Sistem Operasi Jaringan : Pengertian, Fungsi, Jenis dan Contoh Aplikasinya

Ilustrasi oleh dribbble.com

Sistem operasi jaringan adalah sistem operasi yang ditujukan untuk menangani jaringan. Disebut sebagai sistem karena terdiri dari serangkaian operasi server maupun jaringan tertentu.

Masing-masing komponen sistem memiliki beragam fungsi sebagai pusat pengendali sumber daya dari perangkat gadget. Sistem operasi ini terdiri dari banyak layanan atau servis untuk melayani pengguna seperti pelayanan berkas, layanan berbagi alat pencetak (printer), DNS service, HTTP service, dan lain sebagainya.

Fungsi Sistem Operasi Jaringan

Berikut beberapa fungsi dari sebuah sistem operasi jaringan.

  1. Menghubungkan sejumlah komputer dengan perangkat lainnya ke sebuah jaringan yang telah dibuat sebelumnya.
  2. Mengelola sumber daya jaringan yang telah terbuat.
  3. Menyediakan layanan tertentu bagi perangkat – perangkat yang terhubung dengan jaringan ini.
  4. Menyediakan keamanan jaringan bagi multiple user yang terhubung dengan suatu jaringan.
  5. Membantu kemudahan dalam proses penambahan perangkat client dan juga sumber daya lainnya.
  6. Melakukan proses monitor status dan fungsi elemen – elemen suatu jaringan.
  7. Melakukan proses distribusi program dan juga update spftware kepada perangkat client yang terhubung jaringan.
  8. Membantu menggunakan kemampuan server pada jaringan komputer secara efisien.
  9. Membantu menyediakan toleransi terhadap kesalahan yang mungkin terjadi.

Jenis Sistem Operasi Jaringan

Secara garis besar, sistem operasi jaringann terbagi menjadi dua. Yaitu sistem operasi jaringan berbasis teks dan sistem operasi berbasis grafis.

1. Sistem operasi berbasis teks

Sistem operasi teks disebut juga dengan Command Line Interface (CLI). Jenis sistem operasi berbasis teks menggunakan teks sebagai perintah dalam menjalankan sistem operasi serta proses konfigurasi.

Perintah berbasis teks ini biasa kita kenal pula dengan syntax berupa rangkaian huruf, angka, dan karakter khusus. Syntax memiliki aturan sehingga bisa diterjemahkan oleh bahasa pemrograman untuk menjalankan sebuah sistem operasi.

Sistem operasi ini memiliki beberapa kelebihan khusus, diantaranya adalah sebagai berikut.

  • Pengoperasiannya cenderung mudah karena berupa text.
  • Tidak terlalu membutuhkan banyak space karena text lebih kecil ukurannya daripada grafis.
  • Tidak memerlukan banyak memori.
  • Sesuai untuk hampir semua jenis software.

Sedangkan kekurangan dari sistem operasi berbasis teks adalah sebagai berikut.

  • Kurang menyenangkan dari segi tampilan karena berupa text.
  • Kurang memudahkan untuk pengguna apabila tidak tersedia native language.
  • Tidak sesuai dengan software grafis.

2. Sistem operasi berbasis grafis

Sistem operasi grafis dikenal juga dengan nama Graphical User Interface (GUI). Jenis sistem ini menggunakan grafis sebagai dasar sistem operasi. Sitem grafis ini merupakan pengembangan dari sistem berbasis teks/CLI. Oleh sebab itulah, jenis operasi ini cenderung lebih mudah digunakan oleh user.

Kelebihan dari sistem operasi grafis adalah sebagai berikut.

  • Desain grafis menjadikan lebih menarik ketika menggunakan.
  • Mudah digunakan karena disertai dengan grafis yang menyenangkan.
  • Penggunaan grafis yang bervariasi membuat minat pengguna bertambah.
  • Menyatu dan berinteraksi dengan gadget lebih baik.
  • Memiliki resolusi gambar yang lebih tinggi.

Sedangkan kekurangan dari sistem operasi berbasis grafis adalah sebagai berikut.

  • Membutuhan space dan memori yang lebih besar.
  • Bergantung pada spesifikasi hardware.
  • Tidak selalu kompatibel dengan semua jenis gadget atau komputer.

