Bagaimana proses terbentuknya angin?

Angin sangat berguna bagi manusia, meski kadang bisa merusak.

Sejak ribuan tahun lalu nenek moyang kita sang pelaut telah menggunakan angin untuk melintasi samudera menggunakan perahu.

Kini, kita mulai menggunakan kincir raksasa yang digerakkan angin untuk menghasilkan listrik.

Membutuhkan waktu lama bagi ilmuwan untuk memahami persisnya bagaimana angin bisa terbentuk.

Meski udara itu tampak transparan, udara sesunguhnya tersusun dari milyaran partikel-partikel kecil.

Partikel-partikel penyusun udara

Ada banyak jenis partikelnya, tapi yang paling banyak tersusun dari nitrogen dan oksigen, gas yang manusia dan hewan lain digunakan untuk bernafas.

Angin berhembus ketika partikel-partikel udara ini bergerak di atmosfer Bumi.

Atmosfer adalah selubung gas yang menyelimuti permukaan Bumi. Tebalnya sekitar 100 km.

Kebanyakan partikel-partikel yang menyusun atmosfer Bumi berkumpul di dekat permukaan.

Semakin kamu naik ke ketinggian, semakin sedikit partikel udaranya, hingga akhirnya habis di angkasa.

Lapisan atmosfer yang dilihat dari ISS (International Space Station)

Digerakkan tekanan udara

Berat dari seluruh partikel-partikel udara ini yang menumpuk di atmosfer memberi tekanan di permukaan Bumi.

Yang disebut sebagai tekanan udara.

Tekanan udara berubah, bergantung seberapa hangat atau dingin permukaan Bumi.

Saat permukaan tanah menghangat, udara yang diatasnya pun menjadi hangat.

Dan saat udara menjadi hangat, terjadi ekspansi, partikel-partikelnya akan bergerak saling menjauh dan bergerak ke atas dan menyebar.

Kala ini terjadi, ruang di atas permukaan tanah menjadi lebih longgar karena hanya terisi sedikit partikel, maka tekanan udaranya menjadi rendah.

Jadi, udara di tempat yang hangat dan terik seperti di gurun, memiliki tekanan udara yang rendah dibanding dengan tempat yang dingin dan gelap, seperti di kutub.

Udara hangat bergerak naik, sementara udara dingin akan tenggelam ke daerah yang tekanan udaranya lebih rendah.

Baca juga:  Mengapa Teleskop Dibangun di Puncak Pegunungan, Bukan di Gurun yang Datar?

Gerakan partikel-partikel udara ini didorong oleh daerah-daerah yang hangat dan dingin, inilah yang menyebabkan terjadinya angin.

Bagaimana dengan angin yang ditimbulkan oleh kipas angin? ada bahasannya sendiri disini.

Kecepatan Angin

Seberapa kencang angin berhembus bergantung pada seberapa perbedaan tekanan udara di antara daerah yang memiliki tekanan udara tinggi dan rendah.

Jika perbedaan nilai tekanan udaranya besar, maka angin akan berhembus kencang.

Skala Beaufort adalah skala yang digunakan untuk mengkategorikan kecepatan angin menjadi 12 skala.

Nomor Beaufort Kekuatan angin Kecepatan rata-rata (km/jam)
Tenang <1
1 Sedikit tenang 1-5
2 Sedikit hembusan angin 6-11
3 Hembusan angin pelan 12-19
4 Hembusan angin sedang 20-29
5 Hembusan angin sejuk 30-39
6 Hembusan angin kuat 40-50
7 Mendekati kencang 51-61
8 Kencang 62-74
9 Kencang sekali 75-87
10 Badai 88-101
11 Badai dahsyat 102-117
12 Badai topan >118

Dari angin yang berhembus dengan kecepatan 1 km/jam (angin tenang) hingga yang berhembus lebih dari 118 km/jam (taifun).

Angin yang berkecepatan rendah disebut “breeze” atau sepoi-sepoi, naik satu tingkat kecepatan disebut “gale” atau sejuk, dan paling kecepatan tinggi disebut taifun.

Kita menamai angin dengan terkait dengan darimana arah angin itu berhembus.

Jadi angin baratan berarti angin berhembus dari barat ke timur, angin selatan berarti angin berhembus dari selatan ke utara.

Diolah kembali dari artikel original yang terbit di The Conversation.

Klik untuk membaca artikel lainnya:

Klik untuk membaca artikel lainnya:

About Ridho Ainur 30 Articles
Meteorologist by day. Astronomer by night.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*