَا ذَخِيْرَةَ لَه، يَا حِرْزُ مَنْ لَا حِرْزَ لَه، يَا غِيَّاثُ مَنْ لَا غِيَّاثَ لَهُ، يَا سَنَدُ مَنْ لَا سَنَدَ لَه، يَا كَنْزُ مَنْ لَا كَنْزَ لَه، يَا حُسْنَ الْبَلَاءِ، يَا عَظِيْم الرَّجَاءِ، يَا عِزّ الضُّعَفَاءِ، يَا مُنْقِذ الْغُرْقى، يَا مُنْجِيّ الْهلْكى

"Ya ‘imadu man la ‘imada lahu, ya dzakhirotu man la dzakhirota lahu, ya hirzu man la hirza lahu, ya ghiyatsu man la ghiyatsa lahu, ya sanadu man la sanada lahu, ya kanzu man la kanza lahu, ya husnal bala’, ya ‘azhimar roja’, ya ‘izzad dhu’afa, ya munqidzal ghurqo, ya munjiyal halka"

Artinya :

"Yang Maha Dijunjung dimana tidak ada junjungan yang lain. Yang Maha Kaya dimana tidak ada yang kaya. Yang Maha Menolong dimana tidak ada yang bisa menolong. Yang Menjadi Sandaran dimana tidak ada yang bisa menjadi sandaran. Wahai Yang Memiliki Kekayaan. Wahai Yang memberikan cobaan dengan sangat baik. Wahai Yang Paling Agung untuk Diharapkan. Wahai Yang Maha Perkasa. Wahai Penyelamat Mereka yang tenggelam. Penyelemat mereka yang akan binasa."
 يَا مُنْعِمُ، يَا مُجَمَّلُ، يَا مُفَضِّلُ، يَا مُحْسِنُ، أَنْتَ الذي سُجِدَ لَكَ سَوَادَ الَّليْلِ، وَنُوْرَ النَّهَارِ، وَضَوْءَ الْقَمَرِ، وَشِعَاعَ الشَّمْسِ، وَدَوّي الْمَاءِ، وَحَفِيْفَ الشَّجَرِ، يَا اللّهُ، لَا شَرِيْكَ لَكَ  
 "Ya mun’imu, ya mujammilu, ya mufashilu, ya muhsinu, antal ladzi sujida laka sawadallail wa nuron nahar, wa dhou’al qomar, wa syu’aas syams, wa dawiyyal ma’, wa hafifas syajar, ya allah, la syarika lak"

Artinya :

"Wahai Pemberi Nikmat. Wahai Yang membuat sesuatu menjadi indah. Wahai Yang memberikan kelebihan. Wahai Pemberi Kebaikan. Engkau yang membuat orang bersujud di gelapnya malam, terangnya siang, di bawah cahaya rembulan, di bawah sinar matahari, di dalam gemericik air, dan bersama lambaian pohon, Wahai Allah, Tiada Yang Bisa Menyekutukan Engkau."
 اللّهُمَّ اجْعَلْنَا خَيْراً مِمّا يَظُنُّوْنَ، وَاغْفِرْ لَنَا مَا لَا يَعْلَمُوْنَ، وَلَا تُؤَاخِذْنَا بِمَا يَقُوْلُوْنَ، حَسْبِيَ اللهُ لَا إِلهَ إِلَّا هُوَ، عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ، آمَنَّا بِهِ كُلٌّ مِنْ عِنْدِ رَبِّنَا، وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُوْلُو الأَلْبَابِ، رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا، وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ”. 
"Allohummaj’alna khirom mimma yazhunnuna, waghfirl lana ma la ya’lamun, wa la tu’akhidzna bima yaqulun, hasbiyallah la ilaha illa huwa, ‘alaihi tawakkaltu wa huwa rabbul ‘arsyil ‘azhim. Amanna bihi kullum min ‘indi robbina, wa ma yadzdzakkaru illa ulul albab, robbana la tuzigh qulubana ba’da idz hadaitana, wahab lana mil ladunka rohmah, innaka antal wahhab"
Artinya :
"Ya Allah jadikan kami menjadi baik seperti yang manusia sangka. Dan ampuni kami dari apa yang kami tidak ketahui. Dan jangan siksa kami akibat perkataan mereka. Cukuplah Allah (sebagai Pelindung), Tiada Tuhan Selain Dia. Kepadanyalah aku berserah diri, dan Dia adalah Tuhan ‘Arsy yang Agung. Kami beriman bahwa segala sesuatu berasal dari Tuhan kami. Dan tidaklah mengingat hal ini kecuali orang-orang yang berpikir. Ya Allah, janganlah gelincirkan hati kami setelah Engkau beri petunjuk, dan anugerahilah kami rahmat dari sisi-Mu. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Memberi Anugerah."

Demikianlah artikel mengenai doa awal dan akhir tahun, semoga kita menjadi hamba yang beriman kepada Allah S.W.T.

Menyukai hal berbau sains dan teknologi. Menyelesaikan studi fisika material di Universitas Diponegoro.