A password will be e-mailed to you.

    Hidupmu adalah hidupmu. Kualitas dan kuantitas hidupmu bergantung besar pada pilihanmu sendiri.

    Kamu dapat hidup dengan sambil lalu, membiarkan hari berlewat begitu saja, dan sebelum kamu tahu itu, kamu telah ada di ujung waktu usiamu.

    Atau…, kamu memilih berusaha menjadi versi terbaik dirimu dan melakukan apapun tanpa penyesalan sepanjang hidupmu.

    Inilah cara-cara yang menurut ilmuwan bisa kamu lakukan supaya hidupmu lebih bahagia dan lebih baik.

     

    Seringlah Meminum Kopi

    Jika kamu ingin berumur panjang dan bahagia, cobalah rutin meminum kopi.

    Sebuah penelitian di Inggris oleh Erikka Loftfield dan kawan-kawan dilakukan pada setengah juta orang, menemukan jika ada hubungan terbalik antara meminum kopi dengan kematian.

    Orang yang sesekali meminum kopi, cenderung umurnya lebih lama.

    Dampak positifnya bahkan terjadi pada orang yang meminum kopi delapan cangkir atau lebih pada satu hari, apapun jenis kopinya.

    Baik kopi instan, pahit, dan juga kopi tanpa kafein semuanya bermanfaat.

     

    Maafkanlah Orang yang Menyalahkan Kamu.

    Peneliti di American Psychological Association telah melakukan studi , tentang apa yang terjadi pada orang-orang yang bisa merasakan empati, kasihan dan pengertian kepada orang lain yang telah menyakiti mereka. Mereka cenderung tidak dendam, dan  tidak memiliki rasa marah yang berlebih.

    Mereka menemukan jika sifat pemaaf membuat menurunnya tingkat kegelisahan, depresi dan kelainan psikologis. Juga lebih rendah terkena masalah fisik dan lebih kecil kemungkinan sakit-sakitan.

    Supaya kamu dapat lebih pemaaf cobalah fokus untuk menjadi lebih berempati, begitu juga berdoa untuk kebaikan orang yang menyakiti kamu.

     

    Bepergian Lama di Luar Negeri

    Kepribadianmu bisa berubah menjadi lebih baik dengan melakukan ini.

    Ilmuwan meneliti sekelompok besar mahasiswa di Jerman, mencari lima ciri-ciri besar yang berhubungan dengan kepribadian: ekstraversi, kesetujuan, keterbukaan pada pengalaman, kehati-hatian dan kestabilan emosi.

    Baca juga:  Begini tahapan terjadinya gerhana bulan, sudah tahu?

    Beberapa mahasiswa kemudian belajar ke luar negeri, sebagian lainnya tidak.

    Setelah periode perjalanan berakhir, Mahasiswa kemudian dites kepribadiannya kembali.

    Mahasiswa yang menjalani beberapa bulan di negara lain cenderung bersikan terbuka pada pengalaman, persetujuan, dan punya emosi yang lebih stabil dibanding dengan mahasiswa yang tidak menjalani.

     

    Utamakan Hubungan Sosialmu

    Pada sebuah paper yang diterbitkan di Journal of Health and Social Behavior, penulisnya Debra Umberson dan Karas Montez, meninjau beberapa penelitian yang telah dilakukan, ditemukan kalau hubungan sosial punya pengaruh kuat pada mental dan kesehatan fisik seseorang.

    Saat kamu merasa dicintai, didukung dan didengarkan, maka tingkat strees kamu lebih rendah.

    Memiliki hubungan yang saling mendukung juga berpengaruh baik pada imun, endokrin dan fungsi kardio dan mengurangi

    Ditambah orang yang peduli pada dirimu mungkin mendorong kamu untuk melakukan sesuatu seperti berolahraga dan makan sehat.

     

    Berlatih Kekuatan

    Ilmuwan dari Kanada dalam program peneletian Prospective Urban and Rural Epidemiological (PURE), pernah menguji kekuatan pegangan tangan pada kira-kira 140.000 orang di 17 negara, mengikuti status kesehatan mereka selama beberapa tahun.

    DIperoleh kesimpulan bahwa penurunan kekuatan cengkeraman tangan lebih akurat untuk memprediksi kematian atau serangan jantung daripada tekanan darah.

    Setiap pengurangan 11 pon kekuatan cengkeraman pada penelitian ini ternyata berhubungan dengan kenaikan resiko kematian sebesar 16% dari berbagai penyebab, meningkat 17% terkena resiko penyakit jantung, 9% lebih tinggi terkena stroke, dan 7% lebih besar mengalami serangan jantung.

    Agar selalu tetap kuat dan sehat, Harvard Medical School menganjurkan untuk melakukan latihan ketahan dua sampai tiga kali dalam seminggu, dengan satu atau dua hari jeda antar latihan.

    Baca juga:  Stunting: Perspektif Lain untuk Menjelaskan Tubuh Pendek

     


    Tulisan ini adalah kiriman dari penulis. Kamu juga bisa membuat tulisanmu sendiri di Saintif dengan bergabung di Saintif Community


     

    Referensi:

    No more articles