Diagnosa: Pengertian, Manfaat, dan Jenis-Jenisnya [LENGKAP]

diagnosa adalah
ilustrasi oleh dribbble.com

Diagnosa adalah istilah kedokteran yang berarti suatu proses menemukan penyebab pokok dari masalah-masalah organisasi yang dipergunakan.

“kamu didiagnosa menderita penyakit bla..abla…”. Kerap kali kita mendengar pernyataan itu di dunia medis dan seketika langsung merasa down dengan apa yang dokter katakan.

Sebenarnya ada banyak tipe dari diagnose itu sendiri, untuk lebih jelasnya mari kita mulai pembahasannya~

Pengertian Diagnosa

Secara etimologi, diagnose berasak dari bahasa Yunani dari kata ‘Gnosis’ yang berarti ilmu pengetahuan.

Sedangkan secara terminologi diagnosa adalah penetapan suatu keadaan yang menyimpang atau keadaan normal melalui dasar pemikiran dan pertimbangan ilmu pengetahuan.

Penyimpangan dari keadaan normal yang dimaksud disini adalah keadaan abnormal/anomaly/kelainan.

Sehingga secara umum diagnosa adalah istilah kedokteran yang berarti suatu proses menemukan penyebab pokok dari masalah-masalah organisasi yang dipergunakan.

Diagnosa merupakan pendekatan sistematis terhadap pemahaman dan gambaran kondisi terkini yang merinci pada hakekat permasalahan dan identifikasi factor penyebab yang memberikan dasar untuk memilih strategi perubahan dan teknik yang paling tepat.

Manfaat Diagnosa

  1. Untuk menemukan atau mengidekntifikasi kelemahan atau penyakit (weakness, disease) yang dialami seseorang.
  2. Untuk menemukan karakteristik atau kesalahan-kesalahan atau gejala-gejala atau fakta tentang suatu hal
  3. Sebagai pertimbangan dalam upaya pengendalian penyakit di lapangan
  4. Salah satu upaya untuk mencegah dan menanggulangi penyebaran suatu penyakit atau wabah.

Jenis-Jenis Diagnosa

Menurut Salzmann tahun 1950 diagnosis terdiri atas lima jenis yaitu,

1. Diagnosis medis (medical diagnosis)

Suatu diagnosis yang menetapkan keadaan normal atau keadaan menyimpang yang disebabkan oleh suatu penyakit yang membutuhkan tindakan medis/pengobatan.

2. Diagnosis ortodontik (orthodontic diagnosis)

Diagnosis yang menetapkan keadaan normat atau kelainan atau anomaly oklusi gigi-gigi “bukan penyakit” yang membutuhkan tindakkan rehabillitasi.

Baca juga:  Biaya Adalah: Pengertian, Jenis, Unsur, Fungsi Dan Manfaatnya

 3. Diagnosis biogengetik (biogenetic diagnosis)

Diagnosis terhadap kelainan oklusi gigi-geligi “maloklusi” berdasarkan atas factor-faktor genetic atau sifat-sifat yang diturunkan “herediter” dari orang tua terhadap anak-anaknya.

4. Diagnosisi sefalometrik (cephalometric diagnosis)

Diagnosis mengenai oklusi gigi-geligi yang ditetapkan berdasarkan atasa data-data pemeriksaan dan pengukuran pada sefalogram (rontgen kepala) misalnya maloklusi kelas II angle tipe skleletal

5. Diagnosis gigi geligi (dental diagnosis)

Diagnosis ditetapkan sesuai atas hubungan gigi-geligi yang berdasarkan hasil pemeriksaan secara klinis atau intra oral atau pemeriksaan terhadap model studi

Be the first to comment

Leave a Reply