Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) LENGKAP: Pengertian, Fungsi, Ciri, dan Contoh

lembaga swadaya masyarakat

Lembaga swadaya masyarakat (LSM) adalah suatu lembaga atau organisasi yang anggota-anggotanya terdiri dari warga masyarakat yang didirikan atas dasar sukarela atau inisiatif sendiri untuk melakukan kegiatan tertentu serta berfokus pada tujuan kemasyarakatan itu sendiri.

Kita tahu bahwa LSM merupakan organisasi di luar pemerintah atau birokrasi, yang tugasnya membantu kinerja pemerintah dalam kegiatan kemasyarakatan dan juga sekaligus mengawasi jalannya pemerintahan agar tidak terjadi penyalahgunaan kewenangan.

Contoh Lembaga Swadaya Masyarakat seperti YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia), Greenpeace, YLBHI, WALHI, Kontras dan masih banyak lagi.

Fungsi lembaga swadaya masyarakat

Nah, apakah fungsi LSM?

Sebagai lembaga masyarakat, LSM telah menjadi bagian dari masyarakat yang memilki fungsi-fungsi sebagai berikut.

  1. LSM Sebagai wadah untuk menampung aspirasi masyarakat dalam bidang pembangunan terutama pada bagian yang sering tidak terlihat oleh pemerintah.
  2. LSM memelihara dan menjaga suasana lingkungan masyarakat agar tetap kondusif.
  3. LSM sebagai penyemangat dalam menumbuhkembangkan masyarakat dalam bidang pembangunan.
  4. Sebagai pengawas, pelaksana dan motivator hasil pembangunan secara berkesinambungan.
  5. Menjadi wadah penyalur aspirasi masyarakat.
  6. Sebagai organisasi yang membantu dalam menyukseskan pembangunan bangsa dan negara.
  7. LSM mengali potensi yang ada dalam anggota-anggotanya.
lembaga swadaya masyarakat
Contoh kegiatan LSM

Dasar Hukum Lembaga Swadaya Masyarakat

Lembaga swadaya masyarakat dapat didirikan berlandaskan dua dasar hukum berikut,

  1. Organisasi Masa, peraturannya termuat dalam Pasal 1663-1664 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata), serta UU No 8 Tahun 1985 mengenai Organisasi Kemasyarakatan atau Undang-Undang Ormas.
  2. Badan Hukum, yang termuat dalam Staatsblad 1870 No 64 dan UU No 16 Tahun 2001 tentang Yayasan, yang kemudian telah diubah dengan UU No 28 Tahun 2004 atau Undang-Undang Yayasan.
Baca juga:  Diagram Venn (Penjelasan Lengkap dan Contoh Pengunaannya)

Ciri-ciri lembaga swadaya masyarakat

Nah, setiap lembaga memiliki ciri-ciri yang berbeda agar mudah dikenali, lembaga Swadaya Masyarakat pun begitu. Untuk lebih mengenal apa itu LSM, berikut ciri-ciri LSM yang perlu diketahui.

  1. LSM adalah organisasi diluar pemerintah, birokrasi maupun negara.
  2. Seluruh kegiatan yang dilaksanakan LSM tidak mempunyai tujuan untuk memperoleh keuntungan tertentu.
  3. Seluruh kegiatan dan aktifitas yang dilaksanakan LSM hanya bertujuan untuk kepentingan masyarakat dan tidak memiliki kepentingan untuk salah satu pihak anggota didalamnya.
  4. Mempunyai dasar hukum yang termuat dalam Undang-Undang No. 16 Tahun 2001 tentang yayasan.

Contoh lembaga swadaya masyarakat

Adapun contoh-contoh lembaga swadaya masyarakat di Indonesia, seperti:

  • YLBHI

YLBHI adalah singkatan dari Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia yang bertugas dalam memberikan bantuan hukum kepada masyarakat yang membutuhkan.

  • Elsam

Elsam adalah singkatan dari Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat. Elsam memiliki tujuan untuk memberikan bantuan advokasi maupun studi kepada masyarakat yang membutuhkan.

  • PBHI

Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Indonesia atau sering disingkat PBHI adalah lembaga swadaya masyarakat yang bertugas untuk memberikan bantuan hukum kepada masyarakat yang mengalami kekerasan atau menjadi korban dari tindak kejahatan tertentu.  

  • Kontras

Kontras adalah singkatan dari Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan yang mempunyai misi mulia dalam membantu para korban dari tindakan kekerasan dan bagi orang yang telah hilang.

Demikian, penjelasan lengkap mengenai lembaga swadaya masyarakat. semoga bermanfaat!

About Muhammad Mirza 66 Articles
Lulusan Departemen Fisika Universitas Diponegoro. Senang belajar dan meneliti.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*