A password will be e-mailed to you.

    Elon Musk juga manusia.

    Di balik kesuksesan yang ia raih saat ini, dia juga pernah mengalami banyak kegagalan.

    Banyak sekali malahan.

    Kita mengenal Elon Musk sebagai enterpreneur dan teknokrat terbesar di dasarwasa ini.

    Ia merevolusi teknologi antariksa dengan SpaceX, mengubah masa depan transportasi dunia dengan Tesla dan Hyperloop, mengubah masa depan energy dengan Solar City, dan masih banyak lagi lainnya.

    Semua itu menjadikan Elon Musk masuk kedalam jajaran 100 orang terkaya di dunia dengan kekayaan lebih dari US$14 Miliar pada tahun 2016.

    Dengan kesuksesannya itu, Elon Musk sering di sebut sebagai “Tony Stark” atau “Iron Man” dalam kehidupan nyata.

    Namun Elon Musk tetaplah manusia. Di balik kesuksesanya yang fenomenal, Elon Musk tentu mengalami perjalanan panjang, hambatan dan juga kegagalan.

    Berikut ini 17+ kegagalan parah yang pernah dialaminya (tentu masih banyak lagi lainnya)

    1995: Ditolak saat melamar pekerjan di Netscape
    1996: Dipecat sebagai CEO di perusahaannya sendiri, Zip2
    1999: PayPal dianggap sebagai 10 ide bisnis terburuk
    2000: Dipecat dari Paypal saat bulan madu
    2000: Hampir meninggal akibat malaria serebal.
    2001: Rusia menolak menjual roketnya
    2002: Rusia menolaknya lagi.
    2006: Peluncuran roket pertama dan ledakan pertama SpaceX
    2007: Peluncuran roket kedua dan ledakan kedua
    2008: Peluncuran roket ketiga dan kegagalan kritis ketiga – bersama satelit NASA
    2008: Tesla dan SpaceX di ambang kebangkrutan2013: Roket pertama gagal mendarat di samudera
    2014: Model Tesla S memiliki beberapa masalah dengan pembakaran baterai spontan

    2015: Roket keempat meledak saat peluncuran. Roket kedua dan ketiga meledak saat mendarat di sebuah drone ship
    2016: Pengiriman Tesla model X tertunda lebih dari 18 bulan
    2016: Roket kelima meledak saat peluncuran dengan satelit facebook di Afrika (biaya $300 M)
    2016: Kegagalan kritis roket SpaceX keempat, kelima dan keenam saat mendarat di droneship

    Baca juga:  Begini Cara Belajar Cepat untuk Menguasai Topik Apapun Menggunakan Teknik Feynman

    Pelajaran bagi kita

    Sungguh luar biasa perjalanan dari Elon Musk, hidupnya yang menarik dan penuh kesuksesan tak lepas dari banyaknya kegagalan yang dia alami.

    Kegagalan yang parah.

    Tetapi sebagaimana orang besar yang lain, Elon Musk pantang menyerah dan tidak berorientasi pada masa lalu.

    Dia proaktif mengambil keputusan untuk merubah masa depan menjadi apa yang dia inginkan…

    Sampai akhirnya bisa berhasil seperti saat ini.

     

    Kunci kehebatan Elon Musk

    Elon Musk adalah seorang expert generalist.

    Expert adalah orang yang ahli di satu bidang tertentu. Generalist adalah orang yang tahu banyak hal di semua bidang, tapi tidak mendalam.

    Sementara Expert Generalist adalah orang yang ahli dalam beberapa bidang sekaligus.

    Ia mempelajari banyak bidang ilmu dan memahami prinsip dasar yang menghubungkan berbagai bidang tersebut. Dengan ini ia bisa menerapkan satu konsep di bidang tertentu pada bidang lainnya.

    Ia bisa membangun SpaceX, memanfaatkan prinsip yang didapat di SpaceX pada Tesla, begitupun sebaliknya, dan lain sebagainya.

    Pertanyaannya, bagaimana Elon Musk bisa menjadi seorang expert generalist?

     

    1. Rajin membaca buku

    Dari kecil Elon Musk adalah seorang pecinta buku yang fanatik.

    “Bukanlah hal yang aneh baginya untuk membaca sepuluh jam per hari” kata Kimbal Musk, adik Elon Musk

    Bahkan saking rajinnya, tak jarang ia melahap habis sebuah buku dalam waktu sehari.
    Musk kecil rajin menyelami buku-buku fiksi dan komik-komik dan beberapa buku non fiksi. Prinsip hidup yang dipegang hingga saat ini tidak bisa dilepaskan dari buku yang semasa kecil ia baca.

    Beragam ilmu, pengetahuan, dan sudut pandang yang ia raih dari membaca buku telah membentuk Elon Musk seperti masa kini.

     

    2. Menggunakan first principle

    First principle adalah metode berpikir dengan cara merujuk langsung pada hal yang paling mendasar.

    Baca juga:  Bagaimana Internet Membuat Kita Menjadi Semakin Bodoh?

    Metode ini sendiri sebenarnya sudah sejak dari dahulu diperkenalkan oleh Aristoteles.

    Dengan gaya berpikir ini, kita langsung menggali informasi dasar yang paling penting, bukan menghabiskan energi untuk memikirkan informasi-informasi kecil ataupun informasi yang sifatnya umum dan wajar.

    Contoh pendekatan Elon Musk dengan first principle:

    Kenapa mobil listrik tidak maju dan tidak diminati?
    Karena harga jualnya mahal dan jarak tempuhnya pendek

    Kenapa harga jualnya mahal dan jarak tempuhnya pendek?
    Karena biaya produksi baterai mahal dan tidak tahan lama.

    Kenapa produksi baterai mahal dan baterai tidak tahan lama?
    Karena material untuk membuat baterai tidak diperoleh secara langsung dan teknologi baterai masih terbatas.

    Begitu seterusnya sampai diketahui bahwa permasalahan mendasar dari sebuah mobil listrik adalah teknologi baterai, sehingga ia mulai berfokus dari hal itu.

    Dengan pendekatan first principle ini, kita dapat melakukan suatu perubahan yang sangat drastis

     

    3. Transfer of learning

    Transfer of learning adalah kemampuan untuk menerapkan sebuah gagasan pada hal lain.

    Bisa berupa menerapkan sebuah teori pada kehidupan sehari-hari, atau menerapkan suatu konsep pada bidang ilmu tertentu pada bidang ilmu lainnya.

    Bayangkan saja jika kamu memiliki kemampuan transfer of learning ini dengan sangat baik. Seperti Elon Musk yang bisa menerapkan suatu prinsip terntentu di SpaceX untuk suatu hal di Tesla, dan lain sebagainya.

    Tentu kamu bisa membuat banyak terobosan yang inovatif.

    Memang keren banget si Elon Musk ini!

    Kalo kamu pengen biar bisa keren kayak Elon Musk, nih ada kaos SpaceX yang bisa kamu dapetin di sini.

    *bukan kaos official

     

    Referensi:

    No more articles