Catatan Kaki: Pengertian, Aturan Penulisan, dan Contohnya

catatan kaki
ilustrasi oleh dribbble.com

Catatan kaki atau biasanya disebut juga Footnote adalah keterangan khusus yang ditulis pada bagian bawah setiap lembaran atau bisa juga di akhir bab karangan ilmiah.

Umumnya catatan kaki ditulis dengan huruf yang berukuran lebih kecil. Catatan ini digunakan untuk memberikan keterangan dan komentar serta menjelaskan sumber kutipan atau sebagai pedoman penyusunan daftar bacaan atau bibliografi.

catatan kaki

Selain menjelaskan asal kutipan, catatan kaki juga sering digunakan untuk menjelaskan teks atau istilah khusus yang perlu penjelasan lebih panjang.

Setiap teks yang akan dijelaskan dalam catatan kaki akan ditandai dengan nomor. Nomor tersebut akan terkait langsung dengan keterangan yang ada di catatan kaki. Dengan adanya nomor dalam catatan kaki ini, maka teks-teks yang diberi catatan tidak akan tertukar dengan catatan untu teks lainnya.

Aturan Penulisan

Catatan kaki mempunyai aturan-aturan penulisan yang perlu diperhatikan. Hal-hal tersebut diterapkan supaya dapat dimengerti oleh para pembaca sebuah karya ilmiah.

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menulis catatan kaki:

  1. Penulisannya dipisahkan oleh garis yang panjangnya 14 karakter dari margin sebelah kiri dan berjarak 4 spasi dari tulisan atau teks.
  2. Diketik atau ditulis dengan satu spasi.
  3. Harus diberikan nomer.
  4. Nomer pada catatan kaki diketik dengan jarak 6 karakter dari margin sebelah kiri.
  5. Apabila catatan kakinya lebih dari satu baris, maka pada baris yang kedua maupun selanjutnya dimulai seperti margin teks yang biasanya tepat pada margin bagian sebelah kiri.
  6. Jika catatan kakinya lebih dari satu maka jarak antar catatan kaki dengan catatan kaki yang lainnya sama seperti jarak spasi pada teks.
  7. Catatan kaki harus ditulis pada halaman yang sama, jika terlalu panjang lebih baik potong teksnya dari pada memotong catatan kaki.
  8. Berjarak 3 centimeter dengan margin bagian bawah, seperti halnya pada aturan teks.
  9. Jika nama pengarang dua sampai tiga orang maka harus ditulis semuanya, sedangkan jika nama pengarangnya lebih dari tiga orang maka tulis saja nama pengarang yang pertama lalu di belakangnya ditulis et.al., atau dkk.
  10. Nama pengarang harus ditulis sesuai nama aslinya, pangkat dan gelar tidak perlu ditulis.
  11. Judul buku atau sumber harus diberi garis bawah, jika diketik dengan komputer maka harus dicetak miring.
  12. Kalau keterangannya mengenai referensi suatu artikel ataupun buku, penulisannya hampir mirip seperti daftar pustaka tapi nama penulisnya tidak dibalikan.
Baca juga:  Rumus Luas Segitiga Sembarang [LENGKAP] Beserta Contoh Soalnya

Teknis Penulisan

Terdapat teknis membuat penulisan catatan kaki yang perlu diperhatikan, yaitu:

  • Nama pengarang tidak dibalik (tidak seperti dalam penulisan daftar isi)
  • Judul buku dicetak miring (jika diketik dengan komputer) atau digaris bawah (jika tidak dengan komputer). Selain buku (artikel di majalah, Koran, atau jurnal), judul sumber ditempatkan dalam tanda petik dua (“…”), tidak dicetak miring atau digaris bawah
  • Kota terbit
  • Nama penerbit
  • Tahun terbit
  • Nomor halaman
  • Semua unsur dihubungkan dengan tanda koma (,), kecuali setelah kota terbit, dihubungkan dengan tanda titik dua (:).

Singkatan dalam Catatan Kaki

Catatan Kaki juga memiliki jenis-jenisnya yaitu Ibid, Op.cit dan Loc.cit. Berikut uraian lengkapnya

1. ibid

Ibid digunakan ketika catatan kaki yang satu dengan yang lainnya berketerangan sama tanpa diselingi oleh catatan lain. Penulisan dilakukan jika catatan kaki tersebut berada pada satu halaman, maka cukup dengan menulis istilah Ibid.

