A password will be e-mailed to you.

    Penemu Skala Kekuatan Gempa Bumi

    Pada 1934, Charles Richter seorang ilmuwan di Caltech University memperkenalkan cara mengukur kekuatan gempa dengan logaritma.

    Charles Richter mengamati seismograf

    Digunakan sebuah rumus berdasarkan besar simpangan maksimum gelombang gempa yang terekam pada satu jenis seismometer dan jarak antara sumber gempa bumi dengan seismometer.

    Skala Richter ini hanya spesifik digunakan pada gempa di California, Amerika Serikat.

     

    Skala Richter tidak lagi digunakan

    Sayangnya, skala Richter tidak bisa menyediakan perkiraan kekuatan yang akurat untuk gempa besar.

    Sekarang ini, skala yang digunakan geofisikawan di seluruh dunia adalah skala momen magnitude atau Mw.

    Karena skala ini telah dirancang sedemikian rupa sehingga bekerja dengan baik pada rentang kekuatan gempa yang lebih besar dan dapat digunakan di seluruh dunia.

    Skala momen magnitude diatur berdasarkan total momentum yang dilepaskan ketika gempa terjadi.

    Moment adalah hasil antara jarak patahan yang bergerak dan besar gaya yang diperlukan untuk pergerakan tersebut.

    Skala ini diturunkan berdasar rekaman model gempa bumi pada beberapa stasiun pengukuran.

    Besar skala moment magnitude kira-kira sama  dengan skala Richter, namun untuk gempa dengan kekuatan besar diatas magnitude 8, hanya skala moment magnitude yang lebih akurat.

    Kekuatan atau magnitude gempa dihitung berdasarka skala logaritma berbasis 10. Artinya setiap naik satu angka skala, simpangan gerakan tanah yang terekam seismograf 10 kali lebih besar.

    Contohnya, gempa berkekuatan 5 Mw akan menyebabkan kekuatan goncangan gempa 10 kali lebih kuat daripada gempa berskala 4 Mw.

    Biar lebih ngena ngebayanginnya, pikirin kekuatan gempa itu kaya energy yang dilepaskan oleh ledakan bom.

    Gelombang gempa bermagnitudo 1 Mw kira-kira membawa energy sama dengan ledakan 6 ons TNT. Maka gempa berkekuatan 8 Mw, melepas energi sama dengan ledakan 6 juta ton TNT!

    Baca juga:  Perhitungan Lengkap dan Simulasi Gerhana Bulan 31 Januari 2018

    Untungnya, kebanyakan gempa bumi yang terjadi setiap saat hanya sebesar 2,5 Mw, yang terlalu lemah energinya untuk bisa dirasakan manusia, dan hanya bisa dilihat memakai seismogram.

    Skala magnitude dapat digunakan untuk menunjukkan kekuatan gempa bumi yang sangaaat kecil, hingga ditulis dalam bilangan negatif.

    Skala ini juga tidak punya batas, jadi bisa digunakan untuk menunjukkan gempa bumi yang berkekuatan sangat dahsyat dan imajinatif seperti gempa berkekuatan diatas skala 10,0 Mw dan diatasnya.

     

    Si Perekam Gempa, Seismograf

    Jaringan stasiun pengukuran geofisika yang dilengkapi dengan alat Seismograf yang dapat mengukur seberapa besar bumi berguncang sepanjang waktu, sehingga ilmuwan dapat menghitung waktu , lokasi dan kekuatan gempa bumi.

    Seismograf merekam dengan membuat pola gelombang zig zag yang menunjukkan bagaimana tanah dilokasi alat ini berguncang.

    Seismograf sangatlah sensitif, fungsinya seperti kaca pembesar untuk mengetahui getaran tanah.

    Seismograf yang diletakkan misalnya di Semarang, dapat mendeteksi gempa bumi kuat yang terjadi di Jepang.

    Setelah gempa bumi terjadi, biasanya nilai kekuatan gempa akan terus direvisi selagi waktu berlalu dan lebih banyak stasiun yang merekam gelombang gempanya.

    Butuh beberapa hari sebelum nilai final kekuatan gempa benar-benar akurat.

    Rekaman seismograf dapat kamu akses secara gratis dan kapan saja pada stasiun Geofon GFZ, disini.

    Rekaman Seismograf pada Stasiun Semarang tanggal 28 September 2018

    Ngerti kan? kalau logaritma dapat membantu menyederhakan persoalan.

    Charles Richter membuat skala logaritma Richter untuk tujuan penting.

    Supaya dapat membantu banyak orang untuk mengamankan diri dari bahaya gempa bumi.

    Meskipun skala Richter telah diganti dengan sistem skala yang lebih mumpuni, skala ini tetap sering disebut diberbagai berita, walaupun maksudnya membaca skala moment magnitude.

    Baca juga:  Akankah manusia musnah dengan musnahnya hutan di Bumi?

     

    Referensi

    • Modern Global Seismology. Thorne Lay and Terry C. Wallace
    • http://www.geo.mtu.edu/UPSeis/intensity.html
    No more articles