A password will be e-mailed to you.

    Penghargaan Nobel Kimia 2018 telah diberikan pada tiga orang dari dua negara pada Hari Selasa 2 Oktober 2018.

    Ketiga ilmuwan itu adalah

    • Frances Arnold dari Amerika Serikat
    • George Smith dari Amerika Serikat
    • Gregory Winter dari Inggris

    chem nobel laureates 2018

    Tiga ilmuwan tersebut memanfaatkan kekuatan evolusi untuk membuat enzim baru, yang merupakan alat kimia dasar kehidupan.

    Penemuan ini memiliki potensi besar untuk dapat menghasilkan lebih banyak obat dari berbagai penyakit.

     

    Evolusi Enzim

    Pada mulanya Frances Arnold mencoba memaksakan perubahan enzim dengan menggunakan metode yang tradisional. Namun, terobosannya datang ketika dia membiarkan kekuatan evolusioner untuk mengatur perkembangan enzim.

    Penemuan ini menjadi langkah pertama menuju revolusi enzym. Perubahan kecil, tetapi mendasar yang mengarahkan ke zat kimia ramah lingkungan, obat-obatan baru hingga bahan bakar terbarukan.

     

    Bakteriofag

    Sedangkan Smith dan Winter berfokus pada virus kecil yang menginfeksi bakteri yang disebut bacteriophages. Menggunakan elemen ini, George Smith menemukan metode memperkenalkan antibodi yang berfungsi seperti ‘rudal’.

     

    Potensi temuan

    Winter kemudian menerapkan evolusi terarah untuk mengembangkan farmasi pertama di dunia yang seluruhnya berdasarkan pada antibodi manusia.

    Jika evolusi ini berhasil maka bisa menghadirkan berbagai obat yang berbeda seperti untuk sel-sel tumor tertentu, radang sendi, racun yang menyebabkan anthrax, membantu memperlambat lupus dan bahkan dalam beberapa kasus menyembuhkan kanker metastatik.

    Banyak antibodi seperti saat ini sedang menjalani uji klinis, termasuk beberapa untuk memerangi penyakit Alzheimer.

    Alan Boyd, presiden Fakultas Kedokteran Farmasi Inggris, memuji penghargaan itu.

    “Penggunaan antibodi telah menghasilkan perubahan paradigma dalam cara yang sekarang kita memperlakukan begitu banyak penyakit yang telah membawa manfaat yang signifikan bagi pasien di seluruh dunia dan akan terus melakukannya untuk tahun-tahun mendatang,” katanya.

     

    Baca juga:  Benarkah Manusia Telah Pergi ke Bulan?

    Referensi:

    No more articles