A password will be e-mailed to you.

Setengah abad lamanya sejak Neil Amstrong menjadi manusia pertama yang menginjakkan kaki di Bulan (20 Juli 1969). Selama itu pula, ada banyak kontroversi yang meragukan kebenaran peristiwa besar tersebut.

Bukankah pendaratan di Bulan itu palsu? Hanya rekayasa NASA dan elit global?

Ada banyak orang yang meragukan hal ini:

  • Bagaimana bisa bendera berkibar di Bulan? Bukankah di Bulan tidak ada angin?
  • Kenapa tidak ada bintang yang terlihat dari Bulan?
  • Kenapa ada banyak sekali sumber cahaya di Bulan?
  • Siapa yang memfoto astronot di Bulan?
  • Kenapa para astronot bisa membuka helm mereka saat di Bulan?
  • Alah… teknologinya NASA itu belum siap. Mana mungkin mereka bisa menembus sabuk Van Allen.
  • dan tentu masih banyak lagi lainnya.

Jadi sebenarnya, manusia itu telah benar-benar pergi ke bulan atau tidak?

 

Perlu kajian lengkap untuk hal ini, bukan hanya sekedar katanya-katanya. Kita perlu pembahasan yang komprehensif, dengan merujuk pada bukti lengkap yang otentik.

Bukan hanya sekedar debat kusir masalah foto… tapi juga analisa data ilmiah non-fotografi, yang sifatnya lebih kuat

Setelah sebelumnya Saintif menulis buku Meluruskan Miskonsepsi Bumi Datar, yang menjawab tuntas keraguan terkait bentuk bumi yang sebenarnya…

Sekarang saatnya untuk buku yang baru, berjudul “Benarkah Manusia telah pergi ke Bulan?”, yang akan menjawab tuntas keraguan terkait pendaratan di Bulan.

Saat ini bukunya masih dalam proses dan akan terbit pada kuartal akhir tahun ini. Tunggu saja ya.

 

Support kami

Tolong support kami, agar semakin semangat dan makin cepat dalam memproses buku ini.

Caranya, isi form di bawah ini jika kamu sangat tertarik untuk membaca (dan membeli) buku ini. Atau kamu juga bisa berpartisipasi dengan cara share postingan ini ke linimasa sosial mediamu.

powered by Typeform

 

Baca juga:  Gerhana Bulan Total 28 Juli 2018 dalam Lima Fakta Menarik

Buka link ini kalau form tersebut tidak terbuka di browser kamu.

 

No more articles