Tari Legong: Asal Daerah, Fungsi, dan Fakta Unik [TERLENGKAP]

tari legong berasal dari
ilustrasi oleh dribbble.com

Tari legong berasal dari Bali. Tari ini mencerminkan keanggunan, keelokan serta kelihaian para penari Bali. Umumnya tarian legong dipentaskan saat upacara adat atau ketika menyambut tamu wisatawan

Bali adalah salah satu ujung tombak pariwisata Indonesia. Pulau yang dikenal dengan sebutan Pulau Dewata ini memiliki segudang potensi wisata, meliputi wisata alam dan wisata adat dan budaya.

Seni tari sudah menjadi identitas Bali yang mendunia. Nah kali ini kita akan membahas tentang tari legong, sebuah tarian tradisional asli Bali.

Asal Usul Tari Legong

Tari legong adalah tarian tradisional khas Bali yang memiliki gerakan kompleks berupa perpaduan antara gerakan penari dengan iringan musik gamelan tradisional Bali.

Nama tari legong berasal dari kata dalam Bahasa Bali, yaitu “leg” yang berarti gerakan tari yang lues, serta kata “gong” yang diambil dari unsur alat musik tradisional gamelan.

Oleh sebab itu, Tari Legong dapat diartikan sebagai tarian yang gerakannya terikat dengan gamelan atau musik pengiringnya.

Biasanya tarian ini dilakukan olek kelompok penari wanita dalam jumlah tertentu.

tari legong berasal dari

Fungsi Tari Legong

Tari legong berfungsi sebagai tarian upacara keagaaman, namun Tarian ini juga dipentaskan di lingkungan kerajaan sebagai hiburan dan tarian penyambutan tamu kerajaan.

Untuk tempat spesifiknya, biasanya ditampilkan di bagian puri kerajaan. Nah sampai saat ini masih berlangsung pelestarian Tari Legong ini di Puri Agung Peliatan.

Memasuki era modern seperti saat ini fungsi dari tari Lengong tidak hanya untuk penyambutan tamu kerajaan saja. Namun tari ini juga dipentaskan untuk menyambut para wisatawan yang berkunjung ke Bali.

Baca juga:  Klasifikasi Lumut : Pengertian, Ciri-Ciri, Jenis, dan Manfaatnya [LENGKAP]

Fakta Menarik Tari Legong

Tak hanya menjadi tarian yang sacral,namun tari legong memiliki beberapa fakta unik sebagai berikut:

1. Dijuluki Legong Keraton

karena memang sesuai dengan sejarahnya kalau Tari Legong ini memang hanya berkembang di dalam lingkungan keraton dan pura saja.

Makanya dulu namanya Legong Keraton. Hampir setiap ada kegiatan keraton, Tari Legong ini selalu ditarikan. Tidak pernah absen.

Namun kemudian mulai berkembang di masyarakat karena kesadaran akan seni yang harus terus hidup sebagai warisan budaya.

2. Penarinya gadis

Para penari Legong harus masih gadis, yang mewakili makna suci karena sifat tarian ini yang sakral dan dijadikan tarian di upacara keagamaan yang bertempat di Pura. 

3. Hanya dimainkan oleh dua penari

Hal tersebut memang sesuai dengan alur cerita tarian yang mengisahkan tentang kisah kasih percintaan antara Pangeran Lasem dengan Putri Rankesari.

4. Pembabat tarian-tarian Bali

Sebelum ada Tari Pendet, Tari Kecak, dan tarian Bali yang lainnya, Tari Legong sudah lebih dulu hadir di Bali.

Lewat penampilannya di lingkungan kerajaan, Tari Legong kemudian dikenal masyarakat.

5. Kipas

Salah satu property unik yang dipakai dalam Tari Legong ini adalah kipas.

6. Syarat khusus penari Leggong

Selain penarinya harus seorang gadis,penari legong harus gadis yang belum menstruasi dan mereka harus menari saat bulan purnama. Namun untuk saat ini  tari legong bisa ditampilkan kapan saja.

Keunikan Tari Legong tersebut adalah segelintir keindahan yang dimiliki. Masih banyak keunikan lain yang perlu untuk ditelusuri lebih dalam.

Tujuannya adalah untuk edukasi anak cucu kelak, jangan sampai punah ditelan tarian Barat.

Terima kasih telah membaca, semoga bermanfaat.

Be the first to comment

Leave a Reply