Loading Likes...

Deadline merupakan sebuah batasan waktu seseorang untuk melakukan suatu kerja.

Deadline sering dianggap remeh oleh beberapa orang sehingga mereka menunda-nunda pekerjaannya.

Hal ini menjadikan seseorang menjadi “deadliner”

Menjadi deadliner sering dilakukan oleh banyak orang di kalangan masyarakat baik itu mahasiswa maupun pekerja.Menumpuknya tugas,laporan maupun kegiatan membuat seseorang menghindari hal-hal tersebut dengan menunda.

Berbagai alasan mengapa menjadi  seorang deadliner telah dikembangkan banyak orang seperti hal berikut:

 

Merasa Lebih Produktif dan Kreatif

Seorang deadliner biasanya akan bekerja lembur untuk menyelesaikan pekerjaan saat mendekati tenggat waktu yang telah ditetapkan.

Hal itulah yang dikenal dengan istilah SKS (Sistem Kebut Semalam)

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Harvard Bussiness School membuktikan bahwa beberapa orang akan menunjukkan best performance di bawah tekanan.

Selain itu seorang deadliner akan memasang strategi bagaimana menyelesaikan pekerjaan secara cepat sehingga merasa dirinya lebih kreatif.

 

Lebih Fokus Untuk Bekerja

Prioritas utama bagi seorang deadliner adalah menyelesaikan pekerjaannya saat mendekati deadline.

Menurut RIchard Boyatzis dari Harvard Bussiness School, seorang deadliner akan lebih fokus menghadapi satu masalah dan tidak mempedulikan masalah lain seperti makan,minum, dan lain-lain.

Alasan-alasan diatas ternyata cukup untuk memotivasi seseorang untuk menjadi deadliner.

Namun,ternyata menjadi seorang deadliner berdampak buruk bagi tubuh kita

 

Memicu Adrenalin pada Tubuh

Saat kita menjelang deadline maka tubuh akan bereaksi.

Tubuh akan mengeluarkan sumber kafein alami-kortisol dan bahan kimia lain yang memacu kecepatan kerja tubuh.Kemudian kafein juga ditambah dari luar tubuh sehingga tubuh semakin kuat.

Adanya kekuatan tambahan tersebut kita merasa seperti tokoh animasi Hulk yang tiba-tiba menjadi kuat saat marah.

Peningkatan adrenalin inilah yang membuat kebanyakan orang merasa lebih produktif

 

Menimbulkan Berbagai Penyakit

Hormon adrenalin yang berlebihan akan menimbulkan stres yang berdampak buruk bagi tubuh.Selain itu,hormon adrenalin yang berlebihan juga mengganggu sistem digesti.

Menurut berbagai penelitian, sumber kafein alami-kortisol menyebabkan penyakit diabetes.

Orang yang mengeluarkan tenaga lebih besar akan lebih sering mengkonsumsi gula dan karbohidrat yang lebih banyak

Selain itu, konsumsi obat stimulan dan kafein juga berdampak pada kerusakan sel syaraf otak yang menyebabkan penurunan kreatifitas

 

Penurunan Fungsi Otak

Deadline memang menjadi momok yang menakutkan bagi sebagian orang.

Kita akan merasa takut akan dimarahi atau dicemooh oleh atasan kita jika tidak menyelesaikan tugas tepat waktu.

Menjelang deadline otak kita akan bereaksi terhadap rasa takut tersebut.Amigdala merupakan bagian otak yang merespon rasa takut ini.

Amigdala yang terletak di sisi temporal otak akan berkembang.Sebaliknya sisi frontal otak-mengatur kreatifitas,mobilitas,dan memori-mengalami penyusutan.

Letak Amigdala

 

Kesimpulan

Menjadi seorang deadliner memang dianggap sebagai hal yang positif bagi sebagian orang.Namun pikiran positif tersebut akan berdampak negatif dikemudian hari.Dampak negatif tersebut perlahan-lahan akan merusak tubuh kita.Jika kebiasaan tersebut terus dilakukan maka dampaknya akn lebih buruk lagi.

Maka dari itu, kita sebagai seorang mahasiswa dan pekerja janganlah selalu menunda-nunda pekerjaan.

 


Tulisan ini adalah kiriman dari penulis. Kamu juga bisa membuat tulisanmu sendiri di Saintif dengan bergabung di Saintif Community


 

Referensi

  • https://www.qerja.com/journal/view/7213-inilah-yang-terjadi-pada-tubuh-ketika-bekerja-menjelang-deadline/
  • https://www.psychologytoday.com/intl/blog/counseling-keys/201506/the-dark-side-deadlines
  • https://bigthink.com/ideafeed/are-deadlines-good-or-bad-for-creativity