Pada hari Jumat (22/2/2019) pukul 08.30 WIB, satelit Nusantara Satu berhasil meluncur dengan menggunakan roket canggih SpaceX Falcon 9.

Satelit Nusantara Satu adalah satelit komunikasi geostasioner Indonesia yang dimiliki oleh PT  Pasifik Satelit Nusantara (PSN). Satelit ini ditempatkan tepat di atas Pulau Papua dengan koordinat posisi equator pada posisi 146 derajat Bujur Timur.

 

SpaceX dan Tiga Wahana Berbeda

Hasil gambar untuk nusantara satu spacex

Peluncuran roket SpaceX Falcon 9 ini tidak hanya membawa satelit Nusantara Satu, tetapi membawa tiga wahana berbeda dengan misi yang berbeda-beda. Tiga wahana tersebut adalah

  • Satelit telekomunikasi Nusantara Satu milik Indonesia
  • Eksperimen pesawat luar angkasa militer Amerika Serikat S5
  • Pesawat luar angkasa Beresheet miliki perusahaan swasta Israel yang akan mendarat di Bulan

Selain satelit Nusantara Satu, pesawat luar angkasa Beresheet milik Israel juga menjadi sorotan karena akan menjadi misi penerbangan dan pendaratan Bulan pertama Israel, yang diinisasi dan dioperasikan oleh perusahaan swasta SpaceIL.

 

Satelit Nusantara Satu

Satelit Nusantara Satu dibangun oleh Space System Loral (SSL, Amerika) dengan massa sebesar 4.100 kilogram. Nusantara Satu diperkirakan akan beroperasi selama 15 tahun dan menyediakan akses komunikasi sampai ke wilayah pedesaan Indonesia.

Dibandingkan dengan satelit-satelit sebelumnya, Nusantara Satu memiliki dua inovasi utama yang belum digunakan satelit Indonesia manapun, yaitu: HTS (High Troughput Satellite) dan Electric Propulsion.

 

Teknologi HTS

Teknologi High Throughput Satellite (HTS), membagi area cakupan menjadi beberapa spot beam, dengan penggunaan frekuensi yang lebih efesien (frequency re-use), menjadikan kapasitas bandwidth menjadi jauh lebih besar dibandingkan dengan satelit konvensional untuk alokasi spektrum yang sama.

 

Teknologi Electric Propulsion

Teknologi Electric Propulsion yang digunakan pada Satelit Nusantara Satu menghemat bobot satelit hingga ratusan Kg pada saat peluncuran. Dengan penggunaan teknologi ini juga dapat menghemat penggunaan bahan bakar, sehingga bahan bakar dapat digunakan untuk memperpanjang usia pakai satelit.

Baca juga:  Udara Jakarta Lebih Bersih Saat Lebaran, Benarkah? Mari Lihat Datanya

 

Kapasitas Transponder

Satelit Nusantara Satu Memiliki kapasitas 26 transponder C-band dan 12 transponder Extended C-band serta 8 spot beam Ku-band dengan total kapasitas bandwidth mencapai 15 Gbps.

coverage-ku-band-n-satu

Cakupan C-band dan Extended C-band satelit tersebut meliputi wilayah Asia Tenggara, sementara untuk Ku-Band meliputi seluruh wilayah Indonesia yang terdiri dari 8 Spot Beam pada sistem HTS.

coverage-c-band-n-satu

Transponder sendiri adalah perangkat otomatis yang menerima, memperkuat, dan mengirimkan sinyal dalam frekuensi tertentu.

 

Mengatasi Kesenjangan Akses Internet

Satelit Nusantara Satu akan digunakan untuk keperluan Pemerintah yang akan menyebarluaskan internet ke berbagai desa di Indonesia. Selain itu, satelit tersebut juga digunakan untuk memperkuat Iayanan ritel PSN melalui produk Ubiqu dan Sinyalku.

Direktur PT PSN, Heru Dwikantono menjelaskan, saat ini sudah sekitar 3 ribu desa telah terkoneksi dengan Ubiqu. PSN menargetkan untuk membuka akses 25 ribu desa yang belum terhubung internet.

 

Referensi

No more articles
[addthis tool="addthis_inline_share_toolbox"]