Ukuran batu bata merah yang beredar di pasaran seringkali memiliki ukuran yang berbeda-beda. Bergantung dengan standar pembuatannya.
Di Indonesia sendiri, telah ada standar pembuatan batu bata merah dengan nomor terbaru SNI 15-2094-2000. Standar ini digunakan sebagai acuan bagi para produsen batu bata merah.
Untuk lebih jelasnya mengenai standar pembuatan batu bata merah, yuk simak ulasan berikut!
Standar dan Ukuran Batu Bata Merah

Batu bata merah memiliki beberapa standar kriteria. Beberapa yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut.
Standar Bentuk Batu Bata Merah
Standarnya, batu bata merah berbentuk balok dengan sudut-sudut siku yang tajam. Batu bata yang baik memiliki permukaan yang rata dan tidak mudah retak.
Modul Standar Batu Bata Merah

Dalam proses pembuatan batu bata merah, produsen mengacu pada nomor SII-0021-7.
| Modul | Tebal (mm) | Lebar (mm) | Panjang (mm) |
| M-5a | 65 | 90 | 190 |
| M-5b | 65 | 140 | 220 |
| M-6 | 55 | 110 | 220 |
Proporsi Ukuran Batu Bata Merah
Proporsi ideal dari batu bata merah merujuk pada SNI 15-2094-2000. Berikut tabel proporsi ideal dari batu bata merah.
| Panjang | Lebar | Tebal |
| 240 mm | 115 mm | 52 mm |
| 230 mm | 110 mm | 50 mm |
Sedangkan untuk acuan umum, batu bata merah biasanya memiliki rentang dimensi ukuran sebagai berikut.
- Panjang = 19-24 cm
- Lebar = 9-12 cm
- Tebal = 5-6 cm
Standar untuk ukuran batu merah penting, karena batu bata merah yang terlalu kecil akan menyebabkan borosnya pemakaian spesi sebagai perekat dalam pemasangan. Sedangkan jika batu bata merah terlalu besar, menyebabkan kekuatan dindingnya menjadi lemah karena minim perekat.
Acuan Kelayakan Batu Bata Merah
Jika Anda hendak membeli batu bata merah, perhatikan beberapa hal berikut untuk menentukan acuan kualitas dari batu bata merah.
- Ukuran batu bata rapi, tidak banyak yang keropos, pecah, atau hancur meski ditumpuk di pasaran maupun ketika diturunkan dari truk
- Bentuk dan ukuran batu bata merah relatif seragam dengan permukaan yang cukup rata.
- Batu bata yang baik cenderung memiliki sudut balok yang tajam dan tidak melengkung.
- Tidak mengandung banyak garam
- Jika digores dengan besi tidak membekas dan tidak menimbulkan suara garing.
- Tidak tergores dengan kuku.
- Jika dibelah, warna batu bata merah relatif sama.
- Tidak banyak kerusakan jika dibanting
Jenis-Jenis Batu Bata Merah
Terdapat berbagai jenis batu bata merah yang bisa Anda temukan di pasaran. Berikut adalah beberapa diantaranya.
1. Batu Bata Merah Biasa

Jenis batu bata merah ini masih dibuat dengan cara manual, yait menggunakan tangan. Selain itu, proses pembakarannya juga masih menggunakan pembakaran dengan sekam padi.
Alhasil, bentuk batu bata merah yang dihasilkan tidak rata, tidak seragam, dan warna yang dihasilkan pun cenderung membekas sisa proses pembakaran.
2. Batu Bata Merah Oven

Seiring dengan semakin canggihnya zaman, orang sudah mengenal mesin untuk mencetak batu bata merah. Salah satu hasilnya yaitu batu bata merah oven.
Saat ini, jenis batu bata merah jenis ini sudah banyak ditemui di pasaran. Memiliki karakteristik yang seragam, rapi dan kokoh, batu bata ini termasuk sesuai dengan kriteria batu bata yang baik.
Harga Batu Bata Merah
Berikut adalah kisaran tabel dari harga batu bata merah yang beredar di pasaran.
| Spesifikasi Batu Bata | Satuan | Harga (Rp) |
| Batako | Buah | Rp3.500 |
| Batu Bata Merah (Biasa) | Buah | Rp600 |
| Batu Bata Merah (Oven) | Buah | Rp850 |
| Batu Kali Belah | m3 | Rp185.000 |
| Split | Pick up | Rp270.000 |
| Split | Truk | Rp1.270.000 |
| Batu Knecker | m3 | Rp210.000 |
| Batu Candi (30×30) | m2 | Rp120.000 |
| Batu Andesit (30×30) | m2 | Rp160.000 |
| Batu Bali | 10 kg | Rp70.000 |
| Batu Bata Merah Hias/Ekspos | Buah | Rp1.200 |
Referensi: 99.co