Bacaan Sholat Subuh beserta doa Qunut [LENGKAP]

bacaan sholat subuh
ilustrasi oleh dribbble.com

Bacaan sholat subuh salah satunya adalah membaca doa qunut yang berbunyi Allah hummah dinii fiiman hadait. Wa’aa finii fiiman ‘aafait.
Watawallanii fiiman tawal-laiit. Wabaariklii fiimaa a’thait. Waqinii syarramaa qadhait. dan selengkapnya dalam artikel ini.

Sebagai umat islam, sudah menjadi kewajiban kita untuk menjalankan sholat fardhu lima waktu. Waktu-waktu sholat tersebut adalah shubuh, dzuhur, ashar, maghrib dan isya’. Salah satu waktu sholat yang cukup berbeda adalah sholat di waktu shubuh.

Sholat shubuh memiliki jumlah raka’at yang paling sedikit dimana hanya terdapat 2 raka’at saja. Namun, seringkali kita melupakan do’a yang dibaca ketika sholat shubuh.

Untuk itulah, artikel ini membahas tentang tata cara sholat shubuh mulai dari niat, tata cara serta bacaan untuk sholat shubuh.

Waktu Sholat Shubuh

Pada dasarnya, sholat shubuh tidak bisa dilakukan pada sembarang waktu. Sholat shubuh dapat dilakukan ketika fajar mulai menyingsing atau ketika cahaya bintang mulai redup karena cahaya matahari sampai terbitnya matahari.

Tentunya setiap daerah memiliki waktu shubuh masing-masing karena perbedaan waktu. Untuk itulah, kita dapat melihat jadwal sholat shubuh sesuai yang telah ditetapkan oleh Kemenag untuk setiap daerah.

Niat Sholat Shubuh

Ketika menjalankan sholat shubuh, hendaknya kita memulainya dengan niat terlebih dahulu. Niat sholat shubuh dapat dilantunkan pelan atau dibaca di dalam hati sebelum takbiratul ihram.

Adapun bacaan niat tersebut adalah :

أُصَلِّى فَرْضَ الصُّبْح رَكَعتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى

Usholli Fardlon Shubhi Rok’ataini Mustaqbilal Qiblati Adaa-an Lillahi Ta’aala.

Artinya :

Aku niat melakukan sholat fardu subuh 2 rakaat, sambil menghadap qiblat, saat ini, karena Allah Ta’ala.”

bacaan sholat subuh

Tata Cara Sholat Shubuh

Setelah membaca niat, kita harus menjalankan sholat shubuh sesuai dengan tata cara yang telah dijelaskan dalam Al-Quran dan Hadits.

Berikut merupakan urutan tata cara dalam melakukan sholat subuh :

1. Membaca Niat12. Membaca Al-Fatihah
2. Takbiratul Ikhram13. Membaca surat pendek
3. Membaca Doa Iftitah14. Rukuk
4. Membaca Al-Fatihah15. Iktidal
5. Membaca Surat Pendek16. Membaca Doa Qunut
6. Rukuk17. Sujud ke-1
7. Iktidal18. Duduk diantara 2 Sujud
8. Sujud ke-119. Sujud ke-2
9. Duduk Diantara 2 Sujud20. Duduk Iftirasy
10. Sujud ke-221. Tahiyat Akhir
11. Berdiri untuk rakaat ke-222. Salam

Perlu diketahui bahwa, tata cara yang telah dijelaskan haruslah dilakukan secara urut. Selain itu, setiap gerakan yang kita lakukan harus tuma’ninah. Arti tuma’ninah disini adalah diam sejenak sampai seluruh anggota badan kita berhenti bergerak.

Bacaan Sholat Subuh

Adapun bacaan yang perlu dibaca ketika melakukan gerakan sholat subuh. Bacaan-bacaan tersebut adalah :

Takbiratul Ihram

Ketika melakukan takbiratul ihram, kita perlu membaca takbir. Bacaan takbir adalah :

Baca juga:  Surat Al Ikhlas: Tulisan Arab, Latin dan Artinya + Keutamaannya

ٱللَّٰهُ أَكْبَرُ

Allaahu Akbar

Artinya: 

“Allah Maha Besar.”

Rukuk

Gerakan rukuk merupakan gerakan membungkuk setelah takbiratul ihram. Bacaan yang dibaca ketika rukuk adalah :

سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ

Subhaana robbiyal ‘adhiimi wabihamdih.

Artinya: 

“Mahasuci Tuhanku yang Mahaagung dan segala puji bagi-Nya.”

Iktidal

Adapun gerakan setelah rukuk yaitu berdiri sebelum melakukan sujud atau iktidal. Bacaan yang dibaca ketika iktidal adalah :

رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَىْءٍ بَعْدُ

Rabbanaa Lakal Hamdu Mil’us Samaawati Wa Mil’ul Ardhi Wa Mil ‘Umaasyi’ta Min Syai’in Ba’du.

Artinya: 

“Wahai Tuhan kami, segala puji bagiMu, sepenuh langit dan sepenuh bumi dan sepenuh apa-apa yang Engkau kehendaki setelah itu.”

Sujud

Gerakan selanjutnya adalah sujud, ketika melakukan sujud hendaknya kita membaca tasbih. Bacaan tasbih ketika sujud yaitu :

سُبْحَانَ رَبِّىَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

Subhaana robbiyal ‘a’la wabihamdih

Artinya: 

“Mahasuci Tuhanku yang Mahatinggi dan segala puji bagi-Nya.”