Contoh Aplikasi Sistem Operasi Jaringan

Berikut adalah contoh dari beberapa sistem operasi jaringan.

1. Windows

Siapa yang tidak kenal dengan windows? Sistem operasi jaringan yang satu ini merupakan sistem yang paling banyak digunakan. Keunggulan dari windows yaitu mudah digunakan karena windows berbasis grafis/GUI.

Windows merupakan sistem operasi pengembangan Ms-DOS yang menawarkan berbagai keunggulan. Hingga saat ini Windows telah berkembang dari Windows XP, Windows Vista, Windows 7, Windows hingga yang terbaru adalah Windows 10.

2. UNIX

Sistem UNIX merupakan sistem operasi berbasis teks. Karena berbasis teks, UNIX tidak user friendly. UNIX digunakan sebagai dasar dari sistem operasi jaringan Linux.

3. Linux

Merupakan sistem operasi jaringan pengembangan dari UNIX dan gabungan dengan MINIX yang juga pengembangan dari UNIC. Linux dikembangkan dengan sistem operasi berbasis grafis sehingga mudah digunakan.

Sistem Linux banyak digunakan di perusahaan atau lembaga pendidikan. Linux memiliki kestabilan yang baik dalam jangka waktu relatif panjang dan tahan terhadap ancaman malware.

4. IBM

Sistem operasi IBM merupakan pengganti DOS yang menggunakan kemampuan penuh dari mikroprosessor Interl 80280. Dalam IBM terdapat perintah modus proteksi yang mampu menjalankan perintah secara simultan. Sistem IBM juga mendukung memori virtual sehingga user tidak perlu mengulang peirntah yang sama persis.

5. MAC

MAC merupakan kepanjangan dari Machintosh Operting System yang digunakan pada produk Apple Computer. Karena hal ini, MAC tidak kompatibel degan sistem IBM.

Sistem MAC merupakan sistem operasi berbasis grafis pertama yang memiliki kestabilan lebih baik dibanding dengan UNIX. Selaini itu, MAC memiliki kemampuan multitasking yang baik untuk menerima segala perintah dalam waktu yang bersamaan. Tampilan grafis dalam MAC juga didesain sangat aman terhadap bahaya malware.

6. Free BSD

Sistem operasi jaringan Free BSD adalah salah satu perkembangan dari UNIX yang bertipe UNIX bebas dan diturunkan oleh UNIX AT & T. Free BSD dibuat pada tahun 1993 oleh David Greenman dan beroperasi di atas Intel X6. Sistem operasi ini berkonstrasi untuk menyediakan berbagai software untuk berbagai kepentingan.

7. Solaris

Lagi-lagi ini adalah salah satu sistem operasi perkembangan dari UNIX.

Sama seperti beberapa sistem operasi jaringan lainnya, Solaris merupakan pengembangan dari UNIX. Pada tahun 1992, Solaris dikembangkan oleh Sun Microsystem. Solaris memiliki sistem operasi yang cukup stabil dan merupakan salah satu dari macam sistem operasi yang bersifat opensource atau dapat diaksses sehingga disebut sebagai OpenSolaris.

Kelebihan menggunakan Solaris yaitu bisa didistribusikan secara bebas. Tersedia sumber distribusi dan semua orang bisa mengakses serta mengubah kode lalu kembali mendistribusikan. Menariknya, Solaris menuntut pengguna untuk kreatif dalam penggunaannya. Oleh sebab itulah, bagi beberapa pengguna, Solaris tidak begitu user friendly sehingga tidak umum digunakan.

8. Novell Netware

Sistem operasi jenis ini dikembangkan oleh Novell. Dibuat berbasis tumpukan protokol Xerox XNS, yang mana sistem operasi ini umum digunakan untuk komputer IBM. Novell sempat memimpin sistem operasi dunia dengan jaringan sebutan NOS. Konsep dari NOS adalah pembagian disk space dan printer. File sharing NOS menggunakan layanan modul file dan pencarian lokasi fisik dilakukan di server. NOS memiliki Netware Core Control atau NCP yang lebih efektif.


Terimakasih telah membaca artikel Saintif mengenai sistem operasi jaringan. Semoga bermanfaat ya!

Artikel Terkait