Panduan Lengkap Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan

Cara mencairkan bpjs ketenagakerjaan
ilustrasi oleh dribbble.com

Cara mencairkan bpjs ketenagakerjaan yaitu secara offline dengan langsung datangke kantor BPJS Ketenagakerjaan terdekat  dan secara online untuk menekan resiko kontak fisik selama COVID-19.

BPJS Ketenagakerjaan merupakan badan hukum yang memberikan perlindungan kepada seluruh tenaga kerja di Indonesia dari masalah sosial ekonomi tertentu, dimana saat ini sudah meningkatkan kualitas layanan kepada para pesertanya.

Peningkatan kualitas ini berkaitan dengan sudah adanya pembaharuan kebijakan bahkan memberikan kemudahan pelayanan bagi para peserta BPJS Keternagakerjaan.

Salah satunya ditandai dengan hadirnya layanan Jaminan Hari Tua (JHT) dari BPJS Ketenagakerjaan yang dapat klaim atau mencairkan dana saat perusahaan sudah mendaftarkan pekerjanya kedalam program BPJS TK ini.

Proses klaim atau mencairkan BPJSTK melalui syarat ketentuan yang sudah di tetapkan. Apabila ingin mencairkan dana jaminan hari tua kalian harus tahu bagaimana agar proses pelayanan dapat dilakukan dengan cepat.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No.60 tahun 2015 yang sudah berlaku sejak 1 september 2015 bahwa saldo Jaminan Hari Tua bisa diambil 10,30 sampai 100 persen tanpa harus menunggu usia mengikuti program ini selama 10 tahun ataupun dengan usia minimal 56 tahun sebagaimana yang tercantum dalam peraturan sebelumnya.

Nah, apa saja persyaratan yang harus dipenuhi dan bagaiman cara mencairkan BPJS ketenagakerjaan? Untuk lebih jelasnya simak penjelasan berikut ini.

Persyaratan untuk mencairkan BPJS Ketenagakerjaan

Cara mencairkan bpjs ketenagakerjaan

Peserta BPJS Ketenagakerjaan yang ingin mencairkan dana Jaminan Hari  Tuanya 100 persen maka status kepesertaan BPJSTK harus sudah tidak aktif dimana proses penonaktifan kepesertaan dilakukan oleh perusahan tempat peserta bekerja.

Baca juga:  Teori Produksi: Pengertian, Macam-Macam, Ruang Lingkupnya, dan Contohnya

Kepersertaan BPJSTK akan tidak aktif apabila karyawan sudah keluar dari perusahaan dan iuran BPJSTK tidak dilakukan lagi oleh perusahaan. Klaim pencairan dana Jaminan Hari Tua 100 persen hanya dapat dilakukan saat sudah tidak bekerja lagi baik itu di PHK ataupun resign dari perusahaan.

Apabila sudah melakukan prosedur pencairan BPJSTK, dana akan cair setidaknya satu bulan setelah peserta meninggalkan perusahaan.

Cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan program JHT 10 persen dan 30 persen

Adapun persyaratan yang harus dilengkapi sebagai berikut.

  1. Peserta BPJS Ketenagakerjaan setidaknya terdaftar minimal 10 tahun dan masih bekerja di perusahan.
  2. Membawa kartu BPJS Ketenagakerjaan beserta fotokopinya.
  3. Membawa KTP Asli atau Paspor serta fotokopinya.
  4. Menunjukan Kartu Keluarga (KK) asli serta fotokopi.
  5. Membawa surat keterangan masih aktif bekerja di perusahaan.
  6. Membawa buku rekening tabungan bank

Apabila ingin mencairkan dana JHT sebesar 30 persen, perlu menambahkan dokumen perumahan sebagai bukti pendukung untuk pencairan.

Cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan program JHT 100 persen

  1. Peserta sudah tidak bekerja di perusahan baik itu PHK ataupun resign
  2. Membawa kartu BPJS Ketenagakerjaan.
  3. Menyertakan Paklaring atau surat keterangan berhenti bekerja
  4. Membawa Kartu Keluarga (KK).
  5. Membawa KTP atau SIM.
  6. Membawa buku rekening tabungan
  7. Masing-masing dokumen di fotokopi minimal satu lembar
  8. Membawa pas foto 3×4 dan 4×6 masing-masing 4 rangkap.

Proses mencairkan BPJS Ketenagakerjaa

Proses pencairan dana JHT bisa dilakukan dengan dua prosedur yaitu secara offline dengan langsung datangke kantor BPJS Ketenagakerjaan terdekat  dan secara online untuk menekan resiko kontak fisik selama COVID-19.

Cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan program JHT online maupun offline harus mengikuti ketentuan dan syarat yang berlaku.

Berikut adalah prosedur pencairan dana Jaminan Hari Tua secara offline:

Baca juga:  15+ Jenis Bunga yang cocok untuk dekorasi rumah dan cara perawatannya

Cara Klaim JHT Offline

  1. Datang langsung ke kantor BPJS Ketenagakerjaan terdekat di Kota kalian
  2. Membawa semua dokumen persyaratan yang dibutuhkan untuk mengklaim dana JHT baik itu dokumen asli beserta fotokopiannya
  3. Mengisi formulir pengajuan klaim Jaminan Hari  Tua
  4. Setelah mengisi formulir kalian akan mendapat nomor antrian
  5. Menandatangani surat pernyataan bahwa tidak sedang bekerja diperusahaan.
  6. Cek kelengkapan dokumen
  7. Tahap wawancara dan foto sebagai bukti pencairan dana JHT
  8. Proses transfer saldo JHT akan dikirim ke rekening anda

Ditengah pandemi COVID-19 sebagian kantor memilih melayani masyarakat secara online untuk menekan kontak fisik, oleh karena itu proses pencairan dana JHT dapat dilakukan secara online melalui situs BPJS Ketenagakerjaan.

Berikut adalah prosedur yang dapat dilakukan secara online melalui e-klaim :

Cara Klaim JHT Online

  1. Daftarkan diri melalui website https://es.bpjsketenagakerjaan.go.id/login/ dan isi formulir secara online
  2. Cek kelengkapan formulir kemudian masukan kode verifikasi
  3. Menyiapkan dan mengupload semua dokumen persyaratan yang sudah discan
  4. Menunggu konfirmasi dari pihak BPJS Ketenagakerjaan melalui alamat email paling tidak 1×24 jam
  5. Peserta diminta datang ke kantor BPJS Ketenagakerjaan terdekat dengan membawa dokumen asli dan fotokopiannya
  6. Proses transfer saldo kira-kira membutuhkan waktu 10 hari kerja.

Demikian penjelasan mengenai panduan lengkap bagaimana cara mencairkan dana BPJS Ketenagakerjaan. Semoga Bermanfaat!

Lulusan Departemen Fisika Universitas Diponegoro. Senang belajar dan meneliti.

Be the first to comment

Leave a Reply