Ada satu rahasia penting dari ilmuwan-ilmuwan hebat yang jarang diketahui orang.

Padahal hal ini sangat mudah untuk diaplikasikan.

Leonardo Da Vinci melakukannya.

Begitu pula Albert Einstein, Thomas Alva Edison, Nikola Tesla, Charles Darwin, dan semuanya.

Tak hanya untuk ilmuwan, rahasia ini juga berlaku pada orang-orang hebat pada umumnya: entah itu entrepreneur, seniman, atau lainnya.

Apa rahasia itu?

Buku catatan.

Para ilmuwan dan orang-orang hebat selalu memiliki buku catatan, yang itu berperan penting dalam capaian mereka.

Orang-orang hebat senang melakukan observasi dan sering sekali menemukan ide-ide baru, buku catatan membantu mereka untuk mendokumentasikannya.

 

Charles Darwin

Charles Darwin adalah salah satu sosok ilmuwan yang meninggalkan catatan sangat lengkap.

Buku catatannya dipenuhi ide-ide, diagram, dan coretan.

Secara berkala ia akan membaca ulang catatan itu, yang kemudian membantunya untuk menemukan keterkaitan antara masalah dan solusi yang dibutuhkannya.

Darwin bukan orang yang dikenal sebagai genius sejak kecil, kunci kehebatannya justru terletak pada kebiasaan mencatat ini.

Menurut cerita yang sering kita dengar dari pelajaran di sekolah, Darwin mulai mengembangkan teori evolusi setelah ia melihat keanekaragaman bentuk burung-burung finch di Kepulauan Galapagos.

Padahal kejadian sebenarnya tak sesederhana dan tak secepat itu.

Selama perjalanan keliling dunia dengan kapal Beagle, Darwin mencatat hasil-hasil pengamatannya secara rinci. Salah satu bagian dari catatan itu adalah detil mengenai Kepulauan Galapagos.

Tapi saat itu Darwin masih belum mendapatkan ide apa-apa

Lima bulan kemudian ketika kapan Beagle berlabuh di Kepulauan Keeling di lautan Hindia, Darwin membuka kembali catatannya dan mulai menyadari sesuatu!

Keanekaragaman burung finch di Kepulauan Galapagos membawanya pada cikal bakal teori evolusi yang mulai dikembangkannya.

Sesampainya kembali di London, Darwin terus mencatat hasil-hasil pengamatannya dan membuka-buka kembali catatan perjalanannya.

Butuh waktu yang sangat lama bagi Darwin untuk menyempurnakan kerangka teorinya…

…dan buku catatan memegang peranan yang sangat penting.

 

Orang-orang hebat lainnya pun suka mencatat

Darwin tidak sendirian.

Orang-orang hebat lainnya pun suka mencatat.

Edison meninggalkan lebih dari 3.500 buku catatan.

Richard Feynman menyimpan jurnal yang berjudul “Hal-hal yang tidak saya tahu”.

Beethoven selalu mencatat ide-idenya, bahkan ketika ia sedang menjamu seorang tamu.

Picasso memanfaatkan delapan buah buku catatan untuk mengekspolasi ide lukisan Guernica-nya.

Faraday selalu mencatat poin-poin penting yag disampaikan ketika ia menyimak kuliah.

Maka dari itu, harusnya kamu juga mengikuti jalan mereka. Gunakan buku catatan untuk menuliskan ide-ide dan pengamatan yang kamu dapatkan.

 

Risih menulis di buku

Kalau kamu risih untuk membawa buku catatan kemana-mana, dan risih untuk mencatat di tempat-tempat umum…

Maka manfaatkanlah teknologi.

Di zaman serba gadget ini, tentu bukan hal sulit untuk mencatat sesuatu di gadgetmu.

Tinggal buka aplikasi catatan, tulis, selesai.

Saya sendiri biasanya menggunakan Evernote, karena mudah diintegrasikan dengan berbagai macam gadget saya.

Kuncinya itu.

Ketika ada ide, segeralah catat.

Jangan biarkan ide itu menguap dan menghilang begitu saja.

 

Mencatat di buku atau di gadget

Walaupun mencatat di gadget lebih mudah dilakukan…

Tapi nyatanya belum ada media yang bisa menggantikan efektivitas catatan tangan.

Mencatat manual menggunakan tangan, dengan coretan dan diagram-diagram, membantu memperkuat penyimpanan jangka panjang di otak.

Maka dari itu, jika kamu ada waktu, pindahkan catatan digital di gadgetmu itu ke buku catatanmu.

Saat memindahkan catatan, sebisa mungkin hubungkan informasi yang kamu tulis itu dengan pengetahuan yang kamu miliki sebelumnya.

Dengan begitu, catatan yang kamu tulis akan lebih nyantol di otak.

 

Begitu….

Jika para ilmuwan hebat (dan orang-orang hebat lainnya) saja membutuhkan buku catatan untuk menyimpan ide-ide mereka, kenapa kita tidak?

Catat saja ide-ide yang kamu dapatkan, walaupun itu kelihatannya konyol.

Toh tidak ada yang membaca catatanmu selain kamu sendiri kok.

Pupuk kebiasaan ini, dan rasakan perubahan yang mungkin terjadi sebulan ke depan.

Saya sendiri juga memanfaatkan hal ini. Saya suka mencatat ide-ide baru.

Karena itu, saya bisa dapat ide yang lebih bagus untuk topik tulisan baru, juga ide pengembangan untuk blog ini.

Terima kasih, buku catatan!

 

Apa lagi yang menghambatmu?

Apa lagi yang menghambatmu untuk menulis di buku catatan?

Bukunya tidak ada? Atau bukunya ada tapi tidak menarik?

Izinkan saya membantu.

Saintif punya produk berupa notebook eksklusif bertema sains, yang pastinya lebih menarik dibandingkan buku catatan biasa.

Sampulnya hardcover, kertasnya tebal bergaris sebanyak 100 halaman.

Eksklusif pokoknya lah.

Begini penampakannya.

Kalau kamu mau, silahkan langsung beli bukunya di Saintif Store.

Dengan membeli buku ini, kamu juga telah membantu tim Saintif untuk bisa makan dan tetap menghasilkan tulisan-tulisan sains berkualitas di setiap waktu.

(Sstt… atau kamu juga bisa bantuin kami dengan ngeklikin iklan yang ada di blog ini. Tidak usah banyak-banyak, cukup sekali saja.)