Loading Likes...

Bayangkan jika bunga-bunga matahari beneran bisa saling ngomong seperti yang ada pada pertunjukan teater anak-anak  TK.

Tumbuhan juga bisa ngomong. Kadang-kadang obrolan mereka dapat berbunga-bunga, kadang-kadang tidak. Kadang

Tumbuhan yang lagi punya masalah mencoba berbincang-bincang dan menyelesaikan akar masalah mereka, tapi jika tidak berhasil, kadang mereka bisa saling mendiamkan satu sama lain. Hal ini sering terjadi di toko bunga, dimana salah satu diantara mereka pergi ke luar kota karena dirinya menjadi bahan gosip diantara teman-temannya. Hehehe~

Tumbuh-tumbuhan memang berkomunikasi dengan tumbuhan lain dan serangga, walaupun sepertinya mereka tidak menggunaka kata-kata lembut untuk mengomentari bagian tumbuhan temannya.

Komunikasi tumbuhan terjadi mulai tingkat di dalam tubuh suatu tumbuhan sendiri, antara satu tumbuhan dengan tumbuhan lain, serta komunikasi antara tumbuhan dengan serangga secara bersama-sama.

Komunikasi di Tubuh Tumbuhan

Tumbuhan menghasilkan nutrisi dan cairan pada akar-akarnya, lalu mendistribusikan zat tersebut ke seluruh bagian tubuh tumbuhan.

Cara dedaunan berinteraksi dengan atmosfer berpengaruh pada tekanan internal tumbuhan tersebut, sehingga memengaruhi pemindahan zat-zat tersebut dari akar menuju bagian tumbuhan yang dituju.

Interaksi dedaunan dengan matahari memproduksi zat makanan untuk seluruh bagian tumbuhan melalui fotosintesis.

Sama seperti segala organisme yang kita kenal, tumbuh-tumbuhan menggunakan rangkaian panjang molekul RNA (ribonucleic acid) untuk memyampaikan pesan-pesannya.

Pesan-pesan ini lalu disampaikan di dalam sel-sel untuk manusia, dan untuk tumbuhan baik di dalam sel-sel dan juga dari satu sel ke sel lain. Kerja RNA mirip seperti tukang pos ya.

Rangkaian panjang molekul RNA

Tukang pos RNA berjalan dalam dua arah serta memengaruhi tingkat kandungan protein di bagian-bagian tumbuhan yang berbeda-beda.

Tingkat protein ini dapat mengandung informasi seperti tentang kondisi fisik seluruh tubuh tumbuhan, memberi sinyal kalau ada kehadiran seperti bakteri atau virus, dan bahkan mengenali musim apa saat ini.

Tumbuhan memiliki semacam sebuah jaringan telepon kimia di dalam diri mereka sendiri.

Komunikasi Antar Tumbuhan

Akar tumbuhan dapat melepas zat kimia yang dapat menarik atau mengusir organisme lainnya.

Tumbuhan parasit dapat “menyuruh” tumbuhan inangnya untuk memberinya sejumlah zat kimia yang diperlukannya.

Tumbuhan parasit ini membiarkan benihnya bergantungan di sekitar tanah sampai mereka menemukan zat kimia yang dikeluarkan oleh akar-akar milik tumbuhan yang berpotensi menjadi inang mereka.

Kemudian parasit ini berkecambah dan tumbuh terikat pada tumbuhan inangnya.

Cara lainnya bisa dengan melepas zat kimia tertentu ke udara. Hal menarik ini terjadi pada interaksi tumbuhan tembakau dengan sagebrush.

Tumbuhan Sagebrush

Saat serangga memakan dedaunan sagebrush satu, sagebrush itu akan melepaskan zat kimia methyl jasmonate. Tumbuhan tembakau yang letaknya searah mata anginnya dari sagebrush yang rusak tadi, kemudian memproduksi zat kimia PPO yang membuat daun tembakau menjadi terasa kurang enak bagi serangga.

Tembakau ini lebih mampu bertahan dari serangan serangga dibandingkan dengan tumbuhan tembakau lain yang jauh dari sagebrush. Jelas ini adalah sistem peringatan antar tumbuhan!

Komunikasi Tumbuhan dengan Serangga

Tumbuhan memerlukan kehadiran lebah untuk dapat berkembang biak.

Lebah yang menempel pada bebungaan tumbuhan akan membawa serbuk sari bunga menuju ke putik tumbuhan sejenisnya, sehingga terjadi reproduksi tumbuhan.

Lebah dan banyak serangga memiliki mata yang lebih sensitif untuk melihat cahaya ultraviolet. Ternyata banyak tumbuhan bunga-bunga memancarkan sebuah pola dalam sinar ultraviolet. Kita tidak dapat melihatnya karena kita hanya mampu melihat pada spektrum cahaya tampak.

Pola-polanya bermacam-macam dari setiap bunga, pola-pola ultraviolet ini seolah memandu lebah menuju ke tempat yang mereka perlukan.

Sejumlah pola ini menyoroti pusat-pusat serbuk sari, sedangkan yang lain membuat pola mata sapi atau bahkan suatu pola garis pendaratan yang mengarahkan pada serbuk sari tersebut.

Komunikasi Kumpulan Tumbuhan dan Serangga

Ilmuwan di Jepang, yaitu Shimoda dan Takabayashi, pernah melakukan penelitian keren ini.

Mereka menaruh tungau laba-laba pada tumbuhan kacang lima, tungau itu kemudian memakan daun kacang lima.
Saat tungau itu mulai menyerang kacang lima, tumbuhan ini menghasilkan zat kimia yang membuatnya terasa tidak lezat bagi tungau tersebut, seperti yang terjadi pada tembakau tadi.

Kacang lima juga menghasilkan zat kimia lain yang menyebar melalui udara menuju ke tumbuhan kacang lima lainnya. Sehingga menyebabkan kacang lima lain ikut menghasilkan zat kimia yang terasa tidak enak.

Menariknya, tumbuhan kacang lima juga menyebarkan zat kimia yang dapat menarik serangga lain yang doyan makan tungau laba-laba. Maka kacang lima selain mempunyai sistem peringatan dini, juga mampu memanggil bala tentara untuk menghancurkan musuhnya.

Kacang lima

Jagung juga melepaskan zat kimia di udara untuk mengundang tawon-tawon untuk menghancurkan ulat-ulat yang menyerang jagung tersebut.

Komunikasi jenis ini ternyata merupakan bentuk yang umum di antara tumbuh-tumbuhan sendiri dan antara tumbuhan dengan serangga.

Komunikasi Tumbuhan dengan Manusia?

Ada isu yang cukup populer yang mengatakan kalau kita bernyanyi dengan tanaman-tanaman di rumah kita, maka kesehatan dan pertumbuhan tanaman itu akan baik. Tapi saya belum tahu pasti apakah hal ini benar atau sekedar mitos.

Yang jelas komunikasi antar tumbuh-tumbuhan sangat anggun, tanpa banyak suara,  tapi mampu mengerti satu sama lain. Seperti ungkapan “berbicara dalam diam”.

Baca juga: Apakah Hewan Punya Bahasa

Referensi:

Shimoda T, Takabayashi J. 2001. Response of Oligota kashmiricabenefica, a specialist insect predatorof spider mites, to volatiles fromprey-infested leaves under bothlaboratory and field conditions. Entomologia Experimentalis et Aplicata 101 (1):41-47

Kac, E. 1994. Essay Concerning Human Understanding. www.ekac.org/essay.html