Ragam Bahasa Indonesia: Pengertian, Fungsi, Ciri dan Contohnya

ragam bahasa indonesia
ilustrasi oleh dribbble.com

Ragam bahasa indonesia adalah variasi bahasa menurut pemakaian, yang berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, kawan bicara, orang yang dibicarakan, serta menurut medium pembicara.

Indonesia merupakan sebuah negara yang terdiri atas berbagai macam suku dan budaya. Selain itu, bahasa-bahasa antar daerah juga dapat berbeda antara satu dengan lainnya.

Misalnya ketika kita di tanah Jawa, mayoritas masyarakatnya menggunakan bahasa Jawa. Berbeda halnya apabila kita pergi ke daerah lain seperti Kalimantan dan Sumatera. Bahasa yang digunakan juga akan berbeda pula.

Meskipun terdapat berbagai macam bahasa, bangsa Indonesia juga memiliki sebuah bahasa persatuan yang digunakan dimanapun yaitu bahasa Indonesia. Jadi apabila kita berada di daerah yang belum kita mengerti bahasanya kita tetap dapat menggunakan bahasa Indonesia untuk komunikasi sehari-hari.

Akan tetapi, perlu diketahui bahwa bahasa Indonesia juga memiliki ragamnya masing-masing. Seperti contohnya adalah ketika kita berbicara kepada fisikawan maka terdapat kata-kata yang jarang didengar contohnya destruksi, interferensi dan lainnya.

Atau ketika kita berbicara dengan pengamat ekonomi maka kita akan mendengar kata inflasi, kuartal, resesi dan semacamnya. Penggunaan kata-kata tersebut termasuk ke dalam ragam dari bahasa Indonesia.

Pengertian Ragam Bahasa Indonesia

Menurut Bachman, Ragam Bahasa adalah variasi bahasa menurut pemakaian, yang berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, kawan bicara, orang yang dibicarakan, serta menurut medium pembicara.

Pada umumnya, pemakaian bahasa Indonesia digolongkan menjadi dua jenis yaitu baku dan tidak baku. Seperti halnya ketika kita berada dalam situasi resmi maka kita akan menggunakan bahasa baku. Sedangkan, apabila di tengah pasar atau di rumah sendiri maka kita tidak harus menggunakan bahasa baku.

Namun, penggolongan di atas tidak dapat mewakili dari keseluruhan bahasa. Seperti contoh apabila ditinjau dari media atau sarananya, ragam bahasa terdiri dari :

1. Ragam bahasa lisan 
2. Ragam bahasa tulisan

Ragam bahasa lisan merupakan bahasa yang dihasilkan melalui alat ucap dengan fonem sebagai unsur. Sedangkan, ragam bahasa tulisan merupakan bahasa yang dihasilkan dengan menggunakan tulisan atau rangkaian huruf sebagai unsurnya.

Fungsi Ragam Bahasa

Adapun ragam bahasa Indonesia memiliki fungsi sebagai bahasa nasional. Fungsi-fungsi tersebut adalah :

  1. Menyatukan berbagai bahasa di Indonesia.
  2. Simbol kebanggaan nasional.
  3. Simbol identitas bangsa.
  4. Pemersatu antar kelompok atau etnis.
  5. Alat pemersatu adat dan budaya antar daerah.
Baca juga:  Budaya adalah - Pengertian, Fungsi, Ciri dan Contoh (LENGKAP)

Selain itu, bahasa Indonesia juga digunakan sebagai bahasa negara. Fungsi dari bahasa negara adalah :

  1. Bahasa resmi negara.
  2. Bahasa pengantar pendidikan.
  3. Alat komunikasi di tingkat nasional untuk kepentingan pembangunan.
  4. Alat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Jenis dan Ciri Ragam Bahasa

ragam bahasa indonesia

Seperti yang telah kita ketahui, bahasa Indonesia memiliki beragam jenis. Macam-macam ragam bahasa dapat dibedakan karena berbagai faktor. Berikut merupakan macam-macam dari ragam bahasa :

Ragam Bahasa berdasarkan media

Dilihat dari media atau sarananya, bahasa Indonesia dibedakan menjadi dua yaitu ragam lisan dan tulisan.

Ragam Lisan

Ragam bahasa lisan merupakan bahasa yang dihasilkan melalui alat ucap dengan fonem sebagai unsur dasar. Ciri-ciri dari ragam lisan adalah :

  • Memerlukan orang kedua/teman bicara;
  • Tergantung situasi, kondisi, ruang & waktu;
  • Tidak harus memperhatikan unsur gramatikal, hanya perlu intonasi serta bahasa tubuh.
  • Berlangsung cepat;
  • Sering dapat berlangsung tanpa alat bantu;
  • Kesalahan dapat langsung dikoreksi;
  • Dapat dibantu dengan gerak tubuh dan mimik wajah serta intonasi.

Ragam Tulis

Ragam bahasa tulisan adalah bahasa yang dihasilkan dengan menggunakan tulisan atau rangkaian huruf sebagai unsurnya. Ciri-ciri dari ragam bahasa tulisan yaitu :

  • Tidak memerlukan orang kedua/teman bicara;
  • Tidak tergantung kondisi, situasi & ruang serta waktu;
  • Harus memperhatikan unsur gramatikal;
  • Berlangsung lambat;
  • Selalu memakai alat bantu;
  • Kesalahan tidak dapat langsung dikoreksi;
  • Tidak dapat dibantu dengan gerak tubuh dan mimik muka, hanya terbantu dengan tanda baca.

