5 Jenis Tanah Liat dan Berbagai Manfaatnya [TERBARU]

ilustrasi oleh dribbble.com

Tanah liat adalah tanah yang terbentuk dari kerak bumi yang mengalami pelapukan. Tanah liat bersifat plastis dan mudah dibentuk.

Tanah Liat, tidak hanya dimanfaatkan untuk kerajinan tangan, beberapa jenis tanah liat dapat diolah dan dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari.

Mengenal tanah liat lebih dalam lagi, setiap tanah liat memiliki karakternya masing-masing. Setiap karakter tanah liat memiliki fungsi dan manfaat tersendiri.

Ada yang dipergunakan sebagai bahan baku pembuatan kerajinan tangan seperti kendi, vas bunga, gerabah, dan lain-lain. Ada yang dimanfaatkan untuk hal lain.

Kandungan tanah liat seperti kaolin dan mika dapat dimanfaatkan sebagai bahan aktif dalam produk kecantikan dan kesehatan kulit.

Hal menarik lainnya dari tanah liat adalah proses pembentukan tanah liat sehingga dapat diolah menjadi berbagai macam hal. Yuk, simak proses terbentuknya tanah liat!

Proses Terbentuknya Tanah Liat

Tidak setiap tanah dapat menjadi tanah liat. Secara singkat, tanah liat terbentuk dari kerak bumi yang mengalami pelapukan. Kerak bumi tersusun atas batuan feldspatik yang terdiri atas batuan granit dan batuan beku lainnya.

Aktivitas dari panas bumi dengan keberadaan asam karbonat menyebabkan kerak bumi mengalami pelapukan dan terbentuklah tanah liat.

Proses pelapukan tersebut meyebabkan mengecilnya ukuran partikel tanah liat hingga membentuk butiran kasar / halus yang berukuran lebih kecil atau sama dengan 2 mikrometer.

Kerak bumi yang melapuk mengandug berbagai unsur diantaranya, silikon, oksigen, dan alumunium dengan kandungan terbanyak. Pelapukan inilah yang membedakan karakteristik tanah liat dengan jenis tanah lainnya.

Karakteristik / sifat Tanah Liat

Berbeda dari jenis tanah lainnya, tanah liat memiliki karakteristik yang unik.

 Pada umumnya tanah liat yang sering dimanfaatkan sebagai kerajinan tangan adalah  tanah liat sekunder karena keberadaannya lebih banyak dibandingkan tanah liat primer.

Dalam keadaan basah, tanah liat cenderung lengket dan butiran tanah akan saling tarik-menarik dengan kuat. Hal ini yang menyebabkan tanah liat dapat dibentuk menjadi berbagai macam bentuk.

Selain karakternya yang lengket, ada beberapa karakter tanah liat lainnya yang perlu Anda ketahui.

  1. Kemampuan menyerap air yang buruk, tanah liat sangat tidak cocok apabila digunakan sebagai media penyerapan air misalnya, untuk lahan pertanian.
  2. Dibakar dengan suhu tinggi untuk pembuatan tembikar dan kerajinan tangan lainnya, memerlukan suhu lebih dari 1000⁰C hingga 17.500⁰C.
  3. Pada keadaan kering, tanah liat berbentuk butiran-butiran halus yang tidak saling melekat.
  4. Warna tanah liat primer cenderung putih atau putih kusam, sedangkan tanah liat sekunder pada umumnya lebih gelap seperti abu-abu, coklat, merah, hingga kehitaman.

tanah liat adalah

Jenis-jenis Tanah Liat

Berdasarkan karakteristik dan manfaatnya, terdapat beberapa jenis tanah liat yang dapat Anda manfaatkan.

1. Tanah Liat Fireclay

Jenis tanah liat ini memerlukan suhu ekstrim pada proses pencetakannya yaitu diatas 1500⁰C. Tanah liat ini tersusun atas komposisi argillaceous alami.

Konsentrasi kaolin yang tinggi, mika halus, kuarsa, dan beberapa bahan organik serta senyawa belerang dapat ditemukan pada tanah liat ini.

Karakter utamanya yang tahan api dan daya menyimpan panas yang baik, fireclay sering dimanfaatkan sebagai lapisan tungku untuk pembuatan peralatan berbahan logam dan sebagai pelapis pelindung bahan logam.

2. Tanah Liat Stoneware

Pada umumnya stoneware berwarna abu-abu atau kecoklatan dengan kandungan besi dan karbon yang membuat tanah liat ini tampak kotor.

Stoneware tergolong sebagai tanah liat api non-refraktori dimana memiliki kandungan mika dan kuarsa yang besar.

Suhu yang digunakan pada umumnya 1180 – 1280⁰C. Tanah liat ini terdiri dari 5 jenis berdasarkan fungsinya.

Stoneware dimanfaatkan industri keramik untuk membuat peralatan makan sesuai dengan manfaatnya seperti tahan panas, tahan bahan kimia, untuk peralatan listrik, dan perlengkapan makan tradisional.

3. Tanah Liat Ball clay

Berbeda dari tanah liat lainnya, keunikan dari ball clay yaitu kualitas warna putih yang baik ketika dibakar.

Sesuai dengan namanya, ball clay memiliki bentuk cenderung bulat menyerupai bola.

Tanah liat ini pada umumnya dimanfaatkan sebagai campuran jenis tanah liat lainnya yaitu untuk meningkatkan sifat plastis sehingga tidak terjadi keretakan pada benda yang dibentuk atau berubah bentuk.

Ball clay tidak dapat digunakan sendiri.

4. Tanah Liat Earthenware

Jenis tanah liat ini adalah jenis yang paling umum digunakan para pengrajin karena warnanya yang beragam.

Warna earthenware bervariasi mulai dari coklat, merah, oranye, abu-abu, dan putih. Kandungan besi yang tinggi dan beberapa mineral membuat tanah liat jenis ini menjadi salah satu jenis tanah liat terbaik bagi para pengrajin tanah liat.

5. Tanah Liat Kaolin

Kaolin memiliki warna yang terang dan tekstur ysng tidak mudah untuk dibentuk. Proses pembakaran tanah liat ini membutuhkan suhu yang tinggi yaitu sekitar 1800⁰C.

Karakterisitik inilah yang membuat kaolin dimanfaatkan sebagai campuran dengan tanah liat yang lainnya untuk melahirkan hasil akhir yang kuat namun mudah dibentuk.


Demikian tanah liat beserta manfaat-manfaatnya, semoga informasi yang telah disampaikan bermanfaat untuk Anda!

Artikel Terkait