A password will be e-mailed to you.

Jika kamu berada di garis depan, di zona bahaya, dan mendapat serangan dari berbagai arah… kamu membutuhkan bantuan untuk melindungimu dari serangan tersebut.

Salah satu langkah untuk menangani hal tersebut adalah dengan membuat perlindungan untuk mencegah masuknya serangan dari musuh.

Yaitu dengan menggunakan lapisan kaca anti peluru.

Kaca anti peluru di gedung DPR

Selain itu, kaca tahan peluru banyak digunakan pada kendaraan militer, mobil kepresidenan, pesawat tempur, kereta cepat, dan lain-lain.

Material tembus pandang namun tahan peluru ini biasanya terbuat dari rangkaian material yang disusun dan ditempelkan sedemikian rupa, sehingga mampu menghentikan laju peluru.

 

Sejarah penggunaan kaca anti peluru

Kaca antipeluru modern hanyalah sebuah variasi pada kaca pengaman yang dilaminasi, dan awalnya dibuat oleh seorang ahli kimia Perancis bernama Édouard Bénédictus (1878–1930), dan mengeluarkan paten atas gagasan tersebut pada tahun 1909.

Kaca anti peluru laminasi merupakan jenis ballistic glass tradisional. Awalnya kaca tersebut menggunakan seluloid (plastik awal) yang dicepit di antara dua lembar kaca. Apabila diamati dengan seksama, pembuatan lapisan pada kaca anti peluru laminasi sangat mirip dengan pembuatan kaca mobil.

Bahan resin polyvinyl butyral ditempatkan di antara dua lapisan kaca, kemudian dicetak bersama pada temperatur dan tekanan tertentu. Layaknya kaca mobil, jenis kaca ini tidak langsung pecah berkeping-keping saat dihantam peluru.

Ide menggunakan plastik polivinil dalam gelas laminasi berasal dari tahun 1936, ketika pertama kali diusulkan oleh Earl Fix dari Pittsburgh Plate Glass Company.

 

Bagaimana kaca anti peluru dibuat

Kaca anti peluru dikenal sebagai bahan tembus pandang yang dapat menahan energi kinetik sebuah peluru hingga kaliber tertentu. Saat ini, bahan yang umum digunakan dalam pembuatan kaca tahan peluru ialah plastik polycarbonate.

Baca juga:  Waspada! 5 Racun Paling Mematikan bagi Manusia

Struktur kaca anti peluru

Sebuah kaca tahan peluru konvensional pada dasarnya dibuat dengan cara melapiskan sebuah material polikarbonat pada lembar kaca biasa. Proses pelapisan ini disebut dengan laminasi. Proses laminasi akan menghasilkan material yang mirip kaca yang lebih tebal dibandingkan kaca biasa.

Material polikarbonat merupakan suatu kelompok polimer termoplastik (mudah dibentuk pada temperatur tinggi). Biasanya juga digunakan dalam industri yang luas, seperti untuk botol minuman.

Kaca tahan peluru biasanya memiliki ketebalan antara 7 milimeter sampai 75 milimeter.

Sebutir peluru yang menghantam sebuah kaca tahan peluru akan menerobos lapisan bagian luar dari kaca tersebut, tetapi lapisan material kaca-polikarbonat akan mampu menyerap energi peluru tersebut dan menghentikannya sebelum peluru tersebut menembus keluar dari lapisan terakhir.

Walaupun bertujuan untuk menghentikan laju peluru, namun ketahanan kaca tersebut tetap bergantung pada ketebalan kaca dan jenis senjata (ukuran kaliber peluru) yang digunakan untuk menembak kaca tersebut.

 

Bagiamana prinsip kerja dari kaca anti peluru

Untuk melihat cara kerja dari kaca ini, kita dapat membandingkan kaca anti peluru dengan kaca biasa.

Cara kerja kaca anti peluru

Pada kaca biasa, kaca tidak bersifat elastik sehingga peluru akan langsung menembus bagian kaca. Sehinga menyebabkan kaca menjadi pecah.

Pada kaca anti peluru, lapisan-lapisan kaca akan meratakan peluru, menghentikan energi dan inersia dari peluru tersebut.

Pada awalnya peluru akan menuju lapisan kaca pertama. Karena kaca lebih keras daripada polycarbonate, peluru tersebut akan berubah menjadi pipih. Namun peluru tersebut masih memiliki energi kinetik untuk menembus lapisan kaca.

Kemudian, peluru yang telah menjadi pipih dan sebagian energi kinetiknya telah terserap oleh lapisan kaca akan ditangkap lajunya oleh lapisan polycarbonate yang lebih lentur dibandingkan dengan kaca. Jadi, lapisan polycarbonate ini dapat diibaratkan bersifat seperti jaring dalam gawang sepakbola.

Baca juga:  25+ Rekomendasi Film Sains Terbaik Sepanjang Masa

Dengan demikian, peluru tidak dapat keluar dari lapisan akhir, yaitu menerobos kaca untuk menyerang target.

 

Referensi

 

No more articles