Siklus Menstruasi: Penjelasan Lengkap Fase Menstruasi dan Ovulasi

siklus menstruasi
Ilustrasi oleh dribbble.com

Siklus menstruasi adalah perubahan yang terjadi pada tubuh seorang perempuan yang telah mengalami pubertas. Siklus terjadi untuk mempersiapkan kehamilan, baca lebih lanjut tentang siklus menstruasi dalam artikel ini.

Bagi perempuan yang telah memasuki usia pubertas, pasti akan mengalami peristiwa menstruasi. Apa itu menstruasi?

Menstruasi adalah keluarnya darah dari vagina perempuan yang telah melewati masa pubertas. Menstruasi terjadi berkala dalam siklus bulanan.

Berikut ulasan lanjut mengenai proses terjadinya menstruasi meliputi fase menstruasi dan ovulasi.

Pengertian Siklus Menstruasi

siklus menstruasi

Siklus menstruasi adalah perubahan yang terjadi pada tubuh seorang perempuan yang telah mengalami pubertas. Proses siklus ini terjadi untuk mempersiapkan kehamilan.

Perlu diketahui, bahwa setiap bulan, perempuan mengeluarkan sel telur dari ovarium (indung telur). Proses pelepasan sel ini dinamakan sebagai ovulasi.

Dalam waktu yang sama, menjelang proses ovulasi, terjadi perubahan hormon pada tubuh perempuan. Hal ini menyebabkan dinding rahim menebal untuk mempersiapkan pembuahan sel telur.

Jika terjadi ovulasi, tetapi sel telur tersebut tidak dibuahi, maka lapisan dinding rahim yang menebal tersebut akan meluruh dan keluar melalui vagina. Proses inilah yang dikenal sebagai menstruasi.

Siklus Menstruasi

siklus menstruasi

Menjelang menstruasi, darah merah tidak serta merta langsung keluar. Penting informasi mengenai siklus menstruasi beserta fasenya untuk lebih mengenali dan mawas diri terhadap tubuh sendiri.

Pada gambar diatas, dijelaskan bahwa terdapat beberapa fase dalam menstruasi. Yaitu fase menstruasi, folikular, ovulasi, dan luteal yang terjadi selama dalam kurun waktu 28 hari pada umumnya.

Berikut ulasan lanjut mengenai fase-fase dari siklus menstruasi yang perlu diketahui.

Baca juga:  Software: Pengertian, Jenis, Ciri, Manfaat dan Contohnya

1. Fase Menstruasi

Pada fase menstruasi ini, lapisan dinding dalam rahim mengandung darah, sel-sel dinding rahim, lendir dengan endometrium. Lapisan dinding rahim tersebut mengalami peluruhan dan keluar melalui vagina. Proses ini dimulai sejak pertama siklus menstruasi dimulai dan bisa berlangsung selama 4 hingga 7 hari atau lebih. Pada siklus pertama inilah biasanya yang dirasakan adalah rasa nyeri perut bawah dan punggung akibat rahim berkontraksi untuk membantu meluruhkan endometrium.

2. Fase Folikular

Tahapan ini terjadi dimulai dari hari pertama menstruasi sampai memasuki fase ovulasi. Di tahapan ini, ovarium memproduksi folikel yang berisi sel ovum atau sel telur. Pertumbuhan folikel ovarium menyebabkan endometrium makin tebal. Fase ini terjadi pada hari ke-7 dari 28 hari siklus menstruasi. Pada umumnya, lama waktu yang dihabiskan pada tahapan ini akan menentukan berapa lama proses terjadinya menstruasi seorang wanita berlangsung.

3. Fase Ovulasi

Pada fase inilah sel telur yang diproduksi di ovarium dilepaskan untuk siap dibuahi sel sperma. Sel telur yang telah matang bergerak menuju ke tuba fallopi dan menempel di dinding rahim. Pada umumnya, sel telur ini hanya bertahan selama 24 jam. Jika tidak terjadi pembuahan oleh sel sperma, maka dinding rahim akan meluruh. Namun, jika dibuahi oleh sperma, bisa terjadi kehamilan.

Fase ovulasi menandai kesuburan wanita dan biasanya terjadi sekitar dua minggu sebelum terjadinya menstruasi. Jadi, jika mempunyai program hamil sebaiknya melalukan pembuahan pada fase ovulasi ini.

4. Fase Luteal

Selanjutnya, setelah mengalami fase ovulasi, folikel yang telah pecah mengeluarkan sel telur akan membentuk korpus luteum. Hal ini memicu peningkatan hormon progesteron untuk mempertebal lapisan dinding rahim. Fase ini dikenal juga dengan nama fase pra-menstruasi yang ditandai dengan gejala payudara membesar, muncul jerawat, badan terasa lemas, dan mudah marah atau emosional.

Baca juga:  1 rim berapa lembar? Ini pembahasannya

Empat deretan fase dari siklus menstruasi akan terus berlanjut hingga seorang wanita mengalami menopause pada usia 50 hingga 60 tahunan kemudian.


Demikian penjelasan mengenai proses menstruasi beserta penjelasan fase msntruasi dan ovulasi. Semoga bermanfaat.

Mahasiswi Departemen Fisika Universitas Diponegoro dengan bidang ilmu Fisika Material

Be the first to comment

Leave a Reply