A password will be e-mailed to you.

    12 Agustus 2018 lalu NASA akhirnya meluncurkan Solar Parker Probe menggunakan wahana antariksa Delta IV Heavy. Misi kali ini terbilang unik, sebab wahana tersebut dengan gagah berani akan menyentuh matahari, mendekat dengan jarak yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

    Solar Parker Probe
    Parker Solar Probe (NASA)

    Parker Solar Probe (sebelumnya Solar Probe dan Solar Probe Plus) adalah pesawat ruang angkasa NASA yang dirancang khusus untuk menyelidiki korona luar Matahari.

    Secara harfiah pesawat luar angkasa ini akan mencium matahari… karena ia akan mendekati Matahari sampai pada jarak 5,9 juta kilometer ke permukaan fotosfer Matahari. (Sebagai gambaran, jarak antara Matahari dan Bumi adalah 149 juta km)

    Karena sangat dekat dengan matahari, Solar Parker Probe dirancang khusus dengan dibekali Thermal Protection System (TPS) untuk menahan panas luar biasa ia terima. Material karbon ringan setebal 11 cm mampu meredam panas ribuan derajat celcius sehingga tidak merusak instrumen saintifik dan alat komunikasi.

    Ini adalah beberapa informasi penting terkait dengan misi Parker Solar Probe:

    Membutuhkan dana sebesar 1,5 Milyar USD atau sekitar 22 Triliun Rupiah

    Secara keseluruhan, misi ini membutuhkan dana sebesar 22 triliun rupiah dan dilaksanakan secara kontinyu sampai tahun 2025.

    Biaya tersebut dialoakasikan untuk berbagai hal, utamanya untuk membangun sistem dan teknologi pada Parker Solar Probe, mengingat ia harus dirancang khusus untuk bekerja pada suhu yang sangat tinggi dan tekanan yang sangat rendah.

     

    Satu sisi panas, satu sisi dingin

    Di salah satu sisi Solar Parker Probe menggunakan bahan carbon foam yang dirancang menahan panas hingga 1.370° celcius. Sementara instrumen penting di baliknya agar terlindung dari terpaan panas Matahari.

    Meski panas di salah satu sisi, namun di sisi lain suhunya hanya sekitar 30° celcius. Tidak membahayakan peralatan seperti sensor dan alat komunikasi dengan Bumi.

    Baca juga:  Hibernasi Pada Manusia, Mungkinkah?

     

    Wahana terdekat dari Matahari

    Sebelumnya, rekor pesawat luar angkasa yang paling dekat dengan matahari dipegang oleh Helios B pada tahun 1974, dengan jarak sebesar 43 juta km. 

    Adapun Solar Parker Probe ini akan mendekati sampai jarak 5,9 juta km.

     

    Namanya terinspirasi dari sosok ini

    NASA memang sering memberikan nama suatu instrumen dengan nama tokoh/ilmuwan… akan tetapi kebanyakan nama yang dipakai adalah nama dari tokoh yang telah meninggal.

    Berbeda dengan instrumen pada misi ini, yang bernama Solar Parker Probe.

    Nama pesawat luar angkasa tersebut terinspirasi dari Eugene Parker, seorang ilmuwan pionir penelitian angin matahari. Pak Parker juga sangat beruntung karena beliau dapat menyaksikan secara langsung peluncuran tersebut.

    Misinya adalah untuk melindungi Bumi dari Badai Matahari

    Badai Matahari dapat mengganggu jaringan komunikasi satelit hingga instalasi energi listrik. Sayangnya kita tidak memiliki data yang mumpuni untuk memprediksi kapan fenomena itu terjadi.

    Dengan dikirimnya Solar Parker Probe, ilmuwan bisa membaca perilaku Matahari dan datanya bisa digunakan untuk melindungi Bumi dari hembusan partikel panas dari Matahari.

    Referensi

    No more articles