Ginjal: Anatomi bagian-bagian Ginjal, Fungsi dan Penyakit pada Ginjal

anatomi ginjal
ilustrasi oleh dribbble.com

Anatomi ginjal atau bagian ginjal terdiri atas nefron, korteks renal, medula renal, dan…., sedangkan ginjal adalah salauran yang digunakan untuk menyaring dan membuang limbah metabolisme.

Ginjal adalah sepasang organ penting yang memiliki tugas utama untuk menyaring dan membuang limbah serta racun melalui urine. Masing-masing bagian ginjal memiliki kerjanya tersendiri.

Akan tetapi, setiap bagian ginjal tersebut bekerja secara berkesinambungan dan mendukung satu sama lain.

Pada umumnya, ginjal berukuran sekepalan tangan dan dilengkapi dengan sepasang ureter, sebuah kandung kemih dan uretra. Ketiganya bagian dari ginjal tersebut berfungsi membawa urine keluar dari tubuh. 

Manusia mempunyai sepasang ginjal yang bagian kirinya terletak sedikit lebih tinggi dibandingkan ginjal kanan. Hal ini dikarenakan adanya organ hati yang mendesak ginjal bagian kanan. 

Anatomi Ginjal Manusia

anatomi ginjal

Anatomi ginjal secara umum terdiri dari empat bagian, yaitu nefron, korteks renal, medula renal dan pelvis renal. Berikut ini penjelasannya.

1. Nefron

Masing-masing ginjal terdapat sekitar satu juta nefron. Salah satu bagian terpenting anatomi ginjal yaitu untuk menyaring darah, menyerap nutrisi dan membuang zat sisa hasil metabolisme melewati urine.

Masing-masing nefron terdiri dari sebuah struktur berisi:

  • Korpus renal (badan malphigi), yaitu glomerulus atau kumpulan kapiler yang menyerap protein dari darah, serta kapsul Bowman.
  • Tubulus renal, yaitu umpulan tabung yang menjalar dari kapsul Bowman menuju tabung pengumpul (tubulus kolektivus) ini terdiri dari tubulus proksimal, lengkung Henle, dan tubulus distal.

Darah mengalir melalui nefron menuju korpus renal. Lalu protein di dalam darah akan diserap oleh glomerulus. Sementara itu, sisa cairan akan dialirkan ke saluran pengumpul atau duktus kolektivus.

2. Korteks renal

Korteks renal atau korteks ginjal merupakan bagian anatomi ginjal paling luar.

Bagian ini dilapisi jaringan lemak yang dikenal sebagai kapsula renal atau kapsul ginjal yang berfungsi untuk melindungi struktur bagian dalam ginjal.

Baca juga:  Bentuk Sederhana Dari Akar Matematika dan Cara Mendapatkannya

3. Medula renal

Pada susunan antomi ginjal, medula renal merupakan jaringan yang konsistensinya lembut. Di dalam antomi ginjal ini terdapat fungsi lain sebagai berikut:

  • Piramida ginjal (renal pyramids), yaitu struktur kecil yang mengandung nefron dan tubulus. Tubulus ini yang mengangkut cairan ke ginjal. Kemudian cairan bergerak menuju struktur bagian dalam yang mengumpulkan dan mengangkut urine keluar dari ginjal
  • Duktus kolektivus, yaitu untuk menyaring cairan keluar dari nefron. Setelah dari duktus kolektivus, cairan akan bergerak ke pelvis ginjal.

4. Pelvis ginjal

Pelvis ginjal yaitu ruang berbentuk corong dan terletak di bagian paling dalam dari renal. Anatomi ginjal ini berfungsi sebagai jalur untuk cairan dalam perjalanan ke kandung kemih. 

Bagian pertama pelvis ginjal mengandung calyces, yaitu ruang berbentuk cangkir kecil yang bertugas mengumpulkan cairan sebelum bergerak ke kandung kemih.