Duduk di antara 2 sujud

Sujud dilakukan 2 kali dalam satu rakaat, terdapat gerakan duduk yang sebelum melakukan sujud yang kedua. Adapun bacaan duduk di antara 2 sujud adalah :

رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَافِنِيْ وَاعْفُ عَنِّيْ

Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa ‘aafinii wa’fu ‘annii.

Artinya: 

“Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, cukupilah aku, angkatlah derajatku, berikanlah rejeki kepadaku, berikanlah petunjuk kepadaku, berilah kesehatan kepadaku dan ampunilah aku.”

Tahiyat Akhir

Gerakan setelah sujud kedua pada rakaat terakhir yaitu duduk iftirasy atau tahiyat akhir. Adapun bacaan tahiyat akhir adalah sebagai berikut :

اَلتَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ ِللهِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ. أَشْهدُ اَنْ لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ صَلَّيْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اَللَّهُمَّ باَرِكْ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ باَرَكْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

At-tahiyyaatul mubaarakatush shalawaatuth thayyibaatulillaahi. Assalaamu ‘alaika ayyuhan-nabiyyu wa rahmatullaahi wa barakaatuhu. Assalaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahish-shaalihiina. Asyhadu an laa ilaaha illallaahu wa asyhadu anna Muhammadar Rasuulullaahi.

Allohumma solli ‘alaa muhammad, wa ‘alaa aali muhammad, kamaa sollaita ‘alaa aali ibroohim, wa baarik ‘alaa muhammad, wa ‘alaa aali muhammad, kamaa baarokta ‘alaa ibroohim, wa ‘alaa ali Ibroohimm, fil ‘aalamiina innaka hamiidummajiid.

Artinya :

“Segala kehormatan, keberkahan, rahmat dan keselamatan, serta kebaikan hanyalah kepunyaan Allah. Keselamatan, rahmat dan berkah dari Allah semoga tetap tercurah atasmu, wahai Nabi (Muhammad). Keselamatan, rahmat dan berkah dari Allah semoga juga tercurah atas kami, dan juga atas seluruh hamba Allah yang sholeh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah.”

“Ya Allah, limpahkanlah rahmat dan keselamatan untuk Nabi Muhammad. Dan juga limpahkanlah rahmat dan keselamatan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana telah Engkau limpahkan rahmat dan keselamatan kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim. Limpahkanlah keberkahan kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah melimpahkan keberkahan kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim. Di seluruh alam semesta, sesungguhnya Engkau adalah Maha Terpuji lagi Maha Agung.

Salam

Gerakan terakhir dalam sholat adalah salam, ketika salam kita menoleh ke kanan dan kekiri seraya mengucapkan salam :

Baca juga:  Sifat-sifat wajib dan Mustahil bagi Rosul [PENJELASAN LENGKAP]

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ

Assalaamu Alaikum Wa Rahmatullah

Artinya: 

“Semoga keselamatan dan rahmat Allah dilimpahkan kepadamu.”

Bacaan Do’a Qunut

Tentunya kalian tidak asing mendengar bacaan qunut ketika sholat shubuh berjama’ah di masjid.

Mungkin ada beberapa kalangan yang membaca doa qunut serta ada beberapa juga yang tidak membacanya. Namun, hal tersebut tidaklah masalah.

Bagi yang membaca doa qunut, doa ini dibaca setelah iktidal pada raka’at kedua. Bacaan qunut tersebut adalah :

اَللّهُمَّ اهْدِنِىْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ
وَعَافِنِى فِيْمَنْ عَافَيْتَ
وَتَوَلَّنِىْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ
وَبَارِكْ لِىْ فِيْمَا اَعْطَيْتَ
وَقِنِيْ شَرَّمَا قََضَيْتَ،
فَاِ نَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ
وَاِ نَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ
وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ
تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ
فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ
وَاَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ
وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Allah hummah dinii fiiman hadait.
Wa’aa finii fiiman ‘aafait.
Watawallanii fiiman tawal-laiit.
Wabaariklii fiimaa a’thait.
Waqinii syarramaa qadhait.
Fainnaka taqdhii walaa yuqdha ‘alaik.
Wainnahu laayadzilu man walait.
Walaa ya’izzu man ‘aadait.
Tabaa rakta rabbanaa wata’aalait.
Falakalhamdu ‘alaa maaqadhait.
Astaghfiruka wa’atuubu ilaik.
Wasallallahu ‘ala Sayyidina Muhammadin nabiyyil ummiyyi. Wa’alaa aalihi washahbihi Wasallam.

Artinya :

Ya Allah tunjukkanlah kepadaku sebagaimana mereka yang telah Engkau tunjukkan.
Kasihkanlah hamba keselamatan sebagaimana hamba-Mu yang lain yang sudah dikasih keselamatan.
Dan peliharalah aku sebagaimana orang yang telah Engkau peliharakan.
Dan berilah keberkatan bagiku pada apa-apa yang telah Engkau kurniakan.
Dan selamatkan aku dari bahaya kejahatan yang Engkau telah tentukan.
Maka sesungguhnya Engkaulah yang menghukum dan bukan kena hukum.
Maka sesungguhnya tidak hina orang yang Engkau pimpin.
Dan tidak mulia orang yang Engkau memusuhinya.
Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha tinggi Engkau.
Maha bagi Engkau segala pujian di atas yang Engkau hukumkan.
Ku memohon ampun dari Engkau dan aku bertaubat kepada Engkau.
(Dan semoga Allah) mencurahkan rahmat dan sejahtera ke atas junjungan kami Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Demikianlah artikel mengenai tata cara dan bacaan sholat subuh . Semoga dapat bermanfaat bagi kalian semua.

About Sukma Aditya 86 Articles
Menyukai hal berbau sains dan teknologi. Menyelesaikan studi fisika material di Universitas Diponegoro.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*