Tapi jika terdapat pada beberapa halaman maka penulisannya: Ibid, no halaman, penulisan kata Ibid harus memakai garis bawah atau dimiringkan. Contohnya:

  • Gorys Keraf, Diksi dan Gaya Bahasa, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 1999, hlm. 8
  • Ibid., hlm. 15 (berarti dikutip dari buku yang sama dengan buku di atas)

2. op.Cit

Op.cit. digunakan ketika mengutip dari dua sumber yang sama akan tetapi ditulis pada catatan kaki yang tidak berurutan dan letaknya pada halaman berbeda, adapun cara penulisannya: Nama Penulis, op.cit., no halaman. Contohnya:

  • Gorys Keraf, Diksi dan Gaya Bahasa, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 1999, hlm. 8.
  • Ismail Marahimin, Menulis secara Populer, Pustaka Jaya, Jakarta, 2001, hlm 46.
  • Soedjito dan Mansur Hasan, Keterampilan Menulis Paragraf,Remaja Rosda Karya, Bandung, hlm. 23.
  • Gorys Keraf, op. cit. hlm 8 (berarti diambil dari buku yang telah disebutkan di atas)

3. loc.cit

Loc.cit. digunakan sama seperti yang diatas tapi digunakan pada halaman yang sama yang telah disisipi oleh referensi yang lain dari halaman yang sama, adapun cara penulisannya seperti: Nama Penulis, loc.it. Contohnya:

  • Gorys Keraf, Diksi dan Gaya Bahasa, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 1999, hlm. 8.
  • Ismail Marahimin, Menulis secara Populer, Pustaka Jaya, Jakarta, 2001, hlm 46.
  • Soedjito dan Mansur Hasan, Keterampilan Menulis Paragraf,Remaja Rosda Karya, Bandung, hlm. 23.
  • Ismail Marahimin, loc. cit. (maksudnya buku yang telah disebut di atas di halaman yang sama, yakni hlm. 46)
  • Soedjito dan Mansur Hasan, loc. cit. (menunjuk ke halaman yang sama dengan yang disebut terakhir, yakni hlm. 23)
Baca juga:  Macam Pola Aliran Sungai (Lengkap) Beserta Gambar dan Penjelasan

Contoh-Contoh

Contoh Catatan Kaki 1 s/d 3 Pengarang

Catatan kaki jika referensinya pada buku karangan yang ditulis oleh satu hingga 3 pengarang, yaitu:

  • Dodo Nama, Tata Cara Menulis Karya Ilmiah Bagi Pemula, Pustaka Siang, Bandung, 2012, hlm.19.
  • Chairil Anwar, Aku Ini Binatang Jalang, (Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 1991), hlm 4.
  • Sumi Winarsih, Ridha Yulfika, Bagus Wicaksono, Belajar Bahasa Indonesia, (Bandung: Acarya, 2005), hlm. 32.

Contoh Catatan Kaki 4 atau lebih Pengarang:

Jika referensinya pada buku karangan menggunakan empat penulis atau lebih, yaitu:

  • Mahmud Hidayat, dkk., Bahasa dan Sastra Indonesia, (Klaten: Citra Aji Parama, 2004), hlm. 45.

Jika sumber berasal dari Majalah/Surat Kabar yaitu:

  • Dinda Mutiara, “Bahasa Jawa di Ambang Kepunahan?”, Kompas, 3 Mei, 1990, hlm. 5.
  • Fajar Samudra, “SMA II, Sekolah yang Kuyup Budaya Jawa,” Majalah Pelajar MOP, Juni, 2005, hlm. 22.

Jika Sumbernya dari Buku Terjemahan yaitu:

  • Multatuli, Max Havelar, atau Lelang Kopi Persekutuan Dagang Belanda, terj. H. B. Jassin, (Jakarta: Jambatan, 1972), hlm 54.

Jika Sumbernya dari Artikel yaitu:

  • Melani Budianta, “Bercermin pada Kaki Langit: Kreativitas dan Pendidikan Sastra Pelajar Indonesia”, Kaki Langit Sastra Pelajar, ed. Jamal D. Rahman, (Jakarta: MajalahSastra Horizon dan Kaki langit, 2002), hlm. 282.
  • “India”, Ensiklopedi Indonesia, (Jakarta: Ikhtisar Baru-Van Hoeve, 1982), hlm. 1402-1407.

Jika sumbernya dari Internet yaitu dengan mengikuti format penulisan berikut:

Nama Penulis, “Judul Tulisan”, diakses dari Url / alamat web, pada tanggal (tanggal mengakses) pukul (waktu mengakses). Contohnya:

Dengan memperhatikan contoh-contoh di atas kamu bisa tinggal menyesuaikan dengan jumlah pengarang dan sumber referensi yang digunakan.

Demikian uraian pembahasan tentang pengertian catatan , aturan penulisan, dan contoh-contohnya.

Referensi: gurupendidikan.co

Tertarik dunia sains dan kepenulisan.