Fungsi Ginjal

Ginjal setiap harinya menyaring sekitar 200 liter darah. Selain menyaring darah, konverter vitamin D dalam tubuh, dan mengatur keseimbangan asam-basa tubuh, ginjal juga memiliki beberapa fungsi lain, diantaranya yaitu:

1. Menyaring dan Membuang Limbah

Ginjal memiliki peran penting dalam pembuangan racun, kadar garam yang berlebihan, dan urea (limbah mengandung nitrogen hasil dari metabolisme protein).

Dengan terbentuknya urea tersebut, maka darah akan mengalirkan urea tersebut menuju ginjal untuk dibuang.

2. Mengendalikan Keseimbangan Air

Melewati organ ini, seluruh jaringan tubuh dipastikan menerima air agar dapat bekerja dengan baik. Ginjal akan bereaksi terhadap perubahan kadar air dalam tubuh.

Ginjal akan menahan air, bukan membuangnya ketika tubuh sedang mengalami dehidrasi.

3. Mengatur Sel Darah Merah

Saat tubuh tidak memiliki cukup oksigen, maka ginjal akan mengeluarkan hormon eritropoietin yang berfungsi untuk merangsang produksi sel darah merah lebih banyak yang berguna untuk membawa oksigen.

4. Mengatur Tekanan Darah dan Kadar Garam

Mengatur tekanan darah dan kadar garam dalam darah juga merupakan fungsi ginjal.

Baca juga:  Materi Medan Magnet: Rumus, Contoh Soal dan Penjelasannya

Ginjal akan memproduksi enzim renin sebagai prosesnya. Ketika menyaring darah, aliran dan tekanan darah yang stabil dibutuhkan oleh ginjal.

Beragam Penyakit Ginjal

anatomi ginjal

Berikut beberapa penyakit yang berkaitan dengan ginjal dan perlu diwaspadai. 

  • Polikistik ginjal

Penyakit ginjal yang satu ini disebabkan oleh kelainan genetik. Polikistik ginjal dapat membentuk kista di dalam bagian ginjal, hingga berujung pada gagal ginjal. 

  • Batu ginjal

Batu ginjal yaitu kristal yang terbentuk dalam renal atau dikenal sebagai kencing batu. Jika ukurannya terlalu besar, batu ginjal membutuhkan perawatan khusus agar tidak menghalangi saluran urine.

  • Glomerulonefritis

Glomerulonefritis yaitu peradangan yang terjadi di glomerulus atau pembuluh darah kecil yang menyaring darah. Jika glomerulus mengalami masalah, ginjal tidak dapat menyaring darah dengan baik dan bisa berujung pada gagal ginjal. 

  • Cedera ginjal akut

Cedera ginjal akut terjadi ketika renal tiba-tiba berhenti fungsi. Kondisi ini terjadi dengan cepat dan dapat menyebabkan penumpukan cairan dan produk limbah yang menghasilkan gejala sakit ginjal yang mengganggu. 

  • Gagal ginjal kronis

Jika mengalami gejala sakit ginjal lebih dari 3 bulan, ada kemungkinan memiliki gagal ginjal kronis. Artinya, fungsi ginjal tidak lagi mampu menyaring kotoran, mengontrol jumlah air dalam tubuh, serta kadar garam dan kalsium dalam darah. 

Penyakit ginjal lainnya

Selain beberapa masalah ginjal yang disebutkan di atas, ada berbagai jenis penyakit ginjal lainnya yang cukup umum terjadi, diantaranya yaitu:

  • Infeksi ginjal (pielonefritis),
  • Ginjal bengkak (hidronefrosis), dan
  • Kanker ginjal.

Demikian penjelasan terkait anatomi ginjal serta manfaatnya. Yang mana ginjal ini memiliki peran penting dalam tubuh, sehingga penting juga dalam menjaganya agar terhindar dari berbagai komplikasi penyakit berbahaya. Semoga bermanfaat!

Tertarik dunia sains dan kepenulisan.

Be the first to comment

Leave a Reply