7 Jamur yang Bisa dan Tidak Bisa Dimakan dan Perbedaannya

Jamur yang bisa dimakan antara lain Jamur Kuping, jamur tiram, jamur kancing, jamur shiratake dan selengkapnya dalam artikel ini.

Siapa yang suka jamur? Wah, jenis makanan yang satu ini bisa jadi idola jika masuk dalam daftar masakan Anda hari ini!

Di pasaran sendiri, terdapat banyak macam jamur lezat yang aman dan bergizi untuk dikonsumsi. Meski demikian, lebih baik jika Anda bisa membedakan jenis jamur yang bisa dimakan dan tidak bisa dimakan.

Berikut adalah rangkuman jamur yang bisa dimakan dan tidak bisa dimakan beserta perbedaannya yang bisa Anda amati.

Jamur yang Bisa Dimakan

Berikut adalah beberapa dari jenis jamur yang aman di konsumsi.

1. Jamur Kuping (Auricularia auricula) 

jamur yang bisa dimakan

Jamur kuping dikenal dengan tekstur yang kenyal dan lembut sehingga sangat cocok disajikan dengan makanan berkuah. Khasiat jamur kuping dapat mengatasi panas dalam, menurunkan tekanan darah tinggi, dan mengatasi penyumbatan pembuluh darah.

2. Jamur Tiram (Pleurotus ostreatus)

jamur yang bisa dimakan

Jika Anda sering mengkonsumsi jamur crispy, ya itulah jamur tiram. Jenis yang satu ini sudah tidak asing lagi karena banyak ditermui di pasaran. Bentuknya yang menyerupai kerang dengan ukiran bawah di kelopaknya membuatnya dinamai sebagai jamur tiram.

3. Jamur Kancing (Agaricus bisporus)

jamur yang bisa dimakan

Disebut sebagai jamur kancing karena bentuknya yang menyerupai kancing. Sangat cocok dihidangkan dengan pasta maupun hidangan barat lainnya bersama dengan tumisan sayur.

Jamur kuping dipercaya dapat membantu menurunkan kolesterol, menangkal radikal bebas dan menambah jumlah sel darah merah karena kandungan asam folat.

Baca juga:  Gejala dan Ciri-Ciri Paru-Paru Basah Beserta Cara Mencegahnya

4. Jamur Merang (Volvariella volvacea)

jamur yang bisa dimakan

Sesuai dengan namanya, jamur ini tumbuh di sisa batang padi (merang). Karena hidup di wilayah tropis, mudah didapatkan di pasaran.

Jamur merang bermanfaat untuk mencegah pertumbuhan kanker, memperkuat sistem tubuh hingga membantu Anda yang sedang dalam program diet.

5. Jamur Enoki (Flammulina velutipes)

Jenis yang satu ini merupakan favorit banyak orang. Enoki dengan rasa yang gurih, jamur ini kerap disajikan dengan makanan berkuah.

Meskipun hanya tumbuh di daerah dingin saja, kini Anda bisa dengan mudah menemukannya di toko-toko.

6. Jamur Shimeji ( Hypsizygus tessellatus)

Jamur shimeji sangat cocok disajikan bersama olahan nasi goreng, sup, dengan saus yang lezat. Mempunyai ciri khas topi warna coklat, bayang tipis, dan ringan, membuat seolah mirip dengan enoki, tapi dengan tangkai yang lebih pendek.

Khasiat dari shimeji yaitu untuk membantu mengatasi nyeri ulu hati, membantu m.assa otot, dan mengobati sakit demam serta masuk angin.

7. Shiitake (Lentinula edodes)

Shiitake berasal dari daerah Jepang. Di Tiongkok, jamur ini telah dibudidayakan secara turun-temurun sehingga harganya agak sedikit mahal. Jenis ini sangat lezat jika dipadukan dengan sup maupun gorengan.

Khasiat dari jamur Shiitake yaitu dapat memperlancar sirkulasi darah, meningkatkan kekuatan tubuh, dan memelihara kesehatan jantung hingga mengontrol kolesterol.

Jamur yang Tidak Bisa Dimakan

Jamur yang tidak dimakan umumnya memiliki ciri khas warna yang terlalu mencolok. Jika Anda ke hutan, mungkin Anda akan menemukan beberapa jenis jamur beracun ini.

Banyak sekali jenis jamur yang tidak dimakan, beberapa diantaranya adalah sebagai berikut.

1. Death Cap (Amanita phalloides)

Jamur ini ditemukan di negara Inggris , dimana diketahui beracun setelah memakan banyak korban. Seseorang yang mengkonsumsi death cap akan mengalami muntah, diare, dan rasa sakit di perut.

Ketika semua gejala tersebut telah hilang, maka kemudian adalah efek mematikan yang muncul dengan gangguan gagal ginjal dan hati. Lebih buruknya, belum ada obat untuk mengatasi keracunan deatch cap.

2. Deadly Dappering (Lepiota brunneoincarnata)

Jamur jenis ini sering ditemukan di kasawan Eropa dan Asia. Jenis jamur ini mematikan karena mengandung racun amatoxins. Anda harus berhati-hati dengan jamur ini lantaran kemiripannya dengan jenis jamur yang bisa dimakan. Efek yang ditimbulkan dari mengkonsumsi jamur ini adalah keracunan hati yang berakibat fatal kematian.

Baca juga:  Daftar Ukuran, Harga, dan Merek Besi Hollow Berkualitas [TERBARU]

3. Panther Cap (Amanita pantherina)

Memiliki bentuk fisik menyerupai jamur yang bisa dimakan, jamur The Blusher atau Amanita rubescens, jamur ini sering mengecoh orang. Akibat yang diitmbulkan jika mengkonsumsi jamur ini yaitu mengalami halusinasi kuat yang berujung mengharuskan penanganan lebih lanjut.

4. Destroying Angels (Amanita virosa)

Jamur ini mempunyai bentuk fisik putih cantik, sehingga dinamai dengan angels. Tetapi, jamur ini sebenarkan mematikan. Efek yang ditimbulkan dari konsumsi jamur ini adalah muntah, diare, dan sakit perut. Kemudian timbul gejala gagal ginjal dan hati hingga berujung kematian.

5. Conocybe Filaris

Jamur jenis ini sekilas aman dimakan, tapi jangan pernah mencoba untuk mengkonsumsinya. Terlihat seperti bisa dimakan, jamur ini mengandung zat berbahaya mycotoxins yang bisa menyebabkan gangguan flue, sakit perut, gangguan gastrointertinal, dan berujung fatal gagal ginjal dan hati.

6. Autumns Skullcap (Galerina marginata)

Jenis jamur ini ditemukan di wilayah Australia, dan beberapa belahan bumi utara. Jamur ini memiliki cat racun amatoxins yang berakibat fatal kematian. Gejala awal yang ditunjukkan yaitu diare, muntah, hypotermia, dan kerusakan hati.

7. Deadly Webcap (Cortinarius rubellus)

jamur yang bisa dimakan

Jamur deadly webcap termasuk ke dalam salah satu jamur mematikan yang sebaiknya tidak dikonsumsi. Jika Anda tidak sengaja memakan jamur jenis ini, maka akan terdapat efek samping flu, gagal ginjal, haus, sering buang air, rasa sakit di ginjal, dan akhirnya susah kencing. Akibat fatalnya berujung pada kematian.


Terimakasih telah membaca artikel Saintif tentang jamur yang bisa dimakan dan tidak bisa dimakan. Semoga bermanfaat ya!

Mahasiswi Departemen Fisika Universitas Diponegoro dengan bidang ilmu Fisika Material