Bagaimana Cara untuk Mencegah Tanah Longsor? LIPI Punya Solusinya

Hujan sudah mulai turun akhir-akhir ini, tandanya musim penghujan telah tiba.

Musim penghujan juga seringkali hadir dengan bencana alam, di antaranya badai angin, banjir dan tanah longsor.

Berita tanah longsor tanggal 6 November 2018

Bencana tanah longsor sudah sangat umum terjadi di Indonesia, dimana proses erosi dan sedimentasi sangat mungkin terjadi di daerah bukit atau pegunungan yang tidak memiliki lereng stabil.

Ditambah dengan penebangan vegetasi pohon yang dapat memperparah erosi tanah.

Salah satu solusi pencegahan tanah longsor adalah dengan melakukan pembetonan, akan teteapi hal ini memerlukan biaya yang besar.

Tim peneliti geoteknologi LIPI mempunyai paket teknologi pencegah longsor dengan cara yang lebih murah, yang kemarin dipamerkan di Indonesia Science Expo 2018 di ICE, Tangerang.

Stand Geoteknologi LIPI di Indonesia Science Expo 2018

Wiseland

Sistem pemantauan dan peringatan dini bahaya gerakan tanah berbasis jejaring sensor nirkabel yang diberi nama Wiseland.

Alat ini terdiri dari tiltmeter yang memantau kemiringan dan pergesaran tanah, ombrometer yang mengukur curah hujan, dan alat lain yang mampu mengukur tingkat kejenuhan air di tanah.

 

The Greatest

Merupakan akronim dari Teknologi Gravitasi Ekstraksi Air Tanah untuk Stabilisasi Lereng.

Walaupun menggunakan material yang mudah dijumpai, sistem pengoperasiannya tetap mengacu pada perhitungan ilmiah.

Teknologi pencegah longsor ini dikembangkan dengan menggunakan sistem drainase siphon.

Prinsipnya, alat ini bekerja untuk mengeluarkan air muka tanah pada titik ketinggian yang telah ditentukan, karena penyebab longsoran dalam di lereng disebabkan naiknya air permukaan tanah.

Berdasarkan penelitian tim terhadap pergerakan tanah, ada dua penyebab longsor.

  • Pertama, karena penjenuhan tanah di permukaan lereng.
  • Kedua, akibat kenaikan air pemukaan tanah.

Penanganan penyebab pertama tidak terlalu kompleks.

Namun, penyebab kedua yaitu kenaikan air permukaan tanah patut menjadi perhatian serius.

Baca juga:  Quick Count, apa dan bagaimana cara kerjanya? [Penjelasan ringkas dan jelas]

Air permukaan yang naik tentu mengakibatkan longsoran dalam.

Alat inilah yang akan membuang kelebihan air permukaan tersebut.

Dalam pendistribusian air permukaan tanah yang berlebih di lereng, aliran air yang mengalir ke dalam selang pembuangan harus dipastikan terbebas dari udara.

Apabila oksigen masuk, penyedotan harus diulang.

Mengalirnya air dari lereng ke dataran yang lebih rendah tetap mengacu pada teknologi gravitasi.

Cara kerja sistem siphon pembuangan air permukaan tanah di lereng ini kurang lebih sama dengan pemindahan bensin dalam tangki motor ke dalam botol menggunakan selang secara manual.

Hanya saja, jumlah air yang mengalir dengan menggunakan The Greatest akan berhenti pada kondisi yang ditentukan.

Alat ini akan berhenti bila air di lereng sudah menyusut kembali ke ketinggian air permukaan normal atau setimbang..

Alat ini telah dipasang di daerah rawan longsor di Kabupaten Bandung Barat, Sukabumi dan Purwakarta serta daerah lain di Pulau Jawa.

Meteorologist by day. Astronomer by night.

Be the first to comment

Leave a Reply