Ragam Bahasa berdasarkan Standar

Selain digolongkan dari media, terdapat penggolongan ragam bahasa berdasarkan standar atau kebakuan bahasa. Pembedaan antara ragam standar, nonstandar, dan semi standar dilakukan berdasarkan:

  • Topik yang sedang dibahas,
  • Hubungan antarpembicara,
  • Medium yang digunakan,
  • Lingkungan, atau
  • Situasi saat pembicaraan terjadi

Ciri yang membedakan antara ragam standar, semi standar dan nonstandard adalah sebagai berikut:

  • Penggunaan kata sapaan dan kata ganti.
  • Imbuhan.
  • Penggunaan kata sambung (konjungsi), dan
  • Penggunaan fungsi yang lengkap.

Ragam Bahasa Indonesia berdasarkan Cara Pandang Penutur

Apabila dilihat dari cara pandang penutur atau pembicaranya, ragam bahasa Indonesia dibedakan menjadi:

1. Ragam Dialek
2. Ragam Terpelajar
3. Ragam Resmi
4. Ragam Tak Resmi

Ragam Bahasa Indonesia berdasarkan Topik Pembicaraan

Terdapat berbagai ragam bahasa yang digunakan dilihat dari topik pembicaraannya. Topik yang dimaksud adalah hukum, bisnis, agama, sosial, sains dan lainnya.

Salah satu ciri dari ragam tersebut adalah ragam ilmiah memiliki beberapa karakteristik seperti :

  • Bahasa Indonesia ragam baku;
  • Penggunaan kalimat efektif;
  • Menghindari bentuk bahasa yang bermakna ganda;
  • Penggunaan kata dan istilah yang bermakna lugas dan menghindari pemakaian kata dan istilah yang bermakna kias;
  • Menghindari penonjolan persona dengan tujuan menjaga objektivitas isi tulisan;
  • Adanya keselarasan dan keruntutan antarproposisi dan antaralinea.
Baca juga:  Rumus ABC: Pengertian, Soal dan Pembahasan

Contoh Ragam Bahasa Indonesia

Bahasa Jurnalistik

Bahasa Jurnalistik adalah gaya bahasa yang digunakan wartawan dalam menulis berita. Disebut juga Bahasa Komunikasi Massa (Language of Mass Communication, disebut pula Newspaper Language), yakni bahasa yang digunakan dalam komunikasi melalui media massa, baik komunikasi lisan (tutur) di media elektronik (radio dan TV) maupun komunikasi tertulis (media cetak dan online), dengan ciri khas singkat, padat, dan mudah dipahami. Salah satu contoh bahasa jurnalistik adalah sebagai berikut :

Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) Letjen TNI Agus Widjojo menyatakan potensi konflik perpecahan yang mengancam kerukunan sudah mulai mereda usai pelaksanaan Pemilu 2019.

Hal itu ditandai dengan adanya pertemuan antara Presiden Joko Widodo atau Jokowi dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.
Kemudian saat pelantikan menteri pun, Prabowo menjadi salah satunya sebagai Menteri Pertahanan.

“Bahkan, tokoh (Prabowo) yang dulu bersaing dalam kontestasi politik, kini bersatu untuk menjalankan pemerintahan,” kata Agus di gedung Lemhannas, Jakarta Pusat, Selasa (5/11/2019).

Dia menyebut sebagai lembaga non kementerian, Lemhannas memiliki tanggung jawab moral dalam menjaga keutuhan bangsa selama kontestasi politik Pemilu 2019.

Bahasa Ilmiah

Penggunaan biochar sudah semakin meluas baik sebagai bahan bakar alternatif, industri pertanian, industri kimia maupun farmasi. Dan sampai saat ini sifat fungsional biochar belum teridentifikasi berkaitan dengan biomasa yang digunakan sebagai bahan bakunya. Padahal kandungan senyawa kimia selulosa (C6H10O5)n, hemiselulosa (C5H8O4)n dan lignin [(C9H10O3)(CH3O)]n dalam biomasa berbeda komposisinya. Perbedaan ini tentu akan mempengaruhi produk biochar yang dihasilkan. Sehingga perlu diperhatikan karakteristik biochar sesuai fungsi dan sifat-sifat peruntukannya agar efektivitas produk menjadi lebih optimal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakterisasi dan spesifikasi biochar menggunakan teknologi Pyrolisis dengan variabel ; jenis biomasa (tempurung kelapa, bambu, tongkol jagung, sekam padi dan jerami padi), temperatur proses (300 0C, 400 0C, 500 0C, 600 0C, 700 0C) dan waktu proses (30 menit, 45 menit, 60 menit). Produk biochar yang dihasilkan akan di analisa proximate dan uji nilai kalor. Kesimpulan dari penelitian ini adalah zat reaktif dalam biomasa sangat menentukan sifat fungsional dan karakter biochar. Sedang kandungan kimia lainnya seperti selulosa, hemiselulosa dan lignin berpengaruh pada nilai kalor biochar. 

Demikianlah pembahasan mengenai ragam bahasa Indonesia. Semoga dapat bermanfaat bagi kalian semua.

About Sukma Aditya 86 Articles
Menyukai hal berbau sains dan teknologi. Menyelesaikan studi fisika material di Universitas Diponegoro.

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*