Identifikasi Adalah: Pengertian, Bentuk, Proses, dan Contohnya

ilustrasi oleh dribbble.com

Identifikasi adalah suatu tindakan proses meneliti, mencari, menemukan, mencatat informasi dan data mengenai sesuatu, fakta, atau seseorang.

Proses suatu indentifikasi dapat dilakukan dengan dua jenis (1) proses meniru sumber atau orang lain, dan (2) proses mengumpulkan suatu data.


Kata Identifikasi mungkin sudah tidak asing ditelinga kalian, dalam setiap berita-berita yang disiarkan di media telivisi kata identifikasi sering kali disebutkan.

Sebenarnya apa itu identifikasi?

Secara umum, pengertian identifikasi adalah suatu tindakan atau proses meneliti, mencari, menemukan, mencatat informasi dan data mengenai sesuatu, fakta, atau seseorang

Definisi Identifikasi

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), definisi identifikasi dapat dijelaskan dalam tiga pengertian, yaitu:

  1. Tanda pengenal; bukti diri
  2. Penetapan atau penentuan identitas seseorang, benda, dan sebagainya.
  3. Proses psikologi yang terjadi dalam diri seseorang dimana orang tersebut secara tidak sadar membayangkan dirinya seperti orang lain yang dikaguminya, dan meniru tingkah laku orang yang dikagumi terebut.

Sehingga dapat dikatakan kegiatan meng identifikasi adalah suatu proses menentukan atau menetapkan identitas, baik itu individu, benda, fakta, dan lain sebagainya.

Bentuk-bentuk Identifikasi

Seperti yang telah dijelaskan diatas bahwa identifikasi memiliki banyak makna, tentunya hal ini juga perbanding lurus dari bentuk identifikasi.

Dari segi bentuk identifikasi memiliki beberapa bentuk yaitu identifikasi kelas hingga identifikasi etnik.

Dibawah ini penjelasan mengenai bentuk identifikasi.

  • Identifikasi kelas (Class Identification)
    Identifikasi yang terjadi pada kelas social tertentu
  • Identifikasi Defensif: Identifikasi yang timbul karena adanya rasa takut

Identifikasi Perkembangan:  Identifikasi yang timbul dari hubungan yang positif beberapa pihak yang awalnya akan bergantung pada pihak lain.

Identifikasi Etnik: Identifikasi yang terjadi pasa suatu kelempok/etnis tertentu.

Proses Identifikasi

Identifikasi memiliki 2 makna, yaitu:

  • Identifikasi secara sosiologi dengan tujuan utamanya untuk menjadi sama dengan orang lain.
  • Identifikasi secara kegiatan yaitu kegiatan meneliti, mendata atau mencari identitias.

Berikut ini merupakan penjelas identifikasi menurut maknanya:

1. Identifikasi sebagai proses meniru

Identifikasi yang dimaknai sebagai proses meniru figur yang diidolakan biasanya akan dimulai dengan imitasi. Perbedaan keduanya terletak pada penempatan diri seseorang.

Pada tahapan identifikasi, seseorang akan menempatkan diri pada posisi yang sama dengan orang yang diidolakan. Sedangkan proses imitasi hanya sebatas meniru secara fisik tetapi tidak menempatkan diri pada posisi yang sama.

Imitasi juga dilakukan hanya dalam jangka waktu tertentu atau temporary sedangkan identifikasi dilakukan dalam jangka yang lebih lama bahkan bersifat permanen.

Contohnya:

Ketika anak-anak selesai menonton film superhero. Ia akan bertingkah seakan-akan ia adalah figur superhero tersebut mulai dari cara berjalan, cara berbicara, hingga cara berpakaian.

Proses identifikasi merupakan akumulasi dari beberapa tahun sehingga bisa mempengaruhi identitas seseorang.

2. Identifikasi sebagai kegiatan pengumpulan fakta

Selain bermakna sebagai proses meniru dan menempatkan diri seolah-olah menjadi pribadi yang diimpikan, identifikasi juga berarti proses pengumpulan fakta untuk mendapatkan kesimpulan yang pada umumnya berkaitan dengan identitas seseorang.

Salah satu metode yang sering dilakukan adalah melalui DNA.

Pada orang yang masih hidup, sumber DNA yang digunakan bisa dari darah, air liur, hingga sperma. Sedangkan pada jenazah yang sudah lama meninggal, biasanya akan digunakan DNA yang bersumber dari tulang kerangka.

DNA dari kedua pihak kemudian akan dicocokkan dan biasanya akan dicocokkan dengan keluarga terdekat seperti ayah, ibu, atau anak.

Proses identifikasi dengan menggunakan DNA ini sangat akurat dengan tingkat keakuratan mencapai 100%. Oleh karena itu, metode ini banyak digunakan untuk mencari identitas korban bencana yang sudah tidak utuh lagi atau jenazah yang telah terkubur lama.

Identifikasi dan metodenya semakin lama akan semakin berkembang. Perkembangan tersebut tentunya bertujuan untuk mempermudah proses pengenalan dan meningkatkan tingkat akurasi dari hasil yang diperoleh.

Contoh Identifikasi:

  • Seorang anak berkeinginan untuk menjadi penyanyi setelah dewasa karena ia ingin menyamaipenyanyi idolanya yang ia lihat di acara televisi seperti Indonesian Idol atau D’Academy.
  • seorang pemusik yang terkenal seperti Armand Maulana yang memiliki gaya khas dikagumi oleh seorang yang ingin menjadi musisi lainnya. akibatnya, orang tersebut bisanya menempatkan dirinya seolah-olah sama dengan Armand. Cara berpakaian, aksi panggung, model rambut, dan cara bernyanyi dimirip-miripkan dengan Armand Maulana.
  • Seseorang yang merubah penampilan hanya untuk sama dengan artis pujaannya.
  • Seorang anak mengidolakan gurunya , sehingga dia mengidentifikasi dirinya seperti guru tersebut.
  • Seorang anak laki – laki yang begitu dekat dan akrab dengan ayahnya suka mengidentifikasikan dirinya menjadi sama dengan ayahnya.

Sumber:

  • maxmanroe.com

Artikel Terkait