10 Tanda dan Ciri-Ciri Fisik Selama Masa Kehamilan

ilustrasi oleh dribbble,com

Ciri fisik wanita hamil mudah sekali terlihat, mulai dari perut yang membesar, penambahan berat badan, mual, hingga sakit punggung.

Akan tetapi, terdapat juga beberapa perubahan tubuh yang mungkin tidak terduga bahkan dapat membuat beberapa ibu hamil terkejut. Berikut ulasan lebih jelasnya.

Menurut Kim Trout, bidan perawat bersertifikat di Philadelphia, salah satu perubahan yang sering membuat beberapa wanita hamil terkejut yaitu peningkatan ukuran payudara. Perubahan tidak terduga berikutnya yaitu varises di alat kelamin.

Kebanyakan ibu hamil menganggap bahwa varises hanya terjadi di kaki selama kehamilan, namun vena di dekat vagina dan vulva juga dapat bengkak dan umumnya hal ini muncul di trimester ketiga.

Berikut ciri-ciri fisik wanita ketika hamil, diantaranya yaitu:

1. Terjadi Keram kaki

Ibu hamil mungkin akan mengalami kram di kaki secara tiba-tiba, merasa ada sesuatu yang bergerak di kaki atau keinginan untuk menggerakkan kaki, utamanya di malam hari.

Ciri-ciri fisik wanita hamil tersebut dapat disebabkan oleh kekurangan zat besi atau kalium dalam tubuh. Untuk mengatasinya, regangkan kaki sebelum tidur dan berolahraga teratur. Selain itu juga dapat mengonsumsi pisang yang mengandung banyak kalium.

2. Gusi berdarah

Gusi berdarah merupakan salah satu ciri-ciri fisik wanita hamil, yang sering dialami. Kondisi ini berpotensi menjadi infeksi seperti radang gusi.

Wanita menjadi lebih rentan terhadap infeksi selama kehamilan karena sistem kekebalan tubuhnya melemah.

Namun beberapa wanita takut pergi ke dokter gigi ketika hamil, dan jika dokter gigi menganjurkan untuk pemeriksaan gigi dengan menggunakan sinar-X di masa kehamilan, sebenarnya hal ini masih aman, selamai perut dilindungi dengan benar dari sinar radiasi.

3. Perubahan pada payudara

Payudara ibu hamil akan terasa lebih kencang, lembut dan puting lebih sensitif terhadap sentuhan. Untuk mengatasinya, dapat mengenakan bra hamil ketika tidur.

Selain itu, kulit di sekitar puting (areola) akan tampak gelap dan membesar di awal kehamilan. Payudara ibu hamil akan mulai mengeluarkan kolostrum, yaitu cairan susu.

Ciri-ciri fisik wanita hamil ini biasanya terjadi selama trimester ketiga tetapi bisa terjadi lebih awal.

4. Perubahan pada rambut

Ibu hamil mungkin akan memiliki rambut yang bagus karena estrogen meningkatkan, fase pertumbuhan folikel rambut yang menghasilkan rambut lebih tebal dan lebih sehat.

Selain dapat mempunyai rambut yang tebal, juga lebih banyak pertumbuhan rambut di tubuhnya, terkadang di tempat yang tidak diinginkan, seperti di sekitar bibir atas, perut, punggung dan puting.

Rambut tersebut dapat dicukur setelah kadar estrogen berkurang usai melahirkan. Atau bahkan mengalami rambut rontok, yang kerap terjadi setelah mandi dan ini normal. Tenang, persoalan ini akan kembali seperti sedia kala dalam waktu empat hingga enam bulan setelah melahirkan.

5. Perubahan pada kuku

Ciri-ciri fisik wanita hamil juga tampak pada kuku yang cenderung menjadi kasar, dan kondisi ini membuat kuku lebih rapuh.

Perubahan kuku ini karena adanya peningkatan aliran darah ke jari tangan dan kaki sebab peningkatan kadar estrogen. Seperti rambut, kuku juga cenderung tumbuh lebih cepat ketika hamil.

6. Perubahan pada kulit

Perubahan kulit sangat wajar selama kehamilan, tetapi yang cenderung dikhawatirkan ibu hamil yaitu stretch mark.

Garis-garis merah muda dan keunguan ini umumnya terlihat pada perut, payudara, bokong atau paha wanita, yang menyebabkan gatal.

ciri fisik wanita hamil

Selain stretch mark, berikut perubahan pada kulit lainnya:

  • Kulit cerah: Wanita yang hamil cenderung memiliki kulit yang cerah, hal ini disebabkan meningkatnya sirkulasi darah ke kulit. Tapi tidak semuanya cerah ketika datang ke perubahan kulit selama kehamilan. Perubahan pigmen juga dikenal sebagai melasma atau chloasma.
  • Bercak di kulit: Bercak-bercak kecokelatan kulit yang gelap dapat muncul di wajah di sekitar mata dan di atas pipi dan hidung, sebab peningkatan melanin, pigmen yang memberi warna pada kulit.
  • Linea nigra (garis perut). Selain itu, kadar hormon yang berfluktuasi dapat menghasilkan garis gelap di bagian tengah perut yang menjalar dari pusar ke tulang kemaluan.

7. Kondisi jerawat memburuk

Kondisi jerawat juga dapat memburuk selama kehamilan atau bahkan menyebabkan timbulnya jerawat pada wajah yang mulus. 

Perubahan hormon yang menyebabkan kulit mengeluarkan lebih banyak minyak kemungkinan menjadi penyebab jerawat. 

8. Perubahan suhu tubuh

Ibu hamil akan cenderung merasa lebih hangat dan banyak berkeringat karena peningkatan metabolisme dan aktivitas kelenjar keringat.

Supaya tetap sejuk, terutama di musim panas, disarankan mengenakan pakaian longgar dan minum banyak air setiap hari.

9. Perubahan pada sendi dan ligamen

Selama mengandung janin, tubuh akan mengeluarkan relaxin atau hormon kehamilan, yang berfungsi untuk melonggarkan sendi dan ligamen dan ini dapat memudahkan persalinan.

Relaxin berfungsi meregangkan sendi dan ligamen di seluruh tubuh. Hal ini dapat menyebabkan nyeri punggung dan linu panggul, atau nyeri di sepanjang saraf skiatik yaitu dimulai di punggung bawah dan menjalar melalui bagian belakang dan bawah kaki.

10. Pembengkakan di kaki dan wajah

Tidak sedikit ibu hamil mengalami pembengkakan pada kaki, yang disebabkan peningkatan hormon pertumbuhan.

Pembengkakan di kaki dan pergelangan kaki juga bisa terjadi karena tubuh memproduksi cairan tambahan yang mungkin menyatu di dua area ini. Tangan dan pergelangan tangan juga mengalami pembengkakan.

Ciri-ciri orang hamil dari raut wajah juga akan tampak mengalami pembengkakan.  Ketika menjelang waktu persalinan, pembengkakan biasanya menjadi lebih terlihat.

Demikian ulasan terkait tanda dan ciri-ciri fisik yang dialami ibu hamil. Jika tanda yang lain muncul atau ciri-ciri diatas yang berlebihan, segera konsultasikan dokter. Semoga bermanfaat!

Artikel Terkait