Apakah Bahan Bakar Fosil di Dunia Akan Habis? Ternyata Tidak

Bahan bakar fosil dalam kurun waktu 200 tahun terakhir meningkat begitu pesat.

Hal ini berdampak pada cadangan bahan bakar yang semakin menipis dan perubahan iklim.

Kamu mungkin acapkali membaca tulisan bahwa pasokan bahan bakar akan habis pada beberapa tahun kedepan.

Untungnya, prediksi ini tidak akurat.

Mungkin memang ada saatnya ketika manusia tidak lagi menggunakan bahan bakar karena dampak buruknya ke lingkungan. Atau karena ada alternatif yang lebih murah.

Asumsi yang keliru

Banyak prediksi yang berasal dari pemahaman yang salah tentang bagaimana pasokan bahan bakar fosil harus dinilai.

Cara yang paling naif untuk membuat prediksi adalah dengan melakukan perhitungan berikut ini:

Bahan bakar fosil

Jadi, mudah saja jika jumlah barel yang tersedia 450 juta barel minyak di dalam tanah. Sementara penggunaan pertahunnya 10 juta barel.

Maka tahun minyak tersisa adalah 45 tahun.

Jelas sekali perhitungan tersebut terlalu naif. Tidak menyertakan faktor-faktor yang lain.

Seandainya orang-orang yang memprediksi tahu bahwa dengan teknologi pengeboran baru bisa memperoleh akses bahan bakar yang lebih banyak. Maka mereka akan mencoba memasukkan faktor pertumbuhan populasi dan permintaan yang semakin meningkat.

Sehingga, secara optimis mereka memprediksi bahwa cadangan bahan bakar fosil akan habis dalam beberapa tahun kedepan.

Bahan Bakar Fosil Tidak akan Habis.

Ya, tentu bukan arti secara fisik.

Bahan bakar akan tetap ada dalam kurun 50, 100, bahkan 500 tahun dari sekarang.

Bagaimana itu bisa terjadi?

Anggap ketika pasokan benar-benar sudah terbatas dan semakin berkurang. Pastinya akan ada beberapa sumur yang mengering dengan opsi lain mencari sumur baru atau tidak diganti sama sekali.

Salah satu opsi tersebut akan membuat harga bahan bakar menjadi naik. Ketika harganya naik, secara alamiah, orang-orang akan lebih sedikit membeli.

Baca juga:  Apa Pentingnya Melakukan Operasi Plastik?

Namun ini tidak berarti bahwa akan lebih sedikit orang yang mengemudi.

Mereka bisa saja memakai kendaraan yang lebih kecil, kendaraan hibrida, listrik, atau kendaraan lain dengan menggunakan bahan bakar alternatif.

Ketika ini terjadi, akan masih ada banyak bahan bakar di tanah seiring beralihnya para konsumen ke bahan bakar alternatif yang lebih masuk akal bagi ekonomi mereka.

Referensi:

About Muhammad Iir 48 Articles
Mahasiswa Fisika Universitas Diponegoro. Tertarik dengan segala hal baru di dunia ilmu pengetahuan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*