Hari Bumi Sedunia: Bumi sudah terlalu sakit dan apa yang bisa kita lakukan

Hari Bumi diperingati setiap tanggal 22 April.

Tentu saja ini bukan hari ulang tahun bumi, namun hari untuk memperingati suatu gerakan apresiasi dan kesadaran terhadap bumi, rumah kita bersama.

Hari bumi pertama kali diadakan pada tahun 1970 di Amerika Serikat. Tapi hari bumi sedunia nggak diperingati secara tiba-tiba begitu saja.

Gagasan ini sudah muncul semenjak tahun 1960-an. Saat beberapa elemen masyarakat di Amerika Serikat mulai menyadari ada yang berubah dengan bumi ini. Mereka menyadari bahwa bumi yang mereka tempati mulai tercemar.

Selain itu, para pelajar banyak yang melakukan protes dan demonstrasi terkait dengan berkecamuknya perang di Vietnam. Gerakan ini menginspirasi seorang senator Amerika Serikat, Gaylord Nelson untuk menggagas hari bumi sedunia. Eh, emang apa hubungannya antara kesadaran warga Amerika terkait lingkungan dengan perang di Vietnam?

Gerakan para pelajar ini dimanfaatkan oleh Geyrold Nelson untuk sekaligus menyuarakan kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh perang. Sementara, dilain sisi pencemaran lingkungan dan kerusakan ekologi sudah mulai membahayakan akibat ulah tangan manusia itu sendiri.

Akhirnya, ditetapkanlah tanggal 22 april sebagai hari bumi sedunia.

Peringatan ini bermaksud untuk meningkatkan kesadaran dan dukungan terhadap perlindungan lingkungan. Selain itu, banyak kegiatan bersifat edukasi yang diselenggarakan untuk memunculkan kesadaran betapa rusaknya lingkungan di sekitar kita.

Memang bumi kenapa sih?

Hari Bumi sedunia. Pohon terakhir.
Image via Shutterstock

Krisis lingkungan sudah menjadi topik bahasan oleh para ilmuwan, lembaga sosial, pemerintah, bahkan mungkin para tetangga di samping rumah kita.

Dalam hal ini, sebenarnya kita tidak bisa mengatakan bahwa kita tidak tahu. Begitu banyak bukti dan informasi yang tersebar luas di berbagai media cetak dan media massa. Bahkan dampaknya secara riil bisa kita rasakan .

Baca juga:  Virus corona malah membuat atmosfer menjadi sehat

Cadangan minyak bumi yang terus menipis sementara permintaan pasar yang tiada henti, tanpa sadar dari tahun ke tahun harga minyak cenderung naik. Tak sedikit orang sekarang berlalu lalang di jalan dengan memakai masker, menunjukkan betapa buruknya kualitas udara di sekitar kita.

Selain itu, warna air sungai yang kotor dan berbau seringkali kita temui akibat pembuangan limbah rumah dan industri yang tidak bertanggungjawab. Sampah terutama plastik berton-ton bejibun di tempat pembuangan sampah tanpa tahu akan dikemanakan semua sampah itu, belum lagi yang tercecer di sungai, danau, bahkan laut.

Pernah nggak kita merasa bahwa sekarang musim hujan maupun kemaru semakin tidak menentu? Seharusnya musim panas, eh tapi tiba-tiba hujan lebat mengguyur. Hal ini terjadi akibat dari pemanasan global selain membuat cuaca yang kian panas.

Pembakaran dan penebangan hutan begitu marak terjadi. Hal ini semakin memperparah kondisi bumi yang kita tempati saat ini.

Itu hanya beberapa contoh kecil saja tentang betapa menderitanya bumi dewasa ini. Tahun 1970, orang-orang saat itu mulai menyadari krisis lingkungan. Namun, sekarang permasalahannya menjadi lebih luas dan kompleks.

Selama bertahun-tahun, bumi sudah banyak berubah. Bukannya menjadi lebih baik, justru semakin buruk.

Lantas, apa yang bisa kita lakukan?

Merayakan hari bumi bisa kita lakukan dengan hal lebih dari sekedar membagikan ucapan “Selamat hari bumi sedunia”.

Selain itu, untuk menghargai dan membawa perubahan baik pada bumi ini, kita tidak harus menunggu tanggal 22 April datang setiap tahunnya. Setiap hari kita bisa merayakan hari bumi dengan melakukan hal-hal yang kecil.

Mulai dari kegiatan gerakan menanam pohon. Bayangkan, jika setiap orang di dunia menanam satu pohon, dan pohon itu hidup sampai bertahun-tahun. Tentu banyak sekali pohon yang bisa menghijaukan lagi bumi kita.

Baca juga:  Seberapa bahayakah mie instan itu sebenarnya? (Penjelasan Ilmiah)

Selain itu, kita bisa melakukan hal-hal kecil dengan dampak besar tanpa disadari (andai ini dipraktikan setiap orang) seperti mematikan lampu jika tak digunakan, lebih banyak berjalan kaki atau bersepeda, memakai transportasi umum jika bepergian jauh, menggunakan tas daur ulang, sangat meminimalisir penggunaan plastik dan lain sebagainya.

Upaya menjaga lingkungan juga sudah menjadi fokus ilmu pengetahuan sekarang. Beberapa ide kreatif coba direalisasikan para ilmuwan, seperti membuat kendaraan umum hibrida atau listrik, membuat plastik berbahan baku yang ramah lingkungan, memanfaatkan energi angin, panas matahari sebagai pengganti minyak bumi, dan hal-hal hebat lainnya.

Hal ini menunjukkan bahwa setiap orang sebetulnya punya kesempatan memberi andil dalam menjaga bumi.


Lantas, apa yang selama ini sudah kita lakukan untuk bumi kita tercinta?

Referensi

Mahasiswa Fisika Universitas Diponegoro. Tertarik dengan segala hal baru di dunia ilmu pengetahuan.

Be the first to comment

Leave a